Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung  




Kamis 18 Oktober 2018

04:36 WIB

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
@prfmnews

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
PRFMNewsChannel

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
Rabu 19 September 2018, 16:34 WIB

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung




Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG,(PRFM) - Modus kejahatan dengan tusuk jarum kembali terjadi di Kota Bandung. Korban penusukan jarum, Yunita mengaku, dirinya ditusuk jarum oleh seorang tak dikenal tepat di punggungnya saat dirinya menaiki angkot pada Senin (17/09/2018), sekitar pukul 17.30 WIB.

Kejadian terjadi dalam saat Yunita manaiki angkot dari kawasan Jalan Holis ke Jalan Bojong Raya.

Dijelaskan Yunita, dirinya terlebih dahulu menaiki angkot dan duduk tepat di belakang supir. Tak lama berselang, seorang wanita paruh baya yang diduga pelaku tusuk jarum menaiki angkot tersebut dan duduk di pojok.

"Dia naik di Pom Bensin Holis," ungkap Yunita saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Rabu (19/09/2018).

Namun, karena kondisi angkot kosong, lanjut Yunita, wanita tersebut terus menerus mendekati dirinya hingga tepat berada disebelahnya.

"Si ibunya pura-pura geser - geser terus. Pas terakhir si supir ngerem si ibunya nusukin jarum ke punggung," ceritanya.

Yunita mengaku tidak tahu persis jenis jarum apa yang digunakan pelaku tersebut. Pasalnya, jarum tersebut ditutupi oleh sebuah kertas.

"Pas saya lihat itu jarumnya disembunyiin di kertas buat dia kipas-kipas dia di angkot," ujarnya.

Selepas menusukan jarum ke punggungnya, Yunita mengaku si ibu tersebut pura-pura tidak bersalah. Bahkan, Yunita sempat menepis saat si ibu tersebut menusuknya, dan tepisannya terkena ke ibu tersebut.

"Si ibunya pura-pura ngga bersalah gitu. Terus sempet sama tangan kiri saya si ibunya kena pukul kan reflek pas saya ditusukin kan spontan kaget jadi saya pukul pakai tangan kiri dan si ibunya hampir jatuh ke bawah," ungkapnya.

Adapun ciri perawakan si ibu yang diduga pelaku tersebut berusia sekitar 40 - 50 tahun dengan warna kulit gelap, penampilan lusuh.

"Pakai kerudung putih yang saya ingat, terus pakai rok pendek dan bajunya kaya seragam putih gitu pendek," paparnya.

Selepas ditusuk, Yunita mengaku sempat memarahi si ibu tersebut. Namun, si ibu tersebut bertingkah seolah-olah tidak melakukan apa-apa.

"Malah tatapannya bikin takut gitu, terus si ibunya geser-geser lagi ke saya. Pas saya mau foto si ibunya, si ibunya malah ngeluarin lagi jarum, jadi takut nusukin lagi jadi saya turun di sebelum Bumi Baru," jelasnya.

Dalam angkot tersebut, ada seorang penumpang lain. Namun, penumpang tersebut tidak menghiraukan kejadian penusukan tersebut karena asik memainkan telepon genggamnya.

Selapas ditusuk oleh jarum tersebut, Yunita mengaku merasakan panas di bagian punggungnya. Akhirnya, untuk antisipasi hal-hal tak diinginkan, dirinya langsung ke klinik untuk memeriksakan luka tersebut.

Dan dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ada penyakit atau luka serius. Hanya dalam kurun waktu 6 bulan ke depan, Yunita diminta untuk kembali memeriksakan kembali.

"Sempet cek HIV atau apa gitu. Kan kalau HIV ga mudah ya, kemarin dicek negatif tapi 6 bulan lagi suruh dicek lagi HIVnya," sebutnya.

Dan hari ini, Yunita akan melaporkan kejadian penusukan ini ke pihak kepolsian. Dan dirinya pun akan membawa rekaman CCTV dari SPBU Holis yang merekam saat si ibu tersebut menaiki angkot.

"Saya sudah dapat rekamannya, dan lumayan jelas perawakannya," ujarnya.



Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

 

BERITA TERKAIT


Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
 

BERITA PILIHAN


Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

 

BERITA LAINNYA

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Hilang Setahun, Jasad Mak Titing Hanya Tersisa Tulang Belulang
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018 Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

 

 

BERITA TERKAIT

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
Rabu 19 September 2018, 16:34 WIB

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung
Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung


Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG,(PRFM) - Modus kejahatan dengan tusuk jarum kembali terjadi di Kota Bandung. Korban penusukan jarum, Yunita mengaku, dirinya ditusuk jarum oleh seorang tak dikenal tepat di punggungnya saat dirinya menaiki angkot pada Senin (17/09/2018), sekitar pukul 17.30 WIB.

Kejadian terjadi dalam saat Yunita manaiki angkot dari kawasan Jalan Holis ke Jalan Bojong Raya.

Dijelaskan Yunita, dirinya terlebih dahulu menaiki angkot dan duduk tepat di belakang supir. Tak lama berselang, seorang wanita paruh baya yang diduga pelaku tusuk jarum menaiki angkot tersebut dan duduk di pojok.

"Dia naik di Pom Bensin Holis," ungkap Yunita saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Rabu (19/09/2018).

Namun, karena kondisi angkot kosong, lanjut Yunita, wanita tersebut terus menerus mendekati dirinya hingga tepat berada disebelahnya.

"Si ibunya pura-pura geser - geser terus. Pas terakhir si supir ngerem si ibunya nusukin jarum ke punggung," ceritanya.

Yunita mengaku tidak tahu persis jenis jarum apa yang digunakan pelaku tersebut. Pasalnya, jarum tersebut ditutupi oleh sebuah kertas.

"Pas saya lihat itu jarumnya disembunyiin di kertas buat dia kipas-kipas dia di angkot," ujarnya.

Selepas menusukan jarum ke punggungnya, Yunita mengaku si ibu tersebut pura-pura tidak bersalah. Bahkan, Yunita sempat menepis saat si ibu tersebut menusuknya, dan tepisannya terkena ke ibu tersebut.

"Si ibunya pura-pura ngga bersalah gitu. Terus sempet sama tangan kiri saya si ibunya kena pukul kan reflek pas saya ditusukin kan spontan kaget jadi saya pukul pakai tangan kiri dan si ibunya hampir jatuh ke bawah," ungkapnya.

Adapun ciri perawakan si ibu yang diduga pelaku tersebut berusia sekitar 40 - 50 tahun dengan warna kulit gelap, penampilan lusuh.

"Pakai kerudung putih yang saya ingat, terus pakai rok pendek dan bajunya kaya seragam putih gitu pendek," paparnya.

Selepas ditusuk, Yunita mengaku sempat memarahi si ibu tersebut. Namun, si ibu tersebut bertingkah seolah-olah tidak melakukan apa-apa.

"Malah tatapannya bikin takut gitu, terus si ibunya geser-geser lagi ke saya. Pas saya mau foto si ibunya, si ibunya malah ngeluarin lagi jarum, jadi takut nusukin lagi jadi saya turun di sebelum Bumi Baru," jelasnya.

Dalam angkot tersebut, ada seorang penumpang lain. Namun, penumpang tersebut tidak menghiraukan kejadian penusukan tersebut karena asik memainkan telepon genggamnya.

Selapas ditusuk oleh jarum tersebut, Yunita mengaku merasakan panas di bagian punggungnya. Akhirnya, untuk antisipasi hal-hal tak diinginkan, dirinya langsung ke klinik untuk memeriksakan luka tersebut.

Dan dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ada penyakit atau luka serius. Hanya dalam kurun waktu 6 bulan ke depan, Yunita diminta untuk kembali memeriksakan kembali.

"Sempet cek HIV atau apa gitu. Kan kalau HIV ga mudah ya, kemarin dicek negatif tapi 6 bulan lagi suruh dicek lagi HIVnya," sebutnya.

Dan hari ini, Yunita akan melaporkan kejadian penusukan ini ke pihak kepolsian. Dan dirinya pun akan membawa rekaman CCTV dari SPBU Holis yang merekam saat si ibu tersebut menaiki angkot.

"Saya sudah dapat rekamannya, dan lumayan jelas perawakannya," ujarnya.



 

BERITA LAINNYA



Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018
Jawa Barat


Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung

 

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kasus Tusuk Jarum Kembali Terjadi di Kota Bandung