Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW  




Rabu 19 Februari 2020

14:47 WIB

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
@prfmnews

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
PRFMNewsChannel

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
Kamis 06 Februari 2020, 18:50 WIB
Kota Bandung
Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW




Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

Foto: Banjir di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu 25 Desember 2019.* /ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG (PRFM),- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memasukkan Kawasan Rawan Bencana dalam pembahasan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020-2031. Satu diantara rencana tersebut, dengan memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sub wilayah kota.

“Kawasan rawan bencana untuk mitigasi bencana yang memang sub-sub wilayah kota harus ada, karena penduduk tersebar di sub wilayah kota harus ada kawasan untuk mitigasi bencana itu melalui RTH,’ jelas Kepala Bidang Perencanaan Insfrastuktur dan Pengembangan Wilayah. Bappelitbang Kota Bandung, Riela Fiqriani, di Balaikota, Kamis (6/2/2020). 

Selain kawasan rawan bencana, masalah daya dukung lingkungan kota Bandung yang sangat terbatas menjadi perhatian serius dalam pembahasan Revisi RTRW kota Bandung.  Riela menambahkan, pilihan pendekatan konsep pembangunannya saat ini ada dua, berorientasi kepada tren atau berorientasi target. 

“Kalau di sisi kita (Bappelitbang) dasarnya adalah penduduk, nanti kedepannya diprediksi sampai 4 juta orang. Kebayang nggak sekarang baru 2,5 juta saja sudah padat. Dengan kata lain, harus ada upaya bagaimana mengefisienkan penataan ruang, dan kerjasama dengan Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi,” kata Riela.

Riela mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih kota Bandung tidak bisa sendiri karena sumber air baku ada di daerah lain yaitu Kabupaten Bandung. Masalah pembangunan di Kawasan Bandung Utara pun, tidak terlepas dari koordinasi dengan Kabupaten Bandung Barat. 

“Artinya harus ada upaya bagaimana mengefisiensikan pemanfaatan ruang secara optimal. Dan kita harus keluar dari frame of thinking yang parsial hanya kota Bandung, harus ada kerjasama lintas daerah jadi bagaimana kita kerjasama Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Cimahi itu pasti yang akan di fasilitasi oleh provinsi,”jelasnya.

Mengenai rencana induk drainase kota, Riela menjelaskan saat ini masih dalam tahap penyusunan kerangka acuan kerjanya. Namun rencana induk tersebut ditargetkat selesai di tahun ini. 

“Kita sedang membuat term of reference-nya dulu, kerangka acuan kerja, mana yang lebih diutamakan dulu secara prioritas tergantung urgensi pada saat ini. Rencana induk sistem drainase seperti apa, tahun ini harus jadi rencana induknya mudah-mudahan gak ada halangan,” pungkas Riela.










 

BERITA TERKAIT


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
 

BERITA PILIHAN


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

 

BERITA LAINNYA

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020


Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020 Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

 

 

BERITA TERKAIT

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
Kamis 06 Februari 2020, 18:50 WIB
Kota Bandung

Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW
Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


Foto: Banjir di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu 25 Desember 2019.* /ARIF HIDAYAH/PR

BANDUNG (PRFM),- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memasukkan Kawasan Rawan Bencana dalam pembahasan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2020-2031. Satu diantara rencana tersebut, dengan memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sub wilayah kota.

“Kawasan rawan bencana untuk mitigasi bencana yang memang sub-sub wilayah kota harus ada, karena penduduk tersebar di sub wilayah kota harus ada kawasan untuk mitigasi bencana itu melalui RTH,’ jelas Kepala Bidang Perencanaan Insfrastuktur dan Pengembangan Wilayah. Bappelitbang Kota Bandung, Riela Fiqriani, di Balaikota, Kamis (6/2/2020). 

Selain kawasan rawan bencana, masalah daya dukung lingkungan kota Bandung yang sangat terbatas menjadi perhatian serius dalam pembahasan Revisi RTRW kota Bandung.  Riela menambahkan, pilihan pendekatan konsep pembangunannya saat ini ada dua, berorientasi kepada tren atau berorientasi target. 

“Kalau di sisi kita (Bappelitbang) dasarnya adalah penduduk, nanti kedepannya diprediksi sampai 4 juta orang. Kebayang nggak sekarang baru 2,5 juta saja sudah padat. Dengan kata lain, harus ada upaya bagaimana mengefisienkan penataan ruang, dan kerjasama dengan Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi,” kata Riela.

Riela mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih kota Bandung tidak bisa sendiri karena sumber air baku ada di daerah lain yaitu Kabupaten Bandung. Masalah pembangunan di Kawasan Bandung Utara pun, tidak terlepas dari koordinasi dengan Kabupaten Bandung Barat. 

“Artinya harus ada upaya bagaimana mengefisiensikan pemanfaatan ruang secara optimal. Dan kita harus keluar dari frame of thinking yang parsial hanya kota Bandung, harus ada kerjasama lintas daerah jadi bagaimana kita kerjasama Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan Cimahi itu pasti yang akan di fasilitasi oleh provinsi,”jelasnya.

Mengenai rencana induk drainase kota, Riela menjelaskan saat ini masih dalam tahap penyusunan kerangka acuan kerjanya. Namun rencana induk tersebut ditargetkat selesai di tahun ini. 

“Kita sedang membuat term of reference-nya dulu, kerangka acuan kerja, mana yang lebih diutamakan dulu secara prioritas tergantung urgensi pada saat ini. Rencana induk sistem drainase seperti apa, tahun ini harus jadi rencana induknya mudah-mudahan gak ada halangan,” pungkas Riela.






 

BERITA LAINNYA



Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Kawasan Rawan Bencana Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020