Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan  




Kamis 20 September 2018

05:49 WIB

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
@prfmnews

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
PRFMNewsChannel

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
Selasa 14 November 2017, 21:21 WIB

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan




Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG,(PRFM) - Tim dokter kembar siam RSUP dr Hasan Sadikin belum bisa memutuskan nasib pemisahan bayi kembar asal Padalarang Kabupaten Bandung Ahmad Gani dan Ahmad Malik. Hal itu dikarenakan kondisi kedua bayi tersebut riskan jika harus dipisahkan. Bahkan, tim dokter bayi kembar RSHS pun harus berkonsultasi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional terkait penanganan bayi kembar tersebut.

"‎Secara teoritis agak sulit dipisahkan karena ada kelainan jantung dan paru-paru yang berat.‎ Untuk pemisahan sudah kami rundingkan, ternyata mereka berpendapat bahwa pemisahan ini sulit dilakukan karena kondisi pasien saat ini buruk dan beresiko terancam jiwanya, ini jelek sekali," ujar Ketua Tim Kmebar Siam RSHS, dr Sjarief Hidajat kepada wartawan di RSHS, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa, (14/10/2017).

Menurutnya, jika bayi kecil (Malik) memburuk atau ekstrimnya meninggal, maka akan mempengaruhi kembarannya (Gani). "Ini problem dilematis bagi kami," ‎katanya, sebagaimana dilansir dari Pikiran-Rakyat.

Diakui Sjarief, pihaknya akan diskusi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional. Pasalnya, kasus bayi kembar siam tersebut secara etik perlu dibahas karena belum pernah dilakukan pemisahan dengan kasus bayi seperti ini. Bahkan di Indonesia pun belum pernah terjadi.

"Saya akan masih berkonsultasi, sudah dipastikan yang jelek ini akan pengaruhi‎ kondisi mereka,"ucapnya.

Sjarief menuturkan, bayi berusia empat hari tersebut keadaannya tidak terlalu baik. Bayi pertama, Gani, kondisinya bagus pada umumnya dengan jantung dan paru-paru yang berfungsi baik.

Sebaliknya, sang adik yang tubuhnya relatif lebih kecilnya paru-parunya mengalami kelainan, dan jantungnya pun bocor berat sehingga menyebabkan kondisi bayi tersebut biru.

"Biru karena tidak bisa melakukan oksigenisasi dengan baik karena dua organ itu penting untuk oksigenisasi. Jadi sekarang bayi tersebut kondisinya tergantung bantuan respirator," katanya.

Adapun yang akan dilakukan sekarang ini, lanjut dia, pihaknya tetap melakukan dukungan respirasi yang optimal.

"Memang kondisinya kadang-kadang membaik dan keadaan ini harus dipertahankan terus,"ucapnya.



Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

 

BERITA TERKAIT


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
 

BERITA PILIHAN


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

 

BERITA LAINNYA

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Polda Jabar Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Lodaya
Rabu 19 September 2018


Dekranasda Jabar Ditragetkan Buka Toko Di Jakarta Dan Bali
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Umuh Bersyukur Persib Lawan Persija Tetap di Hari Minggu
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Safety Harga Mati, Service Sepenuh Hati
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Ini Rencana Emil untuk Citarum
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Dilantik Besok, Sertijab Wali Kota Bandung Digelar Jumat
Rabu 19 September 2018 Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

 

 

BERITA TERKAIT

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
Selasa 14 November 2017, 21:21 WIB

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan
Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG,(PRFM) - Tim dokter kembar siam RSUP dr Hasan Sadikin belum bisa memutuskan nasib pemisahan bayi kembar asal Padalarang Kabupaten Bandung Ahmad Gani dan Ahmad Malik. Hal itu dikarenakan kondisi kedua bayi tersebut riskan jika harus dipisahkan. Bahkan, tim dokter bayi kembar RSHS pun harus berkonsultasi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional terkait penanganan bayi kembar tersebut.

"‎Secara teoritis agak sulit dipisahkan karena ada kelainan jantung dan paru-paru yang berat.‎ Untuk pemisahan sudah kami rundingkan, ternyata mereka berpendapat bahwa pemisahan ini sulit dilakukan karena kondisi pasien saat ini buruk dan beresiko terancam jiwanya, ini jelek sekali," ujar Ketua Tim Kmebar Siam RSHS, dr Sjarief Hidajat kepada wartawan di RSHS, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Selasa, (14/10/2017).

Menurutnya, jika bayi kecil (Malik) memburuk atau ekstrimnya meninggal, maka akan mempengaruhi kembarannya (Gani). "Ini problem dilematis bagi kami," ‎katanya, sebagaimana dilansir dari Pikiran-Rakyat.

Diakui Sjarief, pihaknya akan diskusi dengan tim etik RSHS dan tim etik nasional. Pasalnya, kasus bayi kembar siam tersebut secara etik perlu dibahas karena belum pernah dilakukan pemisahan dengan kasus bayi seperti ini. Bahkan di Indonesia pun belum pernah terjadi.

"Saya akan masih berkonsultasi, sudah dipastikan yang jelek ini akan pengaruhi‎ kondisi mereka,"ucapnya.

Sjarief menuturkan, bayi berusia empat hari tersebut keadaannya tidak terlalu baik. Bayi pertama, Gani, kondisinya bagus pada umumnya dengan jantung dan paru-paru yang berfungsi baik.

Sebaliknya, sang adik yang tubuhnya relatif lebih kecilnya paru-parunya mengalami kelainan, dan jantungnya pun bocor berat sehingga menyebabkan kondisi bayi tersebut biru.

"Biru karena tidak bisa melakukan oksigenisasi dengan baik karena dua organ itu penting untuk oksigenisasi. Jadi sekarang bayi tersebut kondisinya tergantung bantuan respirator," katanya.

Adapun yang akan dilakukan sekarang ini, lanjut dia, pihaknya tetap melakukan dukungan respirasi yang optimal.

"Memang kondisinya kadang-kadang membaik dan keadaan ini harus dipertahankan terus,"ucapnya.



 

BERITA LAINNYA



Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Safety Harga Mati, Service Sepenuh Hati
Rabu 19 September 2018
Jawa Barat


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Solusi Menperin Bagi TPT Majalaya
Rabu 19 September 2018
Jawa Barat


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Ini Rencana Emil untuk Citarum
Rabu 19 September 2018
Jawa Barat


Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan

 

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kembar Siam Gani-Malik Sulit Dipisahkan