Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus  




Jumat 18 Oktober 2019

09:15 WIB

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
@prfmnews

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
PRFMNewsChannel

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018, 17:40 WIB
NASIONAL
Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus




Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Kemenag.go.id

Foto: Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Mulyo Widodo/Kemenag.go.id


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Agama akan mengkaji masa tinggal di hotel transit dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus. Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Mulyo Widodo saat ditemui di sela-sela kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus 1439H/ 2018M mengatakan bahwa ada beberapa Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang melebihi batas masa tinggal di hotel transit dengan argumentasi efisiensi.

"Kita dorong agar masa tinggal di hotel transit lebih singkat dibanding di hotel," ujar Widodo dilansir laman resmi Kemenag, Kamis (18/10/2018).

Menurut Widodo, idealnya masa tinggal di hotel transit tidak boleh lebih dari lima hari. Jika melebihi dari batas tinggal itu, Kemenag akan melakukan pemanggilan dan teguran terhadap PIHK. Ia mengatakan bahwa sejauh ini, pihak Kemenag telah memberikan teguran secara lisan kepada lima PIHK.

"Dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji khusus ini kita akan mengkaji apakah sistem hotel transit akan ditiadakan atau tetap diberlakukan," ujar Widodo.

Ia menambahkan bahwa selain hotel transit, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh PIHK antara lain ketentuan bahwa setiap 90 orang jamaah harus di dampingi seorang dokter. Kemudian dari sisi pembimbing ibadah, PIHK wajib menyertakan pembimbing ibadah dalam setiap perjalanan ibadah haji khusus.

Widodo menegaskan apabila ketentuan-ketentuan tersebut dilanggar, maka Kemenag akan menegur PIHK tersebut. Oleh karenanya, ia menganggap penting adanya evaluasi penyelenggaraan haji khusus yang kali ini digelar di Bandung. Peserta dalam evaluasi pelaksananaan haji khusus terdiri dari para kepala bidang haji dari 34 kanwil kemenag provinsi di Indonesia, 214 orang Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), serta 12 orang peserta pusat.

Widodo mengatakan bahwa meski sebenarnya penyelenggaraan ibadah haji khusus merupakan agenda tahunan, namun Kemenag senantiasa mengedepankan sisi perlindungan jamaah.

"Bagaimana jamaah itu pada saat berada di Arab Saudi, mereka nyaman, mendapatkan pelayanan yang baik, tapi alhamdulillah untuk tahun ini dari sisi jamaah juga menyatakan telah lebih baik dari tahun sebelumnya," ujarnya.

"Tentu untuk aspek pelayanan ini, kami ingin meningkatkan bagaimana yang terbaik," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
 

BERITA PILIHAN


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

 

BERITA LAINNYA

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019


Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Pemerintah Buka 197.117 Formasi, Inilah Jadwal Rekrutmen CPNS 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Deklarasi Damai Pilkades Kabupaten Bandung Sukses Tanpa Ekses
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Ormas Se-Kabupaten Bandung Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Jumat 18 Oktober 2019 Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

 

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018, 17:40 WIB
NASIONAL

Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Kemenag.go.id


Foto: Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Mulyo Widodo/Kemenag.go.id


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Agama akan mengkaji masa tinggal di hotel transit dalam penyelenggaraan ibadah haji khusus. Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus, Mulyo Widodo saat ditemui di sela-sela kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus 1439H/ 2018M mengatakan bahwa ada beberapa Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang melebihi batas masa tinggal di hotel transit dengan argumentasi efisiensi.

"Kita dorong agar masa tinggal di hotel transit lebih singkat dibanding di hotel," ujar Widodo dilansir laman resmi Kemenag, Kamis (18/10/2018).

Menurut Widodo, idealnya masa tinggal di hotel transit tidak boleh lebih dari lima hari. Jika melebihi dari batas tinggal itu, Kemenag akan melakukan pemanggilan dan teguran terhadap PIHK. Ia mengatakan bahwa sejauh ini, pihak Kemenag telah memberikan teguran secara lisan kepada lima PIHK.

"Dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji khusus ini kita akan mengkaji apakah sistem hotel transit akan ditiadakan atau tetap diberlakukan," ujar Widodo.

Ia menambahkan bahwa selain hotel transit, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh PIHK antara lain ketentuan bahwa setiap 90 orang jamaah harus di dampingi seorang dokter. Kemudian dari sisi pembimbing ibadah, PIHK wajib menyertakan pembimbing ibadah dalam setiap perjalanan ibadah haji khusus.

Widodo menegaskan apabila ketentuan-ketentuan tersebut dilanggar, maka Kemenag akan menegur PIHK tersebut. Oleh karenanya, ia menganggap penting adanya evaluasi penyelenggaraan haji khusus yang kali ini digelar di Bandung. Peserta dalam evaluasi pelaksananaan haji khusus terdiri dari para kepala bidang haji dari 34 kanwil kemenag provinsi di Indonesia, 214 orang Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), serta 12 orang peserta pusat.

Widodo mengatakan bahwa meski sebenarnya penyelenggaraan ibadah haji khusus merupakan agenda tahunan, namun Kemenag senantiasa mengedepankan sisi perlindungan jamaah.

"Bagaimana jamaah itu pada saat berada di Arab Saudi, mereka nyaman, mendapatkan pelayanan yang baik, tapi alhamdulillah untuk tahun ini dari sisi jamaah juga menyatakan telah lebih baik dari tahun sebelumnya," ujarnya.

"Tentu untuk aspek pelayanan ini, kami ingin meningkatkan bagaimana yang terbaik," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024