Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan  




Selasa 19 November 2019

19:35 WIB

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
@prfmnews

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
PRFMNewsChannel

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Selasa 25 Juni 2019, 07:13 WIB
NASIONAL
Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan




Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : dephub.go.id

BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan, Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan massalnya,” kata Budi di Jakarta, dirilis laman resmi Kemenhub, Minggu (23/6/2019).

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Budi menuturkan, tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum.

"Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan seiring dengan perekembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” sebut Zulfikri.

O-Bahn adalah merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.










 

BERITA TERKAIT


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
 

BERITA PILIHAN


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

BERITA LAINNYA

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Tingkatkan Pelayanan, PT KAI Lakukan Penataan Kawasan Stasiun Timur
Selasa 19 November 2019


Apnatel Siap Hadirkan LIO di Kota Bandung
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Menang Telak, Persib Putri Gilas Persija 7-2
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Moeldoko Minta Masyarakat Tak Salah Paham Terhadap Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Hendak Menyebrang, Pria Paruh Baya Tewas Terserempet Kereta Api
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Kurangi Pemakaian Kantong Plastik, GoFood Luncurkan Tas Khusus Antar Makanan
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Pemkab Bandung Mulai Terapkan Digitalisasi Koperasi
Selasa 19 November 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Selasa 25 Juni 2019, 07:13 WIB
NASIONAL

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : dephub.go.id


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan, Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan massalnya,” kata Budi di Jakarta, dirilis laman resmi Kemenhub, Minggu (23/6/2019).

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Budi menuturkan, tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum.

"Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan seiring dengan perekembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” sebut Zulfikri.

O-Bahn adalah merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.






 

BERITA LAINNYA



Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Apnatel Siap Hadirkan LIO di Kota Bandung
Selasa 19 November 2019
Apnatel


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Menang Telak, Persib Putri Gilas Persija 7-2
Selasa 19 November 2019
Persib Putri


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Hendak Menyebrang, Pria Paruh Baya Tewas Terserempet Kereta Api
Selasa 19 November 2019
Kecelakaan Lalu Lintas