Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan  




Minggu 21 Juli 2019

02:50 WIB

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
@prfmnews

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
PRFMNewsChannel

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Selasa 25 Juni 2019, 07:13 WIB
NASIONAL

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan




Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : dephub.go.id

BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan, Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan massalnya,” kata Budi di Jakarta, dirilis laman resmi Kemenhub, Minggu (23/6/2019).

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Budi menuturkan, tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum.

"Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan seiring dengan perekembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” sebut Zulfikri.

O-Bahn adalah merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.



Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

BERITA TERKAIT


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
 

BERITA PILIHAN


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

BERITA LAINNYA

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Muncul Wacana Pembubaran SMK, Pengamat: Pemprov Jangan Sembarang Kasih Izin
Sabtu 20 Juli 2019


21 Tahun Hilang Kontak, Turini Ditemukan dan Segera Dipulangkan ke Indonesia
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Diduga Korsleting Listrik, Dua rumah di Cimenyan Ludes Terbakar
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Rambu di Kawasan Rekayasa Lalin Belum Maksimal, Polisi Tunggu Perda
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Indonesia Open 2019: Kevin-Marcus ke Final, Indonesia Pastikan Satu Gelar
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan Atasi Cegukan dengan Pelatihan Pernapasan
Sabtu 20 Juli 2019 Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Selasa 25 Juni 2019, 07:13 WIB
NASIONAL

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan
Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan


Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : dephub.go.id


BANDUNG, (PRFM) - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit (BRT) dan Light Rapid Transit (LRT) bernama “O-Bahn”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyampaikan, Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana Transportasi Massal Perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan massalnya,” kata Budi di Jakarta, dirilis laman resmi Kemenhub, Minggu (23/6/2019).

Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT). Budi menuturkan, tahun 2019 ini adalah era Kementerian Perhubungan untuk memperbaiki semua sarana dan fasilitas menyangkut angkutan umum.

"Kita juga harus cepat merespon karena beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengalami kemacetan,” ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan seiring dengan perekembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Untuk tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kita perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya. Maka kita perlu kaji lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait,” sebut Zulfikri.

O-Bahn adalah merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.



 

BERITA LAINNYA



Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan

 

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Kemenhub Kaji O-Bahn Sebagai Alternatif Pilihan Angkutan Massal Perkotaan