Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’  




Kamis 21 November 2019

21:24 WIB

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
@prfmnews

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
PRFMNewsChannel

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
Jumat 08 November 2019, 09:31 WIB
DPR RI
Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’




Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Dalam rangka pencapaian prestasi olahraga, Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk memaksimalkan sport science dan merumuskan peta jalan (roadmap) peningkatan prestasi olahraga, dan Kemenpora juga diminta untuk mengembangkan industri olahraga yang dapat mendukung sektor ekonomi dan pariwisata.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, di dalam olahraga itu ada yang namanya sport science, sport nutrition dan lainnya, dan Indonesia belum berkembang ke arah sana. Hanya sedikit sekali yang sudah berkembang ke arah sana untuk mengadakan bakat ilmiah dari para atlet.

“Saya dulu atlet taekwondo misalnya, ketika disini ya kita berkembangnya biasa saja. Tetapi ketika kita di train di luar negeri, dengan tata cara dan sebagainya, itu akan ada perubahan. Atlet-atlet usia 16 tahun yang dibawa ke luar negeri pun juga akan ada perubahan,” ucap Dede usai Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dede menerangkan, di Indonesia saat ini belum bisa mencapai ke arah sana, yang melakukan pengembangan bakat ilmiah atlet serta pelatihan dan pendampingan nutrisi atlet. Belum bisa, menurutnya bukan berarti tidak bisa, Indonesia bisa asal ilmu yang dari luar negeri diserap dan diaplikasikan di dalam negeri.

Sebagai mantan Atlet, Dede berpendapat mengapa dulu ia lebih memilih menjadi artis atau public figure, hal ini dikarenakan masa depan atlet masih dianggap suram. Kuncinya sederhana sekali bagi seorang atlet, yaitu masa depan atlet terjamin dengan baik dan bagus maka mereka akan memilih menjadi atlet.

“Bagaimana mensejahterakan atlet, ini satu pertanyaan tersendiri. Tentunya contoh tadi berbicara soal pensiunan atlet. Kan ada BPJS Ketenagakerjaan, itu kan bisa dikerjasamakan. Bagaimana mendorong atlet-atlet diangkat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), tetapi dia tidak punya pendidikan, akhirnya ketinggalan karirnya. Namun sekarang kan ada pelatihannya, jadi di fokuskan saja,”tandasnya.

Menanggapi adanya pertimbangan kewarganegaraan bagi Fabiano Da Rosa Beltrame dan Peyton Alexis Whitted, berdasarkan hasil rapat dengan Kemenpora, Komisi X DPR RI memberikan rekomendasi kewarganegaraan bagi keduanya. Dimana menurut Dede, yang namanya naturaliasi atlet itu suatu proses yang harus dihargai, karena mencari atlet asing itu sangat mahal. Ia menyarankan agar proses birokrasi yang ada di Kemenpora RI lebih taktis, gesit dan antisipatif.

"Contohnya kasus Fabiano. Kalau tidak salah, satu tahun lalu sudah di ajukan antara Januari atau Februari. Namun baru sekarang baru diajukan lagi. Jadi Kemenpora ini lamban dalam memberikan proses. Liga-nya sudah selesai, dia baru diajukan kembali, kan sayang. Jadi artinya apa, birokrasi di Kemenpora ini harus lebih taktis, lebih gesit, lebih cepat mengantisipasi. Karena namanya pemain, kan dia dibayar mahal, dan kalau dia tidak dipakai, berarti rugi dong,” tutupnya.










 

BERITA TERKAIT


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
 

BERITA PILIHAN


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

 

BERITA LAINNYA

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Ketum PSSI Iwan Bule Lepas Timnas U23 ke SEA Games 2019
Kamis 21 November 2019


Ketum PSSI Iwan Bule Lepas Timnas U23 ke SEA Games 2019
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ KPU Kabupaten Bandung Tunggu PKPU Larangan Mantan Koruptor Maju Pilkada Serentak
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ Jokowi Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Terus Dibenahi
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ Jokowi Perkenalkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Millenial
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ Pilkada 2020, Bawaslu Jabar Soroti Beban Kerja Petugas KPPS dan Pengawas
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ Jokowi Minta Tata Kelola BPJS Kesehatan Terus Dibenahi
Kamis 21 November 2019 Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

 

 

BERITA TERKAIT


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 Mulai Disusun
Rabu 21 Agustus 2019, 22:01 WIB Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Seluruh Fraksi DPR RI Sepakat Revisi UU PPP
Jumat 30 Agustus 2019, 16:31 WIB Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Daftar Anggota DPR RI Asal Jabar Periode 2019-2024
Minggu 01 September 2019, 17:00 WIB Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

DPR Desak Pemerintah Atasi Defisit DJS Kesehatan 2019
Selasa 03 September 2019, 14:51 WIB

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’ Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
Jumat 08 November 2019, 09:31 WIB
DPR RI

Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’
Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Dalam rangka pencapaian prestasi olahraga, Komisi X DPR RI mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk memaksimalkan sport science dan merumuskan peta jalan (roadmap) peningkatan prestasi olahraga, dan Kemenpora juga diminta untuk mengembangkan industri olahraga yang dapat mendukung sektor ekonomi dan pariwisata.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, di dalam olahraga itu ada yang namanya sport science, sport nutrition dan lainnya, dan Indonesia belum berkembang ke arah sana. Hanya sedikit sekali yang sudah berkembang ke arah sana untuk mengadakan bakat ilmiah dari para atlet.

“Saya dulu atlet taekwondo misalnya, ketika disini ya kita berkembangnya biasa saja. Tetapi ketika kita di train di luar negeri, dengan tata cara dan sebagainya, itu akan ada perubahan. Atlet-atlet usia 16 tahun yang dibawa ke luar negeri pun juga akan ada perubahan,” ucap Dede usai Rapat Kerja dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali beserta jajaran di Ruang Rapat Komisi X, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dede menerangkan, di Indonesia saat ini belum bisa mencapai ke arah sana, yang melakukan pengembangan bakat ilmiah atlet serta pelatihan dan pendampingan nutrisi atlet. Belum bisa, menurutnya bukan berarti tidak bisa, Indonesia bisa asal ilmu yang dari luar negeri diserap dan diaplikasikan di dalam negeri.

Sebagai mantan Atlet, Dede berpendapat mengapa dulu ia lebih memilih menjadi artis atau public figure, hal ini dikarenakan masa depan atlet masih dianggap suram. Kuncinya sederhana sekali bagi seorang atlet, yaitu masa depan atlet terjamin dengan baik dan bagus maka mereka akan memilih menjadi atlet.

“Bagaimana mensejahterakan atlet, ini satu pertanyaan tersendiri. Tentunya contoh tadi berbicara soal pensiunan atlet. Kan ada BPJS Ketenagakerjaan, itu kan bisa dikerjasamakan. Bagaimana mendorong atlet-atlet diangkat sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil), tetapi dia tidak punya pendidikan, akhirnya ketinggalan karirnya. Namun sekarang kan ada pelatihannya, jadi di fokuskan saja,”tandasnya.

Menanggapi adanya pertimbangan kewarganegaraan bagi Fabiano Da Rosa Beltrame dan Peyton Alexis Whitted, berdasarkan hasil rapat dengan Kemenpora, Komisi X DPR RI memberikan rekomendasi kewarganegaraan bagi keduanya. Dimana menurut Dede, yang namanya naturaliasi atlet itu suatu proses yang harus dihargai, karena mencari atlet asing itu sangat mahal. Ia menyarankan agar proses birokrasi yang ada di Kemenpora RI lebih taktis, gesit dan antisipatif.

"Contohnya kasus Fabiano. Kalau tidak salah, satu tahun lalu sudah di ajukan antara Januari atau Februari. Namun baru sekarang baru diajukan lagi. Jadi Kemenpora ini lamban dalam memberikan proses. Liga-nya sudah selesai, dia baru diajukan kembali, kan sayang. Jadi artinya apa, birokrasi di Kemenpora ini harus lebih taktis, lebih gesit, lebih cepat mengantisipasi. Karena namanya pemain, kan dia dibayar mahal, dan kalau dia tidak dipakai, berarti rugi dong,” tutupnya.






 

BERITA LAINNYA



Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Ketum PSSI Iwan Bule Lepas Timnas U23 ke SEA Games 2019
Kamis 21 November 2019
SEA GAMES 2019


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Ketum PSSI Iwan Bule Lepas Timnas U23 ke SEA Games 2019
Kamis 21 November 2019
SEA GAMES 2019


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

KPU Kabupaten Bandung Tunggu PKPU Larangan Mantan Koruptor Maju Pilkada Serentak
Kamis 21 November 2019
Larangan Mantan Koruptor Maju di Pilkada 2020


Kemenpora Diminta Maksimalkan ‘Sport Science’

Jokowi Perkenalkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Millenial
Kamis 21 November 2019
Staf Khusus Presiden