Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu  




Senin 27 Mei 2019

04:03 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
@prfmnews

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
PRFMNewsChannel

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu




Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 



Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

BERITA TERKAIT


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
 

BERITA PILIHAN


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

BERITA LAINNYA

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Selama Ramadan, Volume Sampah di Garut Meningkat 50 Persen
Minggu 26 Mei 2019


Naturalisasi Belum Rampung, Umuh Muchtar Beri Motivasi Fabiano
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Manajemen Masih Bahas Nasib Fabiano Beltrame
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Manajemen Masih Bahas Nasib Fabiano Beltrame
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Ada Perubahan Lagi, Berikut Jadwal Persib Pekan ke-4 Hingga 10
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Naturalisasi Fabiano Beltrame Terhambat Karena Setneg Minta Kajian
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Kemenkum HAM Paling Banyak Bersinggungan dengan Kompetisi Sepabola Indonesia
Minggu 26 Mei 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

 

BERITA TERKAIT

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 



 

BERITA LAINNYA



Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu