Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu  




Kamis 21 November 2019

02:19 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
@prfmnews

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
PRFMNewsChannel

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu




Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 










 

BERITA TERKAIT


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
 

BERITA PILIHAN


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

BERITA LAINNYA

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019


Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Horison Ultima Bandung Jaga Silaturahmi Melalui General Staff Metting
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Deden Natsir Beberkan Kondisi Terkini Cederanya
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Lewat Desa Cageur, Pemprov Harap Angka Stunting di Jabar Turun
Rabu 20 November 2019 Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

 

 

BERITA TERKAIT

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Senin 22 April 2019, 20:40 WIB

Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu
Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Pemilu Serentak 2019 menghadirkan lima pemilihan sekaligus mulai dari Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, dan DPD RI. Pelaksanan Pemilu Serentak terbesar di dunia ini diwarnai sejumlah persoalan. Sejauh ini, sedikitnya 54 petugas KPPS meninggal dunia. 

Adanya persoalan itu membuat Koalisi Pemantau Pemilu menyodorkan solusi agar memisahkan pemilu serentak di tingkat nasional dan tingkat daerah. Pasalnya, hal itu dinilai mampu mengurangi resiko pemilu. 

Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengapresiai penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu yang telah melangsungkan pemilu dengan lancar. Mengenai solusi perubahan metode pemilu, ia mengaku hal itu terlalu cepat jika dilakukan saat ini. 

"Nanti lah (evaluasi), pemilu kan belum selesai, itu kecepetan," katanya saat On Air di PRFM, Senin (22/4/2019). 

Ia ingin masyarakat menunggu terlebih dahulu pemilu selesai. Menurutnya, masih banyak hal penting yang harus segera dilakukan saat ini ketimbang melakukan evaluasi pemilu. Seperti, meredakan ketegangan paslon capres-cawapres beserta pendukungnya, 

"Pemilu belum usai, ketegangan masih ada, paslon masih saling klaim kemenangan, itu gimana. Ini jauh lebih penting ketimbang evaluasi," katanya. 

Ia mengatakan, setelah pemilu usai, barulah dilakukan evaluasi. Evaluasi menurutnya, mesti dilakukan secara komprehensif. 

"Evaluasi harus terintegrasi dan komprehensif, menilainya jangan satu persatu," katanya. 






 

BERITA LAINNYA



Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Belasan Suporter Indonesia Sempat Ditahan Polisi Malaysia
Rabu 20 November 2019
Kualifikasi Piala Dunia 2022


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Buruh Tolak UMK Kota Bandung 2020
Rabu 20 November 2019
Upah Minimum Kota/Kabupaten


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

DPRD Akui Kecolongan Soal Anggaran Pembangunan Kolam Renang Gedung Pakuan
Rabu 20 November 2019
Kolam Renang di Gedung Pakuan


Ketimbang Evaluasi, Mending Redakan Dulu Ketegangan Pemilu

Jalur Lingkar Emen Mulai Dibangun
Rabu 20 November 2019
Tanjakan Emen