Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober  




Jumat 18 Oktober 2019

08:46 WIB

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
@prfmnews

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
PRFMNewsChannel

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
Rabu 02 Oktober 2019, 07:01 WIB
NASIONAL
Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober




Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Istimewa/Net

BANDUNG, (PRFM) - Setiap tahunnya tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional.

Bukan tanpa alasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu mengelurakan keputusan presiden tersebut. Sebab di tahun yang sama, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik sebagai warisan  kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi.

Dikutip PRFM dari berbagai sumber, pada bulan September 2009, Batik Indonesia didaftarkan untuk untuk mendapat status warisan dunia asal Indonesia ke UNESCO. Satu bulan berselang, 2 Oktober 2009 dari 76 seni dan budaya yang didaftarkan ke UNESCO dari seluruh dunia, Batik asal Indonesia menjadi salah satu warisan yang diakui dunia.

Menurut UNESCO, batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia. Saat itu, setelah UNESCO resmi menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda.

Sejarah Batik Indonesia

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.










 

BERITA TERKAIT


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
 

BERITA PILIHAN


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

 

BERITA LAINNYA

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019


Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober Pemerintah Buka 197.117 Formasi, Inilah Jadwal Rekrutmen CPNS 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober Deklarasi Damai Pilkades Kabupaten Bandung Sukses Tanpa Ekses
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober Ormas Se-Kabupaten Bandung Tolak Aksi Anarkis Jelang Pelantikan Presiden
Jumat 18 Oktober 2019 Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

 

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
Rabu 02 Oktober 2019, 07:01 WIB
NASIONAL

Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober
Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Istimewa/Net


BANDUNG, (PRFM) - Setiap tahunnya tanggal 2 Oktober, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional.

Bukan tanpa alasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu mengelurakan keputusan presiden tersebut. Sebab di tahun yang sama, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Batik sebagai warisan  kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi.

Dikutip PRFM dari berbagai sumber, pada bulan September 2009, Batik Indonesia didaftarkan untuk untuk mendapat status warisan dunia asal Indonesia ke UNESCO. Satu bulan berselang, 2 Oktober 2009 dari 76 seni dan budaya yang didaftarkan ke UNESCO dari seluruh dunia, Batik asal Indonesia menjadi salah satu warisan yang diakui dunia.

Menurut UNESCO, batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia. Saat itu, setelah UNESCO resmi menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda.

Sejarah Batik Indonesia

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.






 

BERITA LAINNYA



Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Jelang Pelantikan Presiden, Pemkot Bandung Imbau Warganya Gelar Doa Bersama
Jumat 18 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Kisah Menarik di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Inilah Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024
Jumat 18 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024