Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus  




Jumat 21 Juni 2019

06:16 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
@prfmnews

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
PRFMNewsChannel

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Rabu 12 Juni 2019, 13:45 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus




Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Foto Oleh : Ilustrasi PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Kementrian Perhubungan berencana melarang diskon pada tarif ojek online (ojol). Pelarangan itu akan dilakukan karena diskon yang diberikan dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat antar operator. Kemenhub sedang mematangkan aturan ini yang rencananya akan diluncurkan akhir Juni 2019.

Menanggapi rencana ini, Ketua Umum Himpunan Transportasi Online Bersama (HTOB), Michael Pratama Jaya memandang dibandingkan menghapus diskon, Kemenhub seharusnya membuat regulasi untuk mengatur promosi dan diskon. Hal ini sekaligus akan mengatur kompetisi, dan membuka peluang bagi operator baru sehingga dapat turut berkompetisi dalam bisnis ojek online.

"Lebih baik daripada Kemenhub menghapus diskon atau promo ini, sebaiknya Kemenhub mengatur diskon dan promo. Sehingga kompetisi yang diharapkan dapat berjalan baik dan memberikan ruang kepada pemain (red: operator) baru. Pemerintah menentukan siapa saja yang boleh melakukan promosi, jumlahnya berapa. Agar yang dominat tidak mematikan yang kecil", ujar Michael

Konsumen dinilai belum siap apabila pemerintah menghapus diskon dan promosi. "Karena kalau langsung tarif promosinya dihapuskan saya rasa masyarakat belum siap. Masyarakat ini yang dimaksud, baik pengguna maupun pengemudinya. Karena penghapusan diskon ini akan berdampak pada kenaikan tarif", tambah Michael.



Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

BERITA TERKAIT


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
 

BERITA PILIHAN


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

BERITA LAINNYA

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Kader Main Game Saat Sidang Paripurna, Gerindra: Mungkin Hilangkan Kantuk
Kamis 20 Juni 2019


Hanya Punya 2 Sekolah Negeri, Warga Cibiru Keluhkan Aturan PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Kader Main Game Saat Sidang Paripurna, Gerindra: Mungkin Hilangkan Kantuk
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus FAGI Harap Kepala Sekolah Berani Diskualifikasi Calon Siswa yang Curang di PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Disdik Jabar: Anak Kedua Ridwan Kamil Daftar PPDB Sesuai Aturan
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Hanya Punya 2 Sekolah Negeri, Warga Cibiru Keluhkan Aturan PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Kasus DBD di Kota Bandung Cenderung Meningkat Pada Pekan Awal Musim Kemarau
Kamis 20 Juni 2019 Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

 

BERITA TERKAIT

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Rabu 12 Juni 2019, 13:45 WIB

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus
Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus


Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Redaksi Oleh : Shinta Puspita
Sumber Foto : Ilustrasi PRFM



BANDUNG, (PRFM) - Kementrian Perhubungan berencana melarang diskon pada tarif ojek online (ojol). Pelarangan itu akan dilakukan karena diskon yang diberikan dinilai menimbulkan persaingan tidak sehat antar operator. Kemenhub sedang mematangkan aturan ini yang rencananya akan diluncurkan akhir Juni 2019.

Menanggapi rencana ini, Ketua Umum Himpunan Transportasi Online Bersama (HTOB), Michael Pratama Jaya memandang dibandingkan menghapus diskon, Kemenhub seharusnya membuat regulasi untuk mengatur promosi dan diskon. Hal ini sekaligus akan mengatur kompetisi, dan membuka peluang bagi operator baru sehingga dapat turut berkompetisi dalam bisnis ojek online.

"Lebih baik daripada Kemenhub menghapus diskon atau promo ini, sebaiknya Kemenhub mengatur diskon dan promo. Sehingga kompetisi yang diharapkan dapat berjalan baik dan memberikan ruang kepada pemain (red: operator) baru. Pemerintah menentukan siapa saja yang boleh melakukan promosi, jumlahnya berapa. Agar yang dominat tidak mematikan yang kecil", ujar Michael

Konsumen dinilai belum siap apabila pemerintah menghapus diskon dan promosi. "Karena kalau langsung tarif promosinya dihapuskan saya rasa masyarakat belum siap. Masyarakat ini yang dimaksud, baik pengguna maupun pengemudinya. Karena penghapusan diskon ini akan berdampak pada kenaikan tarif", tambah Michael.



 

BERITA LAINNYA



Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus

 

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Konsumen Tidak Siap Diskon Ojol Dihapus