Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya  




Selasa 21 Agustus 2018

16:41 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
@prfmnews

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
PRFMNewsChannel

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Rabu 14 Februari 2018, 21:50 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya




Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Bupati Subang, Imas Aryumningsih terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin malam, Selasa (13/2/2018). Tertangkapnya Imas diduga terkait kasus suap perijinan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Subang. 

Imas bukanlah Bupati Subang pertama yang terjerat kasus korupsi. Dua Bupati Subang sebelumnya yakni Eep Hidayat dan Ojang Subandi juga pernah terjerat kasus serupa.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Korupsi dari Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Aceng Abdullah menilai Bupati Subang, Imas Aryumningsih tidak berkaca dari bupati Subang sebelumnya yang pernah terjerat korupsi.

"Bupati Subang sebelumnya kan pernah tertangkap juga karena korupsi, eh ini kena lagi. Benar-benar kaget, kok dia tidak berkaca pada Bupati sebelumnya," ujar Aceng kepada PRFM, Rabu (14/2/2018).

Ia pun merasa prihatin karena menurut data, bupati dan walikota yang terjerat korupsi sudah mencapai 58 orang. 

"Pemberitaan OTT korupsi ini sudah banyak, sudah banyak pula yang ditangkap dan ditahan, namun ada lagi kasus serupa. Itu tidak dijadikan pelajaran. Apakah politisi sudah tidak takut atau menganggap enteng," tambahnya.

Ditanya mengenai pengawasan inspektorat, ia mengatakan karena kasus korupsi tersebut terkait suap pemberian izin, jadi tidak masuk ranah pengawasan inspektorat.

"Untuk urusan keuangan kan sudah dibuat sistem yang ketat, sistem pelaporan yang amat ketat. Tetapi kan korupsi itu tidak hanya memainkan uang negara, justru banyak terungkap masalah suap gratikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga khawatir dengan banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah bisa mengurangi tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada.

"Menghadapi pemilu tentunya hal ini bisa mengurangi minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada, mereka menjadi tidak percaya," pungkasnya.



Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

BERITA TERKAIT


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
 

BERITA PILIHAN


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

BERITA LAINNYA

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Jadi Rute Road Race Asian Games 2018, Jalur Subang Ditutup Sementara
Selasa 21 Agustus 2018


Raih Perak, Sri Wahyuni Menangis dan Minta Maaf
Selasa 21 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Antrean Online Permohonan Paspor Dibuka Kembali 26 Agustus 2018
Selasa 21 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Venue Bekas Olimpiade di Beijing Jadi Tempat yang Menakutkan
Selasa 21 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Demokrat Optimis Jadi Partai Pemilu 2019
Selasa 21 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Juara Grup A, Timnas Indonesia Jumpa Uni Emirat Arab di 16 Besar
Selasa 21 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Perempuan Inggris yang Jatuh dari Kapal Pesiar Berhasil Diselamatkan
Senin 20 Agustus 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

 

BERITA TERKAIT

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Rabu 14 Februari 2018, 21:50 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Bupati Subang, Imas Aryumningsih terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin malam, Selasa (13/2/2018). Tertangkapnya Imas diduga terkait kasus suap perijinan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Subang. 

Imas bukanlah Bupati Subang pertama yang terjerat kasus korupsi. Dua Bupati Subang sebelumnya yakni Eep Hidayat dan Ojang Subandi juga pernah terjerat kasus serupa.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Korupsi dari Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Aceng Abdullah menilai Bupati Subang, Imas Aryumningsih tidak berkaca dari bupati Subang sebelumnya yang pernah terjerat korupsi.

"Bupati Subang sebelumnya kan pernah tertangkap juga karena korupsi, eh ini kena lagi. Benar-benar kaget, kok dia tidak berkaca pada Bupati sebelumnya," ujar Aceng kepada PRFM, Rabu (14/2/2018).

Ia pun merasa prihatin karena menurut data, bupati dan walikota yang terjerat korupsi sudah mencapai 58 orang. 

"Pemberitaan OTT korupsi ini sudah banyak, sudah banyak pula yang ditangkap dan ditahan, namun ada lagi kasus serupa. Itu tidak dijadikan pelajaran. Apakah politisi sudah tidak takut atau menganggap enteng," tambahnya.

Ditanya mengenai pengawasan inspektorat, ia mengatakan karena kasus korupsi tersebut terkait suap pemberian izin, jadi tidak masuk ranah pengawasan inspektorat.

"Untuk urusan keuangan kan sudah dibuat sistem yang ketat, sistem pelaporan yang amat ketat. Tetapi kan korupsi itu tidak hanya memainkan uang negara, justru banyak terungkap masalah suap gratikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga khawatir dengan banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah bisa mengurangi tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada.

"Menghadapi pemilu tentunya hal ini bisa mengurangi minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada, mereka menjadi tidak percaya," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Raih Perak, Sri Wahyuni Menangis dan Minta Maaf
Selasa 21 Agustus 2018
Asian Games 2018


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Demokrat Optimis Jadi Partai Pemilu 2019
Selasa 21 Agustus 2018
Pileg 2019


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya