Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya  




Senin 19 Februari 2018

07:01 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
@prfmnews

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
PRFMNewsChannel

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Rabu 14 Februari 2018, 21:50 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya




Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Bupati Subang, Imas Aryumningsih terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin malam, Selasa (13/2/2018). Tertangkapnya Imas diduga terkait kasus suap perijinan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Subang. 

Imas bukanlah Bupati Subang pertama yang terjerat kasus korupsi. Dua Bupati Subang sebelumnya yakni Eep Hidayat dan Ojang Subandi juga pernah terjerat kasus serupa.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Korupsi dari Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Aceng Abdullah menilai Bupati Subang, Imas Aryumningsih tidak berkaca dari bupati Subang sebelumnya yang pernah terjerat korupsi.

"Bupati Subang sebelumnya kan pernah tertangkap juga karena korupsi, eh ini kena lagi. Benar-benar kaget, kok dia tidak berkaca pada Bupati sebelumnya," ujar Aceng kepada PRFM, Rabu (14/2/2018).

Ia pun merasa prihatin karena menurut data, bupati dan walikota yang terjerat korupsi sudah mencapai 58 orang. 

"Pemberitaan OTT korupsi ini sudah banyak, sudah banyak pula yang ditangkap dan ditahan, namun ada lagi kasus serupa. Itu tidak dijadikan pelajaran. Apakah politisi sudah tidak takut atau menganggap enteng," tambahnya.

Ditanya mengenai pengawasan inspektorat, ia mengatakan karena kasus korupsi tersebut terkait suap pemberian izin, jadi tidak masuk ranah pengawasan inspektorat.

"Untuk urusan keuangan kan sudah dibuat sistem yang ketat, sistem pelaporan yang amat ketat. Tetapi kan korupsi itu tidak hanya memainkan uang negara, justru banyak terungkap masalah suap gratikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga khawatir dengan banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah bisa mengurangi tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada.

"Menghadapi pemilu tentunya hal ini bisa mengurangi minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada, mereka menjadi tidak percaya," pungkasnya.



Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

BERITA TERKAIT


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
 

BERITA PILIHAN


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

BERITA LAINNYA

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiaya Neneng
Minggu 18 Februari 2018


Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiaya Neneng
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Neneng Fatimah Jadi Korban Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Ciumbuleuit
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Neneng Fatimah Jadi Korban Penganiayaan dengan Senjata Tajam di Ciumbuleuit
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Jadi Bagian Proyek Metro Kapsul, PD Pasar Miliki Beban Baru
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Jadi Bagian Proyek Metro Kapsul, PD Pasar Miliki Beban Baru
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya DPU Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pemeliharaan Infrastruktur
Minggu 18 Februari 2018 Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

 

BERITA TERKAIT

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Rabu 14 Februari 2018, 21:50 WIB

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya
Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Bupati Subang, Imas Aryumningsih terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin malam, Selasa (13/2/2018). Tertangkapnya Imas diduga terkait kasus suap perijinan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Subang. 

Imas bukanlah Bupati Subang pertama yang terjerat kasus korupsi. Dua Bupati Subang sebelumnya yakni Eep Hidayat dan Ojang Subandi juga pernah terjerat kasus serupa.

Menanggapi hal itu, Pengamat Komunikasi Korupsi dari Fikom Universitas Padjajaran (Unpad) Aceng Abdullah menilai Bupati Subang, Imas Aryumningsih tidak berkaca dari bupati Subang sebelumnya yang pernah terjerat korupsi.

"Bupati Subang sebelumnya kan pernah tertangkap juga karena korupsi, eh ini kena lagi. Benar-benar kaget, kok dia tidak berkaca pada Bupati sebelumnya," ujar Aceng kepada PRFM, Rabu (14/2/2018).

Ia pun merasa prihatin karena menurut data, bupati dan walikota yang terjerat korupsi sudah mencapai 58 orang. 

"Pemberitaan OTT korupsi ini sudah banyak, sudah banyak pula yang ditangkap dan ditahan, namun ada lagi kasus serupa. Itu tidak dijadikan pelajaran. Apakah politisi sudah tidak takut atau menganggap enteng," tambahnya.

Ditanya mengenai pengawasan inspektorat, ia mengatakan karena kasus korupsi tersebut terkait suap pemberian izin, jadi tidak masuk ranah pengawasan inspektorat.

"Untuk urusan keuangan kan sudah dibuat sistem yang ketat, sistem pelaporan yang amat ketat. Tetapi kan korupsi itu tidak hanya memainkan uang negara, justru banyak terungkap masalah suap gratikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut ia juga khawatir dengan banyaknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah bisa mengurangi tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada.

"Menghadapi pemilu tentunya hal ini bisa mengurangi minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada, mereka menjadi tidak percaya," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiaya Neneng
Minggu 18 Februari 2018
Kota Bandung


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiaya Neneng
Minggu 18 Februari 2018
Kota Bandung


Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya

 

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Korupsi Berulang, Pengamat Nilai Bupati Subang Tak Berkaca Dari Kasus Sebelumnya