KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen  




Rabu 16 Oktober 2019

17:10 WIB

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
@prfmnews

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
PRFMNewsChannel

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
Senin 11 Februari 2019, 12:20 WIB
Jawa Barat
KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen




KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Humas Polda Jabar

Foto: Anggota Ditres Narkoba Polda Jabar saat amankan MRF (18) yang memiliki industri tembakau gorilla di Apartemen Asia Afrika Residence di Jalan Karapitan, Kota Bandung.

BANDUNG, (PRFM) - Polda Jabar mengamankan MRF (18) sebagai otak dari industri pabrikan narkotika jenis tembakau gorila. Ia diamankan di kamarnya yang berlokasi di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, Jalan Karapitan, Bandung, Rabu (6/2/2019) lalu. 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyayangkan adanya kasus yang melibatkan anak-anak tersebut. 

"Kita prihatin anak dilibatkan dalam jaringan ini," katanya saat On Air di PRFM, Senin (11/2/2019). 

Jasra mengatakan, kasus narkoba yang menjadikan anak sasaran jaringannya, bukan pertama kali terjadi. Untuk itu ia mendorong kepolisian agar mengembangkan penyelidikan sampai terungkap jaringannya. 

"Saya minta polisi untuk mengembangkan penyelidikan, beberapa kasus kita lihat ini pelakunya tidak tunggal, ada jaringan. Ini kan bisnis besar, apalagi yang ditemukan cukup besar, sehingga diketahui otak pelaku peredaran tembakau gorila ini," katanya.

Karena kasus ini tengah diproses kepolisian, ia berharap polisi menerapkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dengan demikian, disamping pelaku diproses hukum, hak-haknya sebagai anak juga tetap terpenuhi. 

"Tentu ada hak-hak anak yang harus menjadi perhatian. Misal, akses dia bertemu orangtuanya, memperoleh pendidikan, lalu hak-hak lain yang harus menjadi perhatian," katanya. 

Jasra menambahkan, KPAI akan menunggu hasil penyelidikan, setelah itu pihaknya akan berkordinasi dengan kepolisian terkait langkah-langkah hukum dan pengembangan jaringannya. Ia juga mendorong semua pihak terutama orangtua dan masyarakat untuk sama-sama melindungi anak agar terhindar dari jaringan peredaran obat terlarang. 

"Sehingga anak-anak lain bisa kita lindungi," jelasnya. 










 

BERITA TERKAIT


KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
 

BERITA PILIHAN


KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

 

BERITA LAINNYA

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019


Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen Keberadaan Hotel Baru Bisa Tunjang Pariwisata Purwakarta
Rabu 16 Oktober 2019 KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

 

 

BERITA TERKAIT


KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
Senin 11 Februari 2019, 12:20 WIB
Jawa Barat

KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen
KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen


KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Humas Polda Jabar


Foto: Anggota Ditres Narkoba Polda Jabar saat amankan MRF (18) yang memiliki industri tembakau gorilla di Apartemen Asia Afrika Residence di Jalan Karapitan, Kota Bandung.

BANDUNG, (PRFM) - Polda Jabar mengamankan MRF (18) sebagai otak dari industri pabrikan narkotika jenis tembakau gorila. Ia diamankan di kamarnya yang berlokasi di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, Jalan Karapitan, Bandung, Rabu (6/2/2019) lalu. 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyayangkan adanya kasus yang melibatkan anak-anak tersebut. 

"Kita prihatin anak dilibatkan dalam jaringan ini," katanya saat On Air di PRFM, Senin (11/2/2019). 

Jasra mengatakan, kasus narkoba yang menjadikan anak sasaran jaringannya, bukan pertama kali terjadi. Untuk itu ia mendorong kepolisian agar mengembangkan penyelidikan sampai terungkap jaringannya. 

"Saya minta polisi untuk mengembangkan penyelidikan, beberapa kasus kita lihat ini pelakunya tidak tunggal, ada jaringan. Ini kan bisnis besar, apalagi yang ditemukan cukup besar, sehingga diketahui otak pelaku peredaran tembakau gorila ini," katanya.

Karena kasus ini tengah diproses kepolisian, ia berharap polisi menerapkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dengan demikian, disamping pelaku diproses hukum, hak-haknya sebagai anak juga tetap terpenuhi. 

"Tentu ada hak-hak anak yang harus menjadi perhatian. Misal, akses dia bertemu orangtuanya, memperoleh pendidikan, lalu hak-hak lain yang harus menjadi perhatian," katanya. 

Jasra menambahkan, KPAI akan menunggu hasil penyelidikan, setelah itu pihaknya akan berkordinasi dengan kepolisian terkait langkah-langkah hukum dan pengembangan jaringannya. Ia juga mendorong semua pihak terutama orangtua dan masyarakat untuk sama-sama melindungi anak agar terhindar dari jaringan peredaran obat terlarang. 

"Sehingga anak-anak lain bisa kita lindungi," jelasnya. 






 

BERITA LAINNYA



KPAI Sayangkan Adanya Pelajar SMA yang Buat Industri Tembakau di Apartemen

Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019
Bulutangkis