KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun  




Jumat 18 Oktober 2019

08:01 WIB

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
@prfmnews

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
PRFMNewsChannel

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
Selasa 17 September 2019, 17:59 WIB
Kenaikan Cukai Rokok
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun




KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi - Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyebut sejumlah pengusaha rokok di Indonesia mampu mencapai keuntungan Rp 400 triliun dalam setahun.

Ia menjelaskan, fantastisnya penghasilan pengusaha rokok diakibatkan negara dunia ketiga seperti Indonesia menjadi sasaran setelah negara-negara di Eropa dan Amerika mulai menolak kehadiran pabrik rokok.

"Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika, sebenarnya pabrik-pabrik rokok itu nyaris tidak punya tempat dan harga rokok juga tinggi. Pabrik rokok ini kemudian mencari pasar di negara-negara Asia, salah satunya di Indonesia dengan pasar luar biasa," beber Retno saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa (17/9/2019).

Retno melanjutkan, penghasilan para pengusaha rokok semakin besar saat mereka berhasil membuat gaya hidup kecanduan rokok kepada kalangan usia remaja dan anak-anak.

Oleh sebab itu, Retno menyatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pemerintah untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen pada Januari tahun depan.

"Dengan menaikkan cukai, kita berharap harga rokok akan naik dengan sendirinya. Mudah-mudahan daya beli anak-anak atau remaja terhadap rokok menjadi tidak terjangkau," pungkasnya.

Namun demikian, angka yang disebutkan Retno Listyarti dibantah oleh pejabat dari perusahaan rokok di Indonesia. Menurut Brand Manager Djarum Super Roland Hakim, angka yang disebutkan oleh komisioner KPAI tersebut terlalu fantastis untuk ukuran industri rokok.

"Saya tidak bisa menyebut angka pastinya, tapi yang pasti tidak mencapai angka tersebut," kata Brand Manager Djarum Super Roland Hakim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.










 

BERITA TERKAIT


SFB Sambut Baik Kenaikan Cukai Rokok

Selasa 17 September 2019

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
 

BERITA PILIHAN


KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

 

BERITA LAINNYA

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

Kemendagri: Tak Ada Kompromi bagi Kelompok Penyebar Ideologi Selain Pancasila
Jumat 18 Oktober 2019


Jumat dan Sabtu Besok ITB Gelar Wisuda, Waspadai Kepadatan di Sabuga
Jumat 18 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun Tutup Musim dengan Hasil Seri, Blitar United Dipastikan Degradasi
Kamis 17 Oktober 2019 KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

 

 

BERITA TERKAIT


KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

Pemerintah Naikkan Cukai Rokok 23% Mulai 2020
Sabtu 14 September 2019, 17:30 WIB KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

SFB Sambut Baik Kenaikan Cukai Rokok
Selasa 17 September 2019, 11:36 WIB KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
Selasa 17 September 2019, 17:59 WIB
Kenaikan Cukai Rokok

KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun
KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun


KPAI Sebut Penghasilan Pengusaha Rokok Bisa Capai Rp 400 Triliun Per Tahun

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi - Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyebut sejumlah pengusaha rokok di Indonesia mampu mencapai keuntungan Rp 400 triliun dalam setahun.

Ia menjelaskan, fantastisnya penghasilan pengusaha rokok diakibatkan negara dunia ketiga seperti Indonesia menjadi sasaran setelah negara-negara di Eropa dan Amerika mulai menolak kehadiran pabrik rokok.

"Di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika, sebenarnya pabrik-pabrik rokok itu nyaris tidak punya tempat dan harga rokok juga tinggi. Pabrik rokok ini kemudian mencari pasar di negara-negara Asia, salah satunya di Indonesia dengan pasar luar biasa," beber Retno saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Selasa (17/9/2019).

Retno melanjutkan, penghasilan para pengusaha rokok semakin besar saat mereka berhasil membuat gaya hidup kecanduan rokok kepada kalangan usia remaja dan anak-anak.

Oleh sebab itu, Retno menyatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh upaya pemerintah untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen pada Januari tahun depan.

"Dengan menaikkan cukai, kita berharap harga rokok akan naik dengan sendirinya. Mudah-mudahan daya beli anak-anak atau remaja terhadap rokok menjadi tidak terjangkau," pungkasnya.

Namun demikian, angka yang disebutkan Retno Listyarti dibantah oleh pejabat dari perusahaan rokok di Indonesia. Menurut Brand Manager Djarum Super Roland Hakim, angka yang disebutkan oleh komisioner KPAI tersebut terlalu fantastis untuk ukuran industri rokok.

"Saya tidak bisa menyebut angka pastinya, tapi yang pasti tidak mencapai angka tersebut," kata Brand Manager Djarum Super Roland Hakim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.






 

BERITA LAINNYA