Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob  




Senin 21 Mei 2018

15:48 WIB

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
@prfmnews

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
PRFMNewsChannel

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
Rabu 09 Mei 2018, 17:29 WIB

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob




Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

DEPOK, (PRFM).- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengabarkan enam orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob,  Kelapa Dua, Kota Depok, Selasa, (8/5/2018). Lima korban merupakan petugas kepolisian dan satu orang narapidana kasus terorisme.


"Rekan kami 5 gugur saat ini (jasadnya) sudah di Rumah Sakit Kramat Jati  dan satu dari mereka terpaksa kita lakukan upaya kepolisian karena melawan petugas, dan mengambil sejata petugas juga tewas," kata Iqbal seperti dilaporkan pikiran-rakyat Rabu (09/5/2018) sore ini.


Sementara itu, satu petugas lain masih disandera oleh para narapidana teroris tersebut. 


Iqbal memastikan suasana sudah kondusif. Petugas masih melakukan langkah-langkah negosiasi.‎ "Kami dapat mengamankan situasi, memblokir tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar," ujarnya.


Iqbal juga memohon dukungan masyarakat agar Korps Bhayangkara bisa menanggulangi insiden tersebut.‎ "Mohon doa juga agar rekan-rekan kami yang gugur diterima di sisi Allah dan yang di dalam (disandera)  juga selamat," kata Iqbal.


Dia mengimbau awak media agar tak terlalu menyebarkanluaskan kejadian itu. "Ini adalah tujuan dari teroris menyebar ketakutan, mari kita bersama memerangi aksi teror-teror ini," ujarnya.


Iqbal menambahkan, bentrok dipicu persoalan makanan tahanan. "Masalah tersebut adalah standar prosedur kepolisian pada saat memverifikasi makanan yang masuk ke setiap Rutan. Kami harus memastikan  bahwa makanan itu sehat, makanan itu steril, tidak ada barang-barang yang terlarang masuk,  pada saat itu terjadi keributan, insiden," kata Iqbal.


Enam petugas disandera para narapidana teroris saat itu.‎ "Langkah-langkah yang kami ambil adalah pertama melakukan upaya kepolisian yaitu megendalikan situasi, alhamdulillah situasi sejak kemarin hingga detik ini sangat terkendali," ucapnya. Terkait persoalan tuntutan apa yang diminta para narapidana, Iqbal tak menjawab.


Sebelumnya, polisi membantah ISIS menjadi dalang kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Depok. Kerusuhan diduga dipicu karena persoalan pengiriman makanan.


"Jadi makanan yang harus sesuai sesuai SOP harus diverifikasi oleh kami apakah ada barang lain itu terjadi keributan cek cok itu saja," kata ‎Iqbal pagi tadi.


Iqbal mengakui isu yang berkembang di media sosial bergulir denga cepat. Namun, dia menyatakan Korps Bhayangkara bisa mengendalikan situasi. "Soft approach pendekatan terus kami lakukan. Karena ini proses negosiasi dan juga ini memerlukan proses saat ini situasi dapat sangat kami kendalikan," ujarnya.



Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

 

BERITA TERKAIT


Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
 

BERITA PILIHAN


Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

 

BERITA LAINNYA

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Polisi Amankan 10 Orang yang Terlibat Pembacokan Seorang Warga di Jalan Bima
Senin 21 Mei 2018


Polisi Amankan 10 Orang yang Terlibat Pembacokan Seorang Warga di Jalan Bima
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob Bauman Bermain, Persib Optimis Lumat PSM
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob Bauman Bermain, Persib Optimis Lumat PSM
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob KPU Kota Bandung dan BEM Unpad Ajak Pemilih Pemula "Ngariung Bareng Demokrasi"
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob KPU Kota Bandung dan BEM Unpad Ajak Pemilih Pemula "Ngariung Bareng Demokrasi"
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob Percantik Kandang, Bandung Zoo Siap Tampil dengan Wajah Baru Saat Lebaran
Senin 21 Mei 2018 Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

 

 

BERITA TERKAIT

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
Rabu 09 Mei 2018, 17:29 WIB

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob
Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob


Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


DEPOK, (PRFM).- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal mengabarkan enam orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob,  Kelapa Dua, Kota Depok, Selasa, (8/5/2018). Lima korban merupakan petugas kepolisian dan satu orang narapidana kasus terorisme.


"Rekan kami 5 gugur saat ini (jasadnya) sudah di Rumah Sakit Kramat Jati  dan satu dari mereka terpaksa kita lakukan upaya kepolisian karena melawan petugas, dan mengambil sejata petugas juga tewas," kata Iqbal seperti dilaporkan pikiran-rakyat Rabu (09/5/2018) sore ini.


Sementara itu, satu petugas lain masih disandera oleh para narapidana teroris tersebut. 


Iqbal memastikan suasana sudah kondusif. Petugas masih melakukan langkah-langkah negosiasi.‎ "Kami dapat mengamankan situasi, memblokir tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar," ujarnya.


Iqbal juga memohon dukungan masyarakat agar Korps Bhayangkara bisa menanggulangi insiden tersebut.‎ "Mohon doa juga agar rekan-rekan kami yang gugur diterima di sisi Allah dan yang di dalam (disandera)  juga selamat," kata Iqbal.


Dia mengimbau awak media agar tak terlalu menyebarkanluaskan kejadian itu. "Ini adalah tujuan dari teroris menyebar ketakutan, mari kita bersama memerangi aksi teror-teror ini," ujarnya.


Iqbal menambahkan, bentrok dipicu persoalan makanan tahanan. "Masalah tersebut adalah standar prosedur kepolisian pada saat memverifikasi makanan yang masuk ke setiap Rutan. Kami harus memastikan  bahwa makanan itu sehat, makanan itu steril, tidak ada barang-barang yang terlarang masuk,  pada saat itu terjadi keributan, insiden," kata Iqbal.


Enam petugas disandera para narapidana teroris saat itu.‎ "Langkah-langkah yang kami ambil adalah pertama melakukan upaya kepolisian yaitu megendalikan situasi, alhamdulillah situasi sejak kemarin hingga detik ini sangat terkendali," ucapnya. Terkait persoalan tuntutan apa yang diminta para narapidana, Iqbal tak menjawab.


Sebelumnya, polisi membantah ISIS menjadi dalang kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Depok. Kerusuhan diduga dipicu karena persoalan pengiriman makanan.


"Jadi makanan yang harus sesuai sesuai SOP harus diverifikasi oleh kami apakah ada barang lain itu terjadi keributan cek cok itu saja," kata ‎Iqbal pagi tadi.


Iqbal mengakui isu yang berkembang di media sosial bergulir denga cepat. Namun, dia menyatakan Korps Bhayangkara bisa mengendalikan situasi. "Soft approach pendekatan terus kami lakukan. Karena ini proses negosiasi dan juga ini memerlukan proses saat ini situasi dapat sangat kami kendalikan," ujarnya.



 

BERITA LAINNYA



Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob

 

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Lima Polisi dan Satu Napi Tewas dalam Kerusuhan Rutan Mako Brimob