LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya  




Jumat 18 Januari 2019

20:59 WIB

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
@prfmnews

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
PRFMNewsChannel

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
Selasa 23 Oktober 2018, 18:27 WIB

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya




LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Peneliti Geoteknologi Gempa Bumi dari LIPI, Mudrik Rahmawan Daryono mengungkapkan, dari hasil penelitiannya diperkirakan saat ini Sesar Lembang berada pada masa-masa akhir siklus gempabuminya. 

Sebab berdasarkan catatannya, gempa bumi akibat Sesar Lembang terjadi sekitar abad ke-15 dan artinya sudah lebih dari 560 tahun belum terjadi gempa lagi.

Hal ini diungkapkannya dalam Diskusi Terbuka Pembelajaran Gempa Lombok dan Gempa Palu 2018 Untuk Mitigasi Bahaya Kegempaan dan Tsunami di Jawa Barat, bertempat di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Selasa (23/10/2018).

"Jadi waspada itu harus, kita mungkin pada fase-fase terakhir, jadi di situ ada gempa kecil dua, di Muril (Kampung Muril Rahayu)  sama magnitude 3 diujung-ujung sesar Lembang," ujar Mudrik.

Ia menjelaskan, kecepatan pergeseran Sesar Lembang adalah sekitar 3 milimeter per tahun. Kemudian, dua kejadian gempa bumi mikro dangkal yang terjadi di dua ujung sesar Lembang beberapa tahun lalu mengindikasikan bahwa mulai terjadi pelepasan tekanan energi (energy stress) yang tersimpan.

"Kalau kita hitung 3 milimeter kali 560 maka bisa hitung budgetnya yang sudah diterima Sesar Lembang yang belum lepas energinya," tambahnya.

Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan gempa terjadi, begitu pun kesimpulan dari penelitian Mudrik. Ia belum bisa menyatakan lama waktu siklus gempa bumi akibat Sesar Lembang, namun yang pasti sesar itu aktif.

Klaim tersebut berdasarkan sebuah definisi bahwa sesar dikatakan aktif apabila pernah bergeser pada waktu Holosen dimulai 11.500 tahun lalu hingga sekarang.

"Jadi kita baru bisa menyampaikan bahwa sesar aktif itu jelas aktif di level itu saja. Untuk periode ulangnya kita belum bisa beritahukan berapa ratus tahun sekali," paparnya.

Oleh karenanya mitigasi bencana mutlak dilakukan agar meminimalisir dampak dari gempa bumi akibat Sesar Lembang. Karena LIPI sejauh ini hanya bisa memaparkan data, maka semuanya kembali kepada kesiapsiagaan masyarakat.

Hasil penelitian ini oleh LIPI disampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan Pemprov Jawa Barat yang bertanggungjawab terhadap Bandung Raya. Pasalnya Sesar Lembang terbentang sepanjang 29 Kilometer dari ujung Bandung bagian Barat hingga ke Timur.

Masyarakat harus diedukasi mengenai hal-hal sederhana seperti apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, atau bagaimana masyarakat harus bersembunyi ketika gempa bumi berlangsung. Hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Pendidikan itu sangat penting untuk masyarakat, succses story seperti (gempa) di Chile bahwa pendidikan ke masyarakat mengenai bagaimana harus bersembunyi ketika gempa bumi, lalu apa yang harus kita lakukan ketika gempa bumi. Itu pendidikan yang harus diberikan kepada masyarakat lebih jelas, itu larinya ke pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

Sebenarnya sejak tahun 2016, ia sudah mencoba untuk menggelar pertemuan soal potensi Sesar Lembang antara LIPI dengan Ridwan Kamil yang saat itu masih Walikota Bandung. Tetapi hingga saat ini pertemuan tersebut belum juga terwujud.

"Saya berharap dapat bertemu tapi belum bertemu hingga saat ini. Beberapa kali saya sudah sempat dipanggil kementerian atau dinas terkait saya sudah ceritakan data ini," pungkasnya.



LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

 

BERITA TERKAIT


LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
 

BERITA PILIHAN


LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

 

BERITA LAINNYA

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

Perlu Inovasi untuk Hidupkan Kembali Pariwisata Palu
Jumat 18 Januari 2019


Anggota Dewan Sesalkan Penegakan Hak Cipta tak Dibahas pada Debat Capres
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya KPAI Akan Datangi Sekolah yang Diduga Jadi Gudang Penyimpanan Narkoba
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya Curi Dana Desa, Anak Kepala Desa Cikedung Indramayu Diamankan
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya Curi Dana Desa, Anak Kepala Desa Cikedung Indramayu Diamankan
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya Api Bakar Pom Bensin Eceran, Pemilik Alami Luka Bakar
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya Keppres Pemberhentian Zumi Zola Sebagai Gubernur Jambi Sudah Terbit
Jumat 18 Januari 2019 LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

 

 

BERITA TERKAIT

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
Selasa 23 Oktober 2018, 18:27 WIB

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya
LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya


LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Peneliti Geoteknologi Gempa Bumi dari LIPI, Mudrik Rahmawan Daryono mengungkapkan, dari hasil penelitiannya diperkirakan saat ini Sesar Lembang berada pada masa-masa akhir siklus gempabuminya. 

Sebab berdasarkan catatannya, gempa bumi akibat Sesar Lembang terjadi sekitar abad ke-15 dan artinya sudah lebih dari 560 tahun belum terjadi gempa lagi.

Hal ini diungkapkannya dalam Diskusi Terbuka Pembelajaran Gempa Lombok dan Gempa Palu 2018 Untuk Mitigasi Bahaya Kegempaan dan Tsunami di Jawa Barat, bertempat di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Selasa (23/10/2018).

"Jadi waspada itu harus, kita mungkin pada fase-fase terakhir, jadi di situ ada gempa kecil dua, di Muril (Kampung Muril Rahayu)  sama magnitude 3 diujung-ujung sesar Lembang," ujar Mudrik.

Ia menjelaskan, kecepatan pergeseran Sesar Lembang adalah sekitar 3 milimeter per tahun. Kemudian, dua kejadian gempa bumi mikro dangkal yang terjadi di dua ujung sesar Lembang beberapa tahun lalu mengindikasikan bahwa mulai terjadi pelepasan tekanan energi (energy stress) yang tersimpan.

"Kalau kita hitung 3 milimeter kali 560 maka bisa hitung budgetnya yang sudah diterima Sesar Lembang yang belum lepas energinya," tambahnya.

Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan gempa terjadi, begitu pun kesimpulan dari penelitian Mudrik. Ia belum bisa menyatakan lama waktu siklus gempa bumi akibat Sesar Lembang, namun yang pasti sesar itu aktif.

Klaim tersebut berdasarkan sebuah definisi bahwa sesar dikatakan aktif apabila pernah bergeser pada waktu Holosen dimulai 11.500 tahun lalu hingga sekarang.

"Jadi kita baru bisa menyampaikan bahwa sesar aktif itu jelas aktif di level itu saja. Untuk periode ulangnya kita belum bisa beritahukan berapa ratus tahun sekali," paparnya.

Oleh karenanya mitigasi bencana mutlak dilakukan agar meminimalisir dampak dari gempa bumi akibat Sesar Lembang. Karena LIPI sejauh ini hanya bisa memaparkan data, maka semuanya kembali kepada kesiapsiagaan masyarakat.

Hasil penelitian ini oleh LIPI disampaikan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan Pemprov Jawa Barat yang bertanggungjawab terhadap Bandung Raya. Pasalnya Sesar Lembang terbentang sepanjang 29 Kilometer dari ujung Bandung bagian Barat hingga ke Timur.

Masyarakat harus diedukasi mengenai hal-hal sederhana seperti apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi, atau bagaimana masyarakat harus bersembunyi ketika gempa bumi berlangsung. Hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

"Pendidikan itu sangat penting untuk masyarakat, succses story seperti (gempa) di Chile bahwa pendidikan ke masyarakat mengenai bagaimana harus bersembunyi ketika gempa bumi, lalu apa yang harus kita lakukan ketika gempa bumi. Itu pendidikan yang harus diberikan kepada masyarakat lebih jelas, itu larinya ke pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah daerah," ungkapnya.

Sebenarnya sejak tahun 2016, ia sudah mencoba untuk menggelar pertemuan soal potensi Sesar Lembang antara LIPI dengan Ridwan Kamil yang saat itu masih Walikota Bandung. Tetapi hingga saat ini pertemuan tersebut belum juga terwujud.

"Saya berharap dapat bertemu tapi belum bertemu hingga saat ini. Beberapa kali saya sudah sempat dipanggil kementerian atau dinas terkait saya sudah ceritakan data ini," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

Api Bakar Pom Bensin Eceran, Pemilik Alami Luka Bakar
Jumat 18 Januari 2019
Kabupaten Bandung


LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya

 

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

LIPI : Sesar Lembang Kemungkinan Berada di Fase Akhir Siklusnya