Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah  




Kamis 18 Oktober 2018

07:25 WIB

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
@prfmnews

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
PRFMNewsChannel

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
Selasa 31 Juli 2018, 16:21 WIB
Jawa Barat

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah




Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Humas Pemprov Jabar

BANDUNG, (PRFM) - Pj Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol Mochamad Iriawan memberi waktu satu minggu kepada pemenang lelang proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, yakni PT Jabar Bersih Lestari (JBL) dan PT Indocement selaku penerima olahan sampah, untuk menemukan titik temu kerjasama.

Iriawan ingin TPPAS Lulut Nambo yang berada di Kabupaten Bogor itu segera beroperasi, karena kebutuhan tempat pengolahan sampah sangat darurat. Lulut Nambo nantinya akan dimanfaatkan untuk menampung sampah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

"Saya ingin cepat, karena sampah sudah numpuk, dia (PT JBL) enak sudah perpanjangan dua kali izin dan meminta perpanjangan lagi, saya tidak mau," ujar Iriawan usai memimpin rapat tindak lanjut TPPAS Lulut Nambo di Gedung Sate, Selasa (31/7/2018).

Menurut Iriawan, seharusnya sejak enam bulan lalu proses pembangunan TPPAS Lulut Nambo sudah dimulai. Tetapi karena ada hal yang belum disepakati antara kedua pihak, maka pembangunan TPPAS yang memerlukan dana Rp 600 miliar itu kembali molor.

"Saya tidak tahu, ternyata sudah perpanjangan dua kali sudah hampir 2 tahun tidak jalan-jalan. Emang sampahnya bisa terbang? kan nggak nanti malah jadi masalah," tegasnya.

Jika dalam waktu satu minggu permasalahan tersebut belum juga usai, maka Iriawan mengaku akan memberi tindakan sesuai dengan perjanjian kerjasama yang berlaku. 

"Jangan jadi korban rakyat saya, karena sudah banyak WhatsApp ke saya, bupati juga menanyakan ke saya," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya sejak Juni 2017 sudah meneken kontrak kerjasama proyek TPPAS Lulut Nambo dengan PT Jabar Bersih Lestari selaku konsorsium dari pemenang tender. Saat itu kontrak diteken oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Lulut Nambo diproyeksikan bisa menampung 1.500-1.800 ton sampah setiap harinya. Kemudian sampah akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau sampah kering dengan mengadopsi teknologi dari Korea. Hasil olahan ini akan dijual ke PT Indocement untuk dijadikan bahan dasar pembuatan semen.

Selain itu, Kota dan Kabupaten yang memanfaatkan TPPAS Nambo, dibebani biaya tipping fee kepada pengelola yakni sebesar Rp 125 ribu per ton sampah yang dikirim. 



Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

 

BERITA TERKAIT


Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
 

BERITA PILIHAN


Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

 

BERITA LAINNYA

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Usulan Kaca Antipeluru Gedung DPR Terlalu Lebay
Kamis 18 Oktober 2018


Pengamat Minta Kasus "Peluru Nyasar" Tak Perlu Dibawa ke Ranah Politik
Kamis 18 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Penggunaan Senjata Api Perlu Diperketat
Kamis 18 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Program Mitigasi Bencana Diharapkan Masuk Ekstrakurikuler Siswa Sekolah
Kamis 18 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 18 Oktober 2018
Kamis 18 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

 

 

BERITA TERKAIT


Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Update Kondisi Pengungsi Banjir Bandang
Jumat 23 September 2016, 18:35 WIB Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Menjadi Provinsi Terbaik, Aher Bersyukur
Jumat 23 September 2016, 19:29 WIB Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Banjir Hari Kelima, Pengungsi Mulai Terserang Sakit
Sabtu 24 September 2016, 17:09 WIB Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Menteri BUMN : Jalur KA Bandung-Ciwidey Bakal Aktif Lagi
Minggu 25 September 2016, 23:16 WIB

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
Selasa 31 Juli 2018, 16:21 WIB
Jawa Barat

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah
Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah


Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Humas Pemprov Jabar


BANDUNG, (PRFM) - Pj Gubernur Jawa Barat, Komjen Pol Mochamad Iriawan memberi waktu satu minggu kepada pemenang lelang proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, yakni PT Jabar Bersih Lestari (JBL) dan PT Indocement selaku penerima olahan sampah, untuk menemukan titik temu kerjasama.

Iriawan ingin TPPAS Lulut Nambo yang berada di Kabupaten Bogor itu segera beroperasi, karena kebutuhan tempat pengolahan sampah sangat darurat. Lulut Nambo nantinya akan dimanfaatkan untuk menampung sampah dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

"Saya ingin cepat, karena sampah sudah numpuk, dia (PT JBL) enak sudah perpanjangan dua kali izin dan meminta perpanjangan lagi, saya tidak mau," ujar Iriawan usai memimpin rapat tindak lanjut TPPAS Lulut Nambo di Gedung Sate, Selasa (31/7/2018).

Menurut Iriawan, seharusnya sejak enam bulan lalu proses pembangunan TPPAS Lulut Nambo sudah dimulai. Tetapi karena ada hal yang belum disepakati antara kedua pihak, maka pembangunan TPPAS yang memerlukan dana Rp 600 miliar itu kembali molor.

"Saya tidak tahu, ternyata sudah perpanjangan dua kali sudah hampir 2 tahun tidak jalan-jalan. Emang sampahnya bisa terbang? kan nggak nanti malah jadi masalah," tegasnya.

Jika dalam waktu satu minggu permasalahan tersebut belum juga usai, maka Iriawan mengaku akan memberi tindakan sesuai dengan perjanjian kerjasama yang berlaku. 

"Jangan jadi korban rakyat saya, karena sudah banyak WhatsApp ke saya, bupati juga menanyakan ke saya," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya sejak Juni 2017 sudah meneken kontrak kerjasama proyek TPPAS Lulut Nambo dengan PT Jabar Bersih Lestari selaku konsorsium dari pemenang tender. Saat itu kontrak diteken oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Lulut Nambo diproyeksikan bisa menampung 1.500-1.800 ton sampah setiap harinya. Kemudian sampah akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau sampah kering dengan mengadopsi teknologi dari Korea. Hasil olahan ini akan dijual ke PT Indocement untuk dijadikan bahan dasar pembuatan semen.

Selain itu, Kota dan Kabupaten yang memanfaatkan TPPAS Nambo, dibebani biaya tipping fee kepada pengelola yakni sebesar Rp 125 ribu per ton sampah yang dikirim. 



 

BERITA LAINNYA



Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah

 

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Lulut Nambo Molor Lagi, Iriawan Beri Waktu Satu Minggu Selesaikan Masalah