Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya  




Rabu 18 September 2019

10:28 WIB

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
@prfmnews

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
PRFMNewsChannel

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jumat 07 Juni 2019, 11:42 WIB
Ramadan 1440 H
Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya




Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi/net

BANDUNG, (PRFM) - Porsi makanan kita cenderung bertambah hinga dua kali lebih banyak momen lebaran. 

Ternyata, rasa enak makanan maupun faktor pembalasan usai berpuasa selama sebulan hanya menjadi alasan kecil. Sebab, ada penjelelasan secara ilmiah di balik kebiasaan menambah porsi makanan saat lebaran.

Melansir pemaparan Pakar Nutrisi dan Diet dari Universitas of Maine, Brian St. Pierre, seperti yang disiarkan situs Precision Nutrition, ini 6 alasan ilmiah mengenai manusia bisa makan lebih banyak dari kebiasaan, yakni:

Homeostatis

Makan untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan tubuh demi menjaga keseimbangan sistem biologis tubuh.

Hedonis

Makan untuk kesenangan (alias hedonisme), atau untuk mengelola emosi. Sebagian besar pola makan merupakan campuran dari homeostatis dan hedonis. Karenanya rasa lapar dan pola makan terbentuk oleh beberapa faktor, termasuk Gen,Kebutuhan sosial, Faktor Lingkungan, Ritme Sirkadian, dan Hormon.

Pengalaman dan Rasa

Seperti yang terangkum dalam Journal of Consumer Psychology yang ditulis oleh Brian Wansink dan Pierre Chandon, ada beberapa faktor yang membuat perut tidak mengirimkan sinyal kenyang dan terkait dengan perayaan seperti Lebaran, faktor tersebut adalah:

Kelezatannya

Makanan yang enak (makanan lezat) mengacu pada makanan yang memiliki kapasitas untuk merangsang nafsu makan dan mendorong kita untuk makan lebih banyak. Jenis makanan ini cenderung bergula, berlemak, dan asin.

Semakin enak rasanya, maka semakin banyak juga porsi yang kita makan. Makanan yang enak dapat mengaktifkan sirkuit rasa senang di otak yang membuat Anda ingin mengecapnya terus menerus. Ya, ingat kan saat terakhir kali Anda nambah saat makan opor? Ini yang terjadi.

Porsi Memengaruhi

Semakin besar porsinya, semakin banyak yang kita makan. Ini juga termasuk ukuran piring yang digunakan. Ketika orang disajikan sebagian dari makanan, mereka cenderung berasumsi bahwa ukuran porsi menentukan jumlah makanan yang masuk akal untuk dimakan.

Ini dikuatkan oleh hasil penelitian yang terangkum di National Center for Biotechnology Information, bahwa menggunakan piring makan yang besar dapat mendorong Anda untuk makan lebih banyak.

Variasi yang Banyak

Variasi makanan dapat meningkatkan nafsu makan. Ketika orang mengonsumsi berbagai makanan, mereka cenderung makan berlebihan. Makanan yang bervariasi bertindak sebagai rangsangan baru dan memperlambat proses kenyang.

Ini menjelaskan mengapa perut kita selalu punya ruang untuk dessert. Kecenderungan untuk mencari dan memberikan respons terhadap variasi makanan adalah insting natural tubuh untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang.










 

BERITA TERKAIT


Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
 

BERITA PILIHAN


Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 

BERITA LAINNYA

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ini Prakiraan Cuaca Bandung Raya 18 September 2019
Rabu 18 September 2019


Dua Trayek Angkutan Umum di Cimahi Resmi Beroprasi
Rabu 18 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya King Eze Belum Hadir, Umuh Kecewa
Rabu 18 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya Greenpeace Memprediksi Ladang Kelapa Sawit Segera Muncul Usai Karhutla
Selasa 17 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya Indef: Tanpa Menaikkan Cukai, Tren Konsumsi Rokok Sudah Menurun
Selasa 17 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya Kemenristekdikti Dukung Try HOTS Tentor
Selasa 17 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya Ajay Harap Basket jadi Olahraga Unggulan Jawa Barat
Selasa 17 September 2019 Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

 

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jumat 07 Juni 2019, 11:42 WIB
Ramadan 1440 H

Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi/net


BANDUNG, (PRFM) - Porsi makanan kita cenderung bertambah hinga dua kali lebih banyak momen lebaran. 

Ternyata, rasa enak makanan maupun faktor pembalasan usai berpuasa selama sebulan hanya menjadi alasan kecil. Sebab, ada penjelelasan secara ilmiah di balik kebiasaan menambah porsi makanan saat lebaran.

Melansir pemaparan Pakar Nutrisi dan Diet dari Universitas of Maine, Brian St. Pierre, seperti yang disiarkan situs Precision Nutrition, ini 6 alasan ilmiah mengenai manusia bisa makan lebih banyak dari kebiasaan, yakni:

Homeostatis

Makan untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan tubuh demi menjaga keseimbangan sistem biologis tubuh.

Hedonis

Makan untuk kesenangan (alias hedonisme), atau untuk mengelola emosi. Sebagian besar pola makan merupakan campuran dari homeostatis dan hedonis. Karenanya rasa lapar dan pola makan terbentuk oleh beberapa faktor, termasuk Gen,Kebutuhan sosial, Faktor Lingkungan, Ritme Sirkadian, dan Hormon.

Pengalaman dan Rasa

Seperti yang terangkum dalam Journal of Consumer Psychology yang ditulis oleh Brian Wansink dan Pierre Chandon, ada beberapa faktor yang membuat perut tidak mengirimkan sinyal kenyang dan terkait dengan perayaan seperti Lebaran, faktor tersebut adalah:

Kelezatannya

Makanan yang enak (makanan lezat) mengacu pada makanan yang memiliki kapasitas untuk merangsang nafsu makan dan mendorong kita untuk makan lebih banyak. Jenis makanan ini cenderung bergula, berlemak, dan asin.

Semakin enak rasanya, maka semakin banyak juga porsi yang kita makan. Makanan yang enak dapat mengaktifkan sirkuit rasa senang di otak yang membuat Anda ingin mengecapnya terus menerus. Ya, ingat kan saat terakhir kali Anda nambah saat makan opor? Ini yang terjadi.

Porsi Memengaruhi

Semakin besar porsinya, semakin banyak yang kita makan. Ini juga termasuk ukuran piring yang digunakan. Ketika orang disajikan sebagian dari makanan, mereka cenderung berasumsi bahwa ukuran porsi menentukan jumlah makanan yang masuk akal untuk dimakan.

Ini dikuatkan oleh hasil penelitian yang terangkum di National Center for Biotechnology Information, bahwa menggunakan piring makan yang besar dapat mendorong Anda untuk makan lebih banyak.

Variasi yang Banyak

Variasi makanan dapat meningkatkan nafsu makan. Ketika orang mengonsumsi berbagai makanan, mereka cenderung makan berlebihan. Makanan yang bervariasi bertindak sebagai rangsangan baru dan memperlambat proses kenyang.

Ini menjelaskan mengapa perut kita selalu punya ruang untuk dessert. Kecenderungan untuk mencari dan memberikan respons terhadap variasi makanan adalah insting natural tubuh untuk memastikan asupan nutrisi yang seimbang.






 

BERITA LAINNYA



Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

King Eze Belum Hadir, Umuh Kecewa
Rabu 18 September 2019
PERSIB


Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Greenpeace Memprediksi Ladang Kelapa Sawit Segera Muncul Usai Karhutla
Selasa 17 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Makan Lebih Banyak Saat Lebaran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Indef: Tanpa Menaikkan Cukai, Tren Konsumsi Rokok Sudah Menurun
Selasa 17 September 2019
Kenaikan Cukai Rokok