Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah  




Rabu 22 Mei 2019

19:38 WIB

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
@prfmnews

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
PRFMNewsChannel

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
Selasa 12 Juni 2018, 16:36 WIB
Pilgub Jabar 2018

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah




Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Sebagai provinsi dengan wilayah paling besar di Indonesia, Jawa Barat tentunya memiliki segudang permasalahan. Beberapa diantaranya adalah kesenjangan ekonomi, kesehatan dan juga belum tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Pasangan Hasanah (TB Hasanuddin-Anton Charliyan) memiliki visi dan misi yang sangat cocok untuk diterapkan di Jabar," kata Bupati Kuningan dua periode 2003-2013, Aang Hamid Suganda, Selasa (12/6/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Aang ini menyampaikan program yang ditawarkan Kang Hasan yakni Jabar Cageur, Jabar Seubeuh, Boga Gawe, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Turkamling Budaya dan Jabar Molotot.com merupakan solusi untuk menuntaskan berbagai permasalahan di Jawa Barat. 

Apalagi, imbuhnya, dengan latar belakang militer, Kang Hasan memiliki ketegasan yang sangat diperlukan untuk menegakkan peraturan.

"Visi misi sudah bagus, namun bila ada tindakan tegas kan tidak ada artinya," tutur mantan Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.

Ia juga mengapresiasi perhatian cagub Hasanah ini terhadap lingkungan. Menurut dia, selama ini perhatian pemerintah provinsi terhadap lingkungan kurang maksimal, lantaran banyak peraturan daerah yang dilanggar baik oleh pengusaha atau masyarakat biasa.

"Jawa Barat dianugerahi sumber daya alam yang begitu kaya, nah ini harus dipertahankan. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki ketegasan agar Jawa Barat tak selalu dirundung bencana alam akibat lingkungan yang rusak. Contoh sungai Citarum yang hancur lebur karena berubah fungsi, tak bisa menjadi penampung air untuk kepentingan masyarakat lantaran terkontaminasi limbah. Terus terang, saya sedih sekali," curhat Kang Aang.

Kang Aang menambahkan, di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat juga banyak terjadi alih fungsi lahan, seperti area persawahan yang dibangun perumahan dan juga pabrik. Padahal lokasi perumahan atau pabrik sudah ada peruntukkannya tersendiri yakni lahan tak produktif.

Sebagai mantan Bupati apalagi hingga 2 periode, Kang Aang tentunya sangat paham permasalahan di Kuningan. Ia mengungkapkan, saat dia memimpin, Kuningan dicanangkan sebagai daerah konservasi untuk menyimpan air. 

"Sebagai daerah konservasi, di Kuningan industri besar tidak akan ada, karena akan menganggu lingkungan. Sehingga waktu itu Kuningan mendapat Kalpataru dari pemerintah tahun 2011," imbuhnya.

Ia memaparkan, di Kuningan yang dilakukan adalah industri pariwisata dan agro industri dan ini menjadi patokan atau arah membangun. Siapapun kepala daerahnya, kata Kang Aang, harus mengacu ke situ. 

Peran gubernur Jabar, katanya, harus mendorong dan mempertahankan Kuningan sebagai daerah konservasi, dimana terdapat kebun raya, taman nasional Gunung Ciremai,embung- embung, situ, serta hutan kota dan hutan lindung demi menjaga keseimbangan air. 

Apalagi, Kuningan menjadi andalan untuk kebutuhan air wilayah di sekitarnya, seperti Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka.

"Jabar butuh pemimpin tegas agar menjadi lebih baik, karenanya saya terus berjuang untuk memenangkan kang hasan. Apalagi didampingi Kang Anton yang mantan Kapolda Jabar, yang tentunya sudah paham permasalahan di jabar, keamanannya bisa kondusif sekali. Soal agamanya juga kuat," tandasnya.



Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

 

BERITA TERKAIT


Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
 

BERITA PILIHAN


Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

 

BERITA LAINNYA

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Haji Geyot Hadir di Pusdai, bjb Jawab Kerinduan Warga
Rabu 22 Mei 2019


Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Gantikan Cikarang Utama, Gerbang Tol Kalihurip Utama Mulai Beroperasi 23 Mei
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Rusuh Aksi 22 Mei di Jakarta, Aa Gym Memohon Semua Pihak Menahan Diri
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Pikiran Rakyat Gelar Bazaar Ramadan, Ini Ragam Produk yang Disajikan
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Rayu Conte, Inter Siapkan Dana Rp 807 Milyar
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Dipastikan Hoax, Tak Ada Demonstrasi di Depan Kantor KPU Bandung
Rabu 22 Mei 2019 Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

 

 

BERITA TERKAIT


Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Emil Mengaku Belum Membaca Isi Surat Dari Iswara
Jumat 24 November 2017, 19:10 WIB Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 18:58 WIB Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 19:00 WIB Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Soal Wakil Emil, Ini Tahapan Penunjukannya
Jumat 24 November 2017, 19:41 WIB

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
Selasa 12 Juni 2018, 16:36 WIB
Pilgub Jabar 2018

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah
Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah


Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Sebagai provinsi dengan wilayah paling besar di Indonesia, Jawa Barat tentunya memiliki segudang permasalahan. Beberapa diantaranya adalah kesenjangan ekonomi, kesehatan dan juga belum tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Pasangan Hasanah (TB Hasanuddin-Anton Charliyan) memiliki visi dan misi yang sangat cocok untuk diterapkan di Jabar," kata Bupati Kuningan dua periode 2003-2013, Aang Hamid Suganda, Selasa (12/6/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Aang ini menyampaikan program yang ditawarkan Kang Hasan yakni Jabar Cageur, Jabar Seubeuh, Boga Gawe, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Turkamling Budaya dan Jabar Molotot.com merupakan solusi untuk menuntaskan berbagai permasalahan di Jawa Barat. 

Apalagi, imbuhnya, dengan latar belakang militer, Kang Hasan memiliki ketegasan yang sangat diperlukan untuk menegakkan peraturan.

"Visi misi sudah bagus, namun bila ada tindakan tegas kan tidak ada artinya," tutur mantan Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.

Ia juga mengapresiasi perhatian cagub Hasanah ini terhadap lingkungan. Menurut dia, selama ini perhatian pemerintah provinsi terhadap lingkungan kurang maksimal, lantaran banyak peraturan daerah yang dilanggar baik oleh pengusaha atau masyarakat biasa.

"Jawa Barat dianugerahi sumber daya alam yang begitu kaya, nah ini harus dipertahankan. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki ketegasan agar Jawa Barat tak selalu dirundung bencana alam akibat lingkungan yang rusak. Contoh sungai Citarum yang hancur lebur karena berubah fungsi, tak bisa menjadi penampung air untuk kepentingan masyarakat lantaran terkontaminasi limbah. Terus terang, saya sedih sekali," curhat Kang Aang.

Kang Aang menambahkan, di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat juga banyak terjadi alih fungsi lahan, seperti area persawahan yang dibangun perumahan dan juga pabrik. Padahal lokasi perumahan atau pabrik sudah ada peruntukkannya tersendiri yakni lahan tak produktif.

Sebagai mantan Bupati apalagi hingga 2 periode, Kang Aang tentunya sangat paham permasalahan di Kuningan. Ia mengungkapkan, saat dia memimpin, Kuningan dicanangkan sebagai daerah konservasi untuk menyimpan air. 

"Sebagai daerah konservasi, di Kuningan industri besar tidak akan ada, karena akan menganggu lingkungan. Sehingga waktu itu Kuningan mendapat Kalpataru dari pemerintah tahun 2011," imbuhnya.

Ia memaparkan, di Kuningan yang dilakukan adalah industri pariwisata dan agro industri dan ini menjadi patokan atau arah membangun. Siapapun kepala daerahnya, kata Kang Aang, harus mengacu ke situ. 

Peran gubernur Jabar, katanya, harus mendorong dan mempertahankan Kuningan sebagai daerah konservasi, dimana terdapat kebun raya, taman nasional Gunung Ciremai,embung- embung, situ, serta hutan kota dan hutan lindung demi menjaga keseimbangan air. 

Apalagi, Kuningan menjadi andalan untuk kebutuhan air wilayah di sekitarnya, seperti Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka.

"Jabar butuh pemimpin tegas agar menjadi lebih baik, karenanya saya terus berjuang untuk memenangkan kang hasan. Apalagi didampingi Kang Anton yang mantan Kapolda Jabar, yang tentunya sudah paham permasalahan di jabar, keamanannya bisa kondusif sekali. Soal agamanya juga kuat," tandasnya.



 

BERITA LAINNYA



Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah

 

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Mantan Sekjen Apkasi Dukung Hasanah