Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum  




Rabu 19 Februari 2020

14:47 WIB

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
@prfmnews

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
PRFMNewsChannel

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
Senin 03 Februari 2020, 17:41 WIB
Virus Corona
Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum




Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Foto Oleh : PRFM/ilustrasi

BANDUNG, (PRFM) - Selama dua minggu terakhir, sebaran konten hoaks dan disinformasi mengenai penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia meningkat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, hingga Senin, 3 Februari 2020, telah ditemukan sebanyak 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi pengirim pesan instan.

“Hasil pantauan Tim AIS Kementerian Kominfo, ada 54 informasi hoaks. isinya beragam, mulai dari soal sumber penyebaran, ada kabar pasien di rumah sakit beberapa daerah terkena Virus Corona, hingga soal pencegahan dan penyembuhannya,” jelas Menteri Kominfo dalam Konferensi Pers mengenai Penanganan Hoaks Terkait Virus Corona di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Senin (3/2/2020).

Seperti dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Kementerian Kominfo melakukan pemblokiran konten dan mendorong aparat penegak hukum melakukan penindakan atas pelaku penyebaran hoaks terkait Virus Corona. Karena menurut Johnny, hasil monitoring lalu lintas percakapan media sosial berkaitan dengan Virus Corona cenderung meningkat.

“Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Kominfo menegaskan, pihaknya telah melakukan pemblokiran konten hoaks dan disinformasi tersebut dan akan melakukan penindakan melalui aparat penegak hukum.

“Kami tak segan lakukan blokir dan mendorong penegak hukum mengambil langkah tegas,” tegas Johnny.

Pada kesempatan itu, dirinya mengingatkan kembali agar warganet tidak menyebarkan hoaks. Dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”) disebutkan “Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

Jika terjadi pelanggaran ketentuan Pasal 28 UU ITE dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu: “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar”.










 

BERITA TERKAIT


Jawa Barat Waspada Virus Corona

Minggu 26 Januari 2020

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
 

BERITA PILIHAN


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

 

BERITA LAINNYA

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020


Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Dua Tahun Citarum Harum, Pabrik di Sekitar DAS Berlomba-Lomba Buat IPAL
Minggu 09 Februari 2020 Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

 

 

BERITA TERKAIT


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Hati-Hati, Gejala Virus Corona Mirip Influenza
Sabtu 25 Januari 2020, 11:35 WIB Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Hidup Sehat, Bentuk Antisipasi Serangan Virus Corona
Sabtu 25 Januari 2020, 12:40 WIB Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Ini Cara Virus Corona Serang Manusia
Sabtu 25 Januari 2020, 13:48 WIB Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Jawa Barat Waspada Virus Corona
Minggu 26 Januari 2020, 06:32 WIB

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
Senin 03 Februari 2020, 17:41 WIB
Virus Corona

Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum
Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Sumber Foto : PRFM/ilustrasi


BANDUNG, (PRFM) - Selama dua minggu terakhir, sebaran konten hoaks dan disinformasi mengenai penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Indonesia meningkat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, hingga Senin, 3 Februari 2020, telah ditemukan sebanyak 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi pengirim pesan instan.

“Hasil pantauan Tim AIS Kementerian Kominfo, ada 54 informasi hoaks. isinya beragam, mulai dari soal sumber penyebaran, ada kabar pasien di rumah sakit beberapa daerah terkena Virus Corona, hingga soal pencegahan dan penyembuhannya,” jelas Menteri Kominfo dalam Konferensi Pers mengenai Penanganan Hoaks Terkait Virus Corona di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Senin (3/2/2020).

Seperti dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Kementerian Kominfo melakukan pemblokiran konten dan mendorong aparat penegak hukum melakukan penindakan atas pelaku penyebaran hoaks terkait Virus Corona. Karena menurut Johnny, hasil monitoring lalu lintas percakapan media sosial berkaitan dengan Virus Corona cenderung meningkat.

“Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36, hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Kominfo menegaskan, pihaknya telah melakukan pemblokiran konten hoaks dan disinformasi tersebut dan akan melakukan penindakan melalui aparat penegak hukum.

“Kami tak segan lakukan blokir dan mendorong penegak hukum mengambil langkah tegas,” tegas Johnny.

Pada kesempatan itu, dirinya mengingatkan kembali agar warganet tidak menyebarkan hoaks. Dalam Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”) disebutkan “Setiap Orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik”.

Jika terjadi pelanggaran ketentuan Pasal 28 UU ITE dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu: “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar”.






 

BERITA LAINNYA



Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Didaulat Sebagai Pengganti Eze, Legenda Persib Apresiasi Kehebatan Castillion
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Mulai Hari Ini Tarif Tol Soroja Alami Penyesuaian Tarif, Cek Rinciannya
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Bukan Jadi TPA, Cicabe Akan Dioptimalkan Menjadi Pusat Pengolahan Sampah
Rabu 12 Februari 2020
Berita Hari ini 12 Februari 2020


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020


Marak Hoaks Virus Corona, Kominfo Blokir Konten dan Lakukan Penindakan Hukum

Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung 12 Februari 2020
Rabu 12 Februari 2020
SIM Keliling 12 Februari 2020