Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang  




Kamis 18 Oktober 2018

08:41 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
@prfmnews

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
PRFMNewsChannel

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Sabtu 11 Agustus 2018, 13:41 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang




Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Penanganan darurat di hari keenam pasca gempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, terus diintensifkan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa yang seharusnya berakhir pada Sabtu (11/8/2018) ini harus diperpanjang. 


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat diperpanjang karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Untuk itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat, yaitu terhitung pada 12-25 Agustus 2018.


"Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya," ungkap Sutopo.


Dijelaskannya, dengan perpanjangan masa tanggap darurat, maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya, anggaran, pengadaan logistik dan peralatan dan administrasi. Dengan begitu, penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.


"Jumlah korban gempa terus bertambah. Hingga Sabtu (11/8/2018) tercatat 387 orang meninggal dunia dengan  sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang," paparnya.


Sutopo memperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih warga yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh. Selain itu, masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko. 


"Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," ujarnya.


Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.  


"Angka pengungsi berubah-ubah karena banyak pengungsi yang pada siang hari kembali ke rumah atau menengok kebunnya, tetapi pada malam hari kembali ke pengungsian. Selain itu belum semua titik pengungsi terdata. Juga terdapat sebagian warga yang harusnya tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih berdiri kokoh tanpa kerusakan, tetapi ikut mengungsi karena trauma dengan gempa. Semuanya memerlukan bantuan," terangnya dalam siaran pers yang diterima Radio PRFM 107.5 News Channel.


Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing," pungkas Sutopo.




Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

BERITA TERKAIT


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
 

BERITA PILIHAN


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

BERITA LAINNYA

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Hilang Setahun, Jasad Mak Titing Hanya Tersisa Tulang Belulang
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

 

BERITA TERKAIT

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Sabtu 11 Agustus 2018, 13:41 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Penanganan darurat di hari keenam pasca gempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, terus diintensifkan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa yang seharusnya berakhir pada Sabtu (11/8/2018) ini harus diperpanjang. 


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat diperpanjang karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Untuk itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat, yaitu terhitung pada 12-25 Agustus 2018.


"Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya," ungkap Sutopo.


Dijelaskannya, dengan perpanjangan masa tanggap darurat, maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya, anggaran, pengadaan logistik dan peralatan dan administrasi. Dengan begitu, penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.


"Jumlah korban gempa terus bertambah. Hingga Sabtu (11/8/2018) tercatat 387 orang meninggal dunia dengan  sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang," paparnya.


Sutopo memperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih warga yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh. Selain itu, masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko. 


"Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," ujarnya.


Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.  


"Angka pengungsi berubah-ubah karena banyak pengungsi yang pada siang hari kembali ke rumah atau menengok kebunnya, tetapi pada malam hari kembali ke pengungsian. Selain itu belum semua titik pengungsi terdata. Juga terdapat sebagian warga yang harusnya tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih berdiri kokoh tanpa kerusakan, tetapi ikut mengungsi karena trauma dengan gempa. Semuanya memerlukan bantuan," terangnya dalam siaran pers yang diterima Radio PRFM 107.5 News Channel.


Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing," pungkas Sutopo.




 

BERITA LAINNYA



Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018
Jawa Barat


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang