Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang  




Rabu 19 Desember 2018

11:22 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
@prfmnews

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
PRFMNewsChannel

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Sabtu 11 Agustus 2018, 13:41 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang




Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Penanganan darurat di hari keenam pasca gempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, terus diintensifkan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa yang seharusnya berakhir pada Sabtu (11/8/2018) ini harus diperpanjang. 


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat diperpanjang karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Untuk itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat, yaitu terhitung pada 12-25 Agustus 2018.


"Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya," ungkap Sutopo.


Dijelaskannya, dengan perpanjangan masa tanggap darurat, maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya, anggaran, pengadaan logistik dan peralatan dan administrasi. Dengan begitu, penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.


"Jumlah korban gempa terus bertambah. Hingga Sabtu (11/8/2018) tercatat 387 orang meninggal dunia dengan  sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang," paparnya.


Sutopo memperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih warga yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh. Selain itu, masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko. 


"Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," ujarnya.


Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.  


"Angka pengungsi berubah-ubah karena banyak pengungsi yang pada siang hari kembali ke rumah atau menengok kebunnya, tetapi pada malam hari kembali ke pengungsian. Selain itu belum semua titik pengungsi terdata. Juga terdapat sebagian warga yang harusnya tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih berdiri kokoh tanpa kerusakan, tetapi ikut mengungsi karena trauma dengan gempa. Semuanya memerlukan bantuan," terangnya dalam siaran pers yang diterima Radio PRFM 107.5 News Channel.


Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing," pungkas Sutopo.




Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

BERITA TERKAIT


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
 

BERITA PILIHAN


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

BERITA LAINNYA

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Data Kependudukan Warga Kota Bandung Dipastikan Sudah Valid
Selasa 18 Desember 2018


Jelang Nataru, Stok dan Keamanan Pangan di Pasar Astana Anyar Dipastikan Aman
Selasa 18 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Mulai Januari 2019, Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Mini Market
Selasa 18 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Oded Minta Pembangunan Insfrastruktur Tuntas Sesuai Rencana
Selasa 18 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang 29.389 E-KTP Invalid Dimusnahkan Disdukcapil Kabupaten Bandung
Senin 17 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Pengamat: Pelatih Persib Harus Bermental Baja
Minggu 16 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Genjot Minat Baca, Dispusipda Jabar Luncurkan Kolecer dan Candil
Minggu 16 Desember 2018 Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

 

BERITA TERKAIT

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Sabtu 11 Agustus 2018, 13:41 WIB

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang
Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Penanganan darurat di hari keenam pasca gempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Bali, terus diintensifkan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa yang seharusnya berakhir pada Sabtu (11/8/2018) ini harus diperpanjang. 


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat diperpanjang karena masih banyak masalah yang harus diselesaikan. Untuk itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat memutuskan untuk memperpanjang 14 hari masa tanggap darurat, yaitu terhitung pada 12-25 Agustus 2018.


"Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya," ungkap Sutopo.


Dijelaskannya, dengan perpanjangan masa tanggap darurat, maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya, anggaran, pengadaan logistik dan peralatan dan administrasi. Dengan begitu, penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.


"Jumlah korban gempa terus bertambah. Hingga Sabtu (11/8/2018) tercatat 387 orang meninggal dunia dengan  sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang," paparnya.


Sutopo memperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih warga yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh. Selain itu, masih ada korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko. 


"Jika di Kabupaten Lombok Timur kemarin dilaporkan 11 orang meninggal dunia. Setelah diverifikasi ternyata terjadi pencatatan ganda. Satu korban dilaporkan 2 kali karena menggunakan nama panggilan dan nama lengkap," ujarnya.


Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik dengan rincian di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.  


"Angka pengungsi berubah-ubah karena banyak pengungsi yang pada siang hari kembali ke rumah atau menengok kebunnya, tetapi pada malam hari kembali ke pengungsian. Selain itu belum semua titik pengungsi terdata. Juga terdapat sebagian warga yang harusnya tidak perlu mengungsi karena kondisi rumah masih berdiri kokoh tanpa kerusakan, tetapi ikut mengungsi karena trauma dengan gempa. Semuanya memerlukan bantuan," terangnya dalam siaran pers yang diterima Radio PRFM 107.5 News Channel.


Sedangkan kerusakan fisik masih sama jumlahnya, yaitu 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. 


"Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerang/listrik, layanan kesehatan dan trauma healing," pungkas Sutopo.




 

BERITA LAINNYA



Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

29.389 E-KTP Invalid Dimusnahkan Disdukcapil Kabupaten Bandung
Senin 17 Desember 2018
Kabupaten Bandung


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Pengamat: Pelatih Persib Harus Bermental Baja
Minggu 16 Desember 2018
PERSIB


Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang

 

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Masa Tanggap Darurat di Lombok Diperpanjang