Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  




Kamis 18 Oktober 2018

03:12 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
@prfmnews

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
PRFMNewsChannel

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk




Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA TERKAIT


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
 

BERITA PILIHAN


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

BERITA LAINNYA

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018


Hilang Setahun, Jasad Mak Titing Hanya Tersisa Tulang Belulang
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Mendagri Tegaskan Program Pemerintah Fokus Jabarkan Nawa Cita
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Jumlah Pelamar CPNS 2018 Meleset dari Perkiraan Awal
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Pulihkan Pasca Bencana, Pemerintah Bangun Kota Palu Baru dalam 2 Tahun
Rabu 17 Oktober 2018 Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

 

BERITA TERKAIT

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Jumat 12 Oktober 2018, 23:34 WIB

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk
Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Redaksi Oleh : Restu Sauqi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Beberapa pekan terakhir warga di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat resah. Ini karena beredarnya informasi yang menyebutkan adanya grup gay di media sosial Facebook yang beranggotakan ribuan pelajar SMP dan SMA. 

Nama Grup FB gay itu mencantumkan nama daerah Garut dan Tasikmalaya yakni Grup Gay Tasikmalaya, Gay Singaparna Baru, dan Gay Ciawi Panambangan.

Menanggapi hal tersebut Sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Fisip Unpad) Ari Ganjar menilai tingginya penyebaran kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) tidak terlepas dari sikap masyarakat yang cenderung hanya bersikap dengan cara mengutuk. Padahal persoalan ini harus dicari jalan keluarnya secepatnya.

"Mengutuk saja tidak cukup. Dalam teori sosial, semakin komunitas itu ditekan, maka dia kan semakin melebar. Karena sesuatu yang dianggap tabu akan membuat orang makin penasaran dan membuat meraka mendapat ruang untuk menyebarkan meski tidak di ruang publik," kata Ari saat on air di Radio 107.5 PRFM, Jumat (12/10/2018).

Ditengah masyarakat yang cenderung memandang sebelah mata kelompaok LGBT, Ari menilai alternatif membuat grup di media sosial akan menjadi pilihan bagi mereka untuk menampilkan ekstensinya. 

"Mereka ingin eksistensinya semakin kuat dan diakui. Maka dengan adanya media sosial, mereka akan lebih mudah untuk mencari teman sejenis dan mempengaruhi orang-orang yang telah ditarget," jelasnya

Maka solusi yang bisa diambil yaitu menciptakan sebuah rumusan untuk menanggulagi agar kelompok LGBT dapat sembuh. Dalam kontek sebagai manusi, Ari mengatakan kelompok LGBT juga layak untuk hidup.

"Perbuatannya yang dilarang karena tidak sesuai norma dan kondrat kita.  Keberadaan mereka kemudian dipukuli, ya jangan. Mereka dilarang bekerja, ya jangan. Justru hak-haknya sebagai manusia harus dilindungi, tetapi perbuatannya yang harus kita sembuhkan," jelasnya



 

BERITA LAINNYA



Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Tata PKL Cicadas, Pemkot Upayakan Dua Solusi
Rabu 17 Oktober 2018
Kota Bandung


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Asyik, UMP 2019 Naik 8,03 Persen
Rabu 17 Oktober 2018
Jawa Barat


Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Melawan LGBT Tidak Cukup Hanya Dengan Mengutuk