Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  




Sabtu 18 Januari 2020

02:12 WIB

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
@prfmnews

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
PRFMNewsChannel

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Rabu 06 November 2019, 10:50 WIB
NASIONAL
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung




Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Memasuki musim hujan masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam bencana yang mungkin terjadi. Salah satu bencana yang mungkin terjadi adalah puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Maulana Mustaqim mengatakan ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan cuaca yang terik pada pagi hari kemudian perubahan suhu yang drastis pada siang harinya. Selain itu, menurutnya jika dalam 3-4 hari tidak ada hujan pada saat musim hujan masyarakat pun diminta waspada akan adanya puting beliung.

Ia menambahkan, adanya pertumbuhan awan menyerupai kapas atau awan kumulus yang seketika berubah hitam pekat (cumulonimbus) disertai semilir angin pun menjadi salah satu ciri terjadinya angin puting beliung. Maulana mengatakan, radius puting beliung kurang lebih 10 km dengan kecepatan maksimal 65 km/jam dengan waktu yang relatif singkat sekira 10-20 menit.

"Ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi yang sangat panas di pagi hari kemudian ada pertumbuhan awan Cumulus kemudian menjadi hitam Cumulus Nimbus diperkirakan terjadi pada sore hari dengan radius kira kira 10 km dengan kecepatan paling cepat itu kalau puting beliung itu 65 km/jam. Dengan durasi yang cukup singkat antara 10-20 menit," kata Maulana saat on air di Radio PRFM 107,5  News Channel, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Untuk wilayah Bandung Raya, Maulana menyebut berdasarkan pengalaman yang lalu, puting beliung terjadi di daerah yang memiliki tekanan udara yang rendah dan tinggi. Di antaranya, Rancaekek, Cileunyi dan juga Padalarang.

"Biasanya di daerah yang tekanan rendah dan tekanan tinggi. Misalnya Rancaekek atau Cileunyi atau juga di daerah Padalarang, kalau di Bandung," ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di pohon yang tinggi dan rapuh serta menjauhi reklame. Ia menyarankan untuk berteduh di tempat yang kokoh seperti rumah tinggal, gedung dan sebagainya.

"Ketika musim hujan ketika ada angin dan ada petir diimbau tidak berteduh di pohon yang tinggi, pohon yang rapuh. Lebih bagus berteduh di tempat yang kokoh di gedung. Jauhi reklame yang bisa diterbangkan angin dan pohon tua," paparnya.










 

BERITA TERKAIT


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
 

BERITA PILIHAN


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA LAINNYA

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Sosiolog Sebut Keraton Sejagat dan Sunda Empire Adalah Kaum Utopis
Jumat 17 Januari 2020


Gunung Semeru Meletus Dua Kali Hari Ini, Kolom Abu 600 Meter
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Pengelola Pasar Gedebage Yakin Kolam Retensi Jadi Solusi Terbaik Atasi Banjir
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Kelompok Sunda Empire Tidak Terdaftar di Kesbangpol Bandung
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Presiden Jokowi Beri Empat Arahan Soal Piala Dunia U20 2021
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Komisi I DPR Dukung Kesigapan TNI-Bakamla Jaga Natuna
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Komisi I DPR Dukung Kesigapan TNI-Bakamla Jaga Natuna
Jumat 17 Januari 2020 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Rabu 06 November 2019, 10:50 WIB
NASIONAL

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Memasuki musim hujan masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam bencana yang mungkin terjadi. Salah satu bencana yang mungkin terjadi adalah puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Maulana Mustaqim mengatakan ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan cuaca yang terik pada pagi hari kemudian perubahan suhu yang drastis pada siang harinya. Selain itu, menurutnya jika dalam 3-4 hari tidak ada hujan pada saat musim hujan masyarakat pun diminta waspada akan adanya puting beliung.

Ia menambahkan, adanya pertumbuhan awan menyerupai kapas atau awan kumulus yang seketika berubah hitam pekat (cumulonimbus) disertai semilir angin pun menjadi salah satu ciri terjadinya angin puting beliung. Maulana mengatakan, radius puting beliung kurang lebih 10 km dengan kecepatan maksimal 65 km/jam dengan waktu yang relatif singkat sekira 10-20 menit.

"Ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi yang sangat panas di pagi hari kemudian ada pertumbuhan awan Cumulus kemudian menjadi hitam Cumulus Nimbus diperkirakan terjadi pada sore hari dengan radius kira kira 10 km dengan kecepatan paling cepat itu kalau puting beliung itu 65 km/jam. Dengan durasi yang cukup singkat antara 10-20 menit," kata Maulana saat on air di Radio PRFM 107,5  News Channel, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Untuk wilayah Bandung Raya, Maulana menyebut berdasarkan pengalaman yang lalu, puting beliung terjadi di daerah yang memiliki tekanan udara yang rendah dan tinggi. Di antaranya, Rancaekek, Cileunyi dan juga Padalarang.

"Biasanya di daerah yang tekanan rendah dan tekanan tinggi. Misalnya Rancaekek atau Cileunyi atau juga di daerah Padalarang, kalau di Bandung," ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di pohon yang tinggi dan rapuh serta menjauhi reklame. Ia menyarankan untuk berteduh di tempat yang kokoh seperti rumah tinggal, gedung dan sebagainya.

"Ketika musim hujan ketika ada angin dan ada petir diimbau tidak berteduh di pohon yang tinggi, pohon yang rapuh. Lebih bagus berteduh di tempat yang kokoh di gedung. Jauhi reklame yang bisa diterbangkan angin dan pohon tua," paparnya.






 

BERITA LAINNYA



Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Presiden Jokowi Beri Empat Arahan Soal Piala Dunia U20 2021
Jumat 17 Januari 2020
Piala Dunia U-20 2021