Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung  




Kamis 21 November 2019

20:28 WIB

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
@prfmnews

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
PRFMNewsChannel

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Rabu 06 November 2019, 10:50 WIB
NASIONAL
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung




Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Memasuki musim hujan masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam bencana yang mungkin terjadi. Salah satu bencana yang mungkin terjadi adalah puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Maulana Mustaqim mengatakan ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan cuaca yang terik pada pagi hari kemudian perubahan suhu yang drastis pada siang harinya. Selain itu, menurutnya jika dalam 3-4 hari tidak ada hujan pada saat musim hujan masyarakat pun diminta waspada akan adanya puting beliung.

Ia menambahkan, adanya pertumbuhan awan menyerupai kapas atau awan kumulus yang seketika berubah hitam pekat (cumulonimbus) disertai semilir angin pun menjadi salah satu ciri terjadinya angin puting beliung. Maulana mengatakan, radius puting beliung kurang lebih 10 km dengan kecepatan maksimal 65 km/jam dengan waktu yang relatif singkat sekira 10-20 menit.

"Ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi yang sangat panas di pagi hari kemudian ada pertumbuhan awan Cumulus kemudian menjadi hitam Cumulus Nimbus diperkirakan terjadi pada sore hari dengan radius kira kira 10 km dengan kecepatan paling cepat itu kalau puting beliung itu 65 km/jam. Dengan durasi yang cukup singkat antara 10-20 menit," kata Maulana saat on air di Radio PRFM 107,5  News Channel, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Untuk wilayah Bandung Raya, Maulana menyebut berdasarkan pengalaman yang lalu, puting beliung terjadi di daerah yang memiliki tekanan udara yang rendah dan tinggi. Di antaranya, Rancaekek, Cileunyi dan juga Padalarang.

"Biasanya di daerah yang tekanan rendah dan tekanan tinggi. Misalnya Rancaekek atau Cileunyi atau juga di daerah Padalarang, kalau di Bandung," ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di pohon yang tinggi dan rapuh serta menjauhi reklame. Ia menyarankan untuk berteduh di tempat yang kokoh seperti rumah tinggal, gedung dan sebagainya.

"Ketika musim hujan ketika ada angin dan ada petir diimbau tidak berteduh di pohon yang tinggi, pohon yang rapuh. Lebih bagus berteduh di tempat yang kokoh di gedung. Jauhi reklame yang bisa diterbangkan angin dan pohon tua," paparnya.










 

BERITA TERKAIT


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
 

BERITA PILIHAN


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

BERITA LAINNYA

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

KPU Kabupaten Bandung Tunggu PKPU Larangan Mantan Koruptor Maju Pilkada Serentak
Kamis 21 November 2019


Jokowi Perkenalkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Millenial
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Pilkada 2020, Bawaslu Jabar Soroti Beban Kerja Petugas KPPS dan Pengawas
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Oded: Bus Sekolah dan TMB yang Tak Terpakai Dimodifikasi Jadi Shuttle
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung DPR Minta Polri Kaji Regulasi Penggunaan Skuter Listrik
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Terminal Leuwi Panjang akan Direvitalisasi di 2020
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung Oded Apresiasi Layanan Uji KIR Dishub Kota Bandung Karena Tidak Ada Pungli
Kamis 21 November 2019 Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

 

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Rabu 06 November 2019, 10:50 WIB
NASIONAL

Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung
Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Memasuki musim hujan masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam bencana yang mungkin terjadi. Salah satu bencana yang mungkin terjadi adalah puting beliung.

Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Maulana Mustaqim mengatakan ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan cuaca yang terik pada pagi hari kemudian perubahan suhu yang drastis pada siang harinya. Selain itu, menurutnya jika dalam 3-4 hari tidak ada hujan pada saat musim hujan masyarakat pun diminta waspada akan adanya puting beliung.

Ia menambahkan, adanya pertumbuhan awan menyerupai kapas atau awan kumulus yang seketika berubah hitam pekat (cumulonimbus) disertai semilir angin pun menjadi salah satu ciri terjadinya angin puting beliung. Maulana mengatakan, radius puting beliung kurang lebih 10 km dengan kecepatan maksimal 65 km/jam dengan waktu yang relatif singkat sekira 10-20 menit.

"Ciri-ciri puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi yang sangat panas di pagi hari kemudian ada pertumbuhan awan Cumulus kemudian menjadi hitam Cumulus Nimbus diperkirakan terjadi pada sore hari dengan radius kira kira 10 km dengan kecepatan paling cepat itu kalau puting beliung itu 65 km/jam. Dengan durasi yang cukup singkat antara 10-20 menit," kata Maulana saat on air di Radio PRFM 107,5  News Channel, Rabu (6/11/2019).

BACA JUGA: Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Untuk wilayah Bandung Raya, Maulana menyebut berdasarkan pengalaman yang lalu, puting beliung terjadi di daerah yang memiliki tekanan udara yang rendah dan tinggi. Di antaranya, Rancaekek, Cileunyi dan juga Padalarang.

"Biasanya di daerah yang tekanan rendah dan tekanan tinggi. Misalnya Rancaekek atau Cileunyi atau juga di daerah Padalarang, kalau di Bandung," ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di pohon yang tinggi dan rapuh serta menjauhi reklame. Ia menyarankan untuk berteduh di tempat yang kokoh seperti rumah tinggal, gedung dan sebagainya.

"Ketika musim hujan ketika ada angin dan ada petir diimbau tidak berteduh di pohon yang tinggi, pohon yang rapuh. Lebih bagus berteduh di tempat yang kokoh di gedung. Jauhi reklame yang bisa diterbangkan angin dan pohon tua," paparnya.






 

BERITA LAINNYA



Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

KPU Kabupaten Bandung Tunggu PKPU Larangan Mantan Koruptor Maju Pilkada Serentak
Kamis 21 November 2019
Larangan Mantan Koruptor Maju di Pilkada 2020


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Jokowi Perkenalkan 7 Staf Khusus dari Kalangan Millenial
Kamis 21 November 2019
Staf Khusus Presiden


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

DPR Minta Polri Kaji Regulasi Penggunaan Skuter Listrik
Kamis 21 November 2019
Polemik Otopet Listrik


Memasuki Musim Hujan, Kenali Ciri-Ciri Terjadinya Angin Puting Beliung

Terminal Leuwi Panjang akan Direvitalisasi di 2020
Kamis 21 November 2019
Kota Bandung