Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional  




Minggu 17 Desember 2017

01:34 WIB

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
@prfmnews

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
PRFMNewsChannel

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
Sabtu 25 November 2017, 15:37 WIB

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional




Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Redaksi Oleh : Egi Komarudin
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG (PRFM) - Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Dalam peringatan tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusung tema pendidikan karakter. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan, tema tersebut diangkat karena peran guru sebagai panutan bagi peserta didik sudah mulai hilang.


"Kita ambil tema bagian dari pendidikan karakter yaitu keteladanan guru, sebagai sosok yang menjadi panutan bagi peserta didiknya. Karena kita melihat guru-guru mulai kehilangan perannya sebagai teladan bagi peserta didiknya," ucap Muhadjir saat on air di PRFM, Sabtu (25/11/2017).


Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan, hilangnya peran guru sebagai panutan atau teladan siswa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya pergeseran tugas pokok guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2009.


"Kalo hilang sama sekali tidak, tapi sedikit mengalami pergeseran atau orientasinya yang baru. Jadi, itu memang bukan kesalahan guru tapi berkaitan dengan struktur yang diciptakan tugas pokok guru seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2009 tugas guru itu hanya ketika berada di depan kelas atau selama jam tatap muka. artinya ketika di luar kelas boleh saja guru tidak lagi berperan sebagai guru" ujarnya.  


Selain itu, Muhadjir menilai, faktor lain yang mempengaruhi peran guru yaitu menurunnya kualitas Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) serta perekrutan guru yang dilakukan secara besar-besaran.

    

"Sangat mungkin, karena tidak semua Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki standar kualitas yang dipenuhi, terlebih banyak LPTK yang berbentuk Institut dan Sekolah Tinggi yang mengalami penuruan performance dan menjadi salah satu faktor. Selanjutnya, mungkin karena pernah suatu era dimana kebutuhan guru sangat tinggi dan perekrutan besar-besaran yang mementingkan kuantitas dan mengabaikan kualitas. Karena pada tahun 73 sampai 94 pemerintah mengadakan pembangunan terutama sekolah dasar seluruh Indonesia, tercatat 150 ribu sekolah dasar" papar Muhadjir.


Terkait hal ini, Kemendikbud tengah melakukan berbagai upaya guna mengembalikan peran guru sebagaimana mestinya. Muhadjir mengklaim, kurikulum K-13 (Kurikulum 2013/Kurtilas) yang tengah diterapkan saat ini sudah memenuhi syarat untuk dijadikan acuan pendidikan, terutama dalam hal pendidikan karakter baik guru maupun peserta didik.


"Sekarang sudah ada penataan, yang juga tahun depan akan lebih kita kembangkan, atau istilahnya guru-guru saat ini dimasukan bengkel kembali secara bertahap, untuk diberi transfersi baru atau pemahaman baru mengenai pendidikan karakter itu termasuk mengembalikan peranan guru sebagai tenaga pendidik bukan sekedar pengajar. Apalagi masalah kurikulum juga sudah cukup memenuhi hal itu," ungkapnya.


Editor: Desy Viani



Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

 

BERITA TERKAIT


Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
 

BERITA PILIHAN


Tol Bocimi Rampung Maret 2018

Sabtu 16 Desember 2017

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

 

BERITA LAINNYA

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Dedi Mulyadi Imbau Warga Siapkan Asuransi Hari Tua
Sabtu 16 Desember 2017


Revitalisasi 9 Pasar Akan Dimulai Tahun Depan
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional DPRD Pesimis Revitalisasi Pasar Berjalan Mulus di Tahun Ini
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional Gomez Sudah Sodorkan Nama Pemain Incarannya Kepada Manajemen
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional Gomez Sudah Sodorkan Nama Pemain Incarannya Kepada Manajemen
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional Munaslub Digelar, Pengalihan Dukungan Golkar di Pilgub Jabar Terbuka
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional Munaslub Digelar, Pengalihan Dukungan Golkar di Pilgub Jabar Terbuka
Jumat 15 Desember 2017 Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

 

 

BERITA TERKAIT

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
Sabtu 25 November 2017, 15:37 WIB

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional
Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional


Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Redaksi Oleh : Egi Komarudin
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG (PRFM) - Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Dalam peringatan tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusung tema pendidikan karakter. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan, tema tersebut diangkat karena peran guru sebagai panutan bagi peserta didik sudah mulai hilang.


"Kita ambil tema bagian dari pendidikan karakter yaitu keteladanan guru, sebagai sosok yang menjadi panutan bagi peserta didiknya. Karena kita melihat guru-guru mulai kehilangan perannya sebagai teladan bagi peserta didiknya," ucap Muhadjir saat on air di PRFM, Sabtu (25/11/2017).


Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan, hilangnya peran guru sebagai panutan atau teladan siswa disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya pergeseran tugas pokok guru sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2009.


"Kalo hilang sama sekali tidak, tapi sedikit mengalami pergeseran atau orientasinya yang baru. Jadi, itu memang bukan kesalahan guru tapi berkaitan dengan struktur yang diciptakan tugas pokok guru seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2009 tugas guru itu hanya ketika berada di depan kelas atau selama jam tatap muka. artinya ketika di luar kelas boleh saja guru tidak lagi berperan sebagai guru" ujarnya.  


Selain itu, Muhadjir menilai, faktor lain yang mempengaruhi peran guru yaitu menurunnya kualitas Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) serta perekrutan guru yang dilakukan secara besar-besaran.

    

"Sangat mungkin, karena tidak semua Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki standar kualitas yang dipenuhi, terlebih banyak LPTK yang berbentuk Institut dan Sekolah Tinggi yang mengalami penuruan performance dan menjadi salah satu faktor. Selanjutnya, mungkin karena pernah suatu era dimana kebutuhan guru sangat tinggi dan perekrutan besar-besaran yang mementingkan kuantitas dan mengabaikan kualitas. Karena pada tahun 73 sampai 94 pemerintah mengadakan pembangunan terutama sekolah dasar seluruh Indonesia, tercatat 150 ribu sekolah dasar" papar Muhadjir.


Terkait hal ini, Kemendikbud tengah melakukan berbagai upaya guna mengembalikan peran guru sebagaimana mestinya. Muhadjir mengklaim, kurikulum K-13 (Kurikulum 2013/Kurtilas) yang tengah diterapkan saat ini sudah memenuhi syarat untuk dijadikan acuan pendidikan, terutama dalam hal pendidikan karakter baik guru maupun peserta didik.


"Sekarang sudah ada penataan, yang juga tahun depan akan lebih kita kembangkan, atau istilahnya guru-guru saat ini dimasukan bengkel kembali secara bertahap, untuk diberi transfersi baru atau pemahaman baru mengenai pendidikan karakter itu termasuk mengembalikan peranan guru sebagai tenaga pendidik bukan sekedar pengajar. Apalagi masalah kurikulum juga sudah cukup memenuhi hal itu," ungkapnya.


Editor: Desy Viani



 

BERITA LAINNYA



Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Dedi Mulyadi Imbau Warga Siapkan Asuransi Hari Tua
Sabtu 16 Desember 2017
Purwakarta Istimewa


Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Revitalisasi 9 Pasar Akan Dimulai Tahun Depan
Jumat 15 Desember 2017
Kota Bandung


Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional

 

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Mendikbud Fokuskan Pendidikan Karakter di Hari Guru Nasional