Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa  




Jumat 21 Juni 2019

06:13 WIB

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
@prfmnews

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
PRFMNewsChannel

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
Rabu 22 Mei 2019, 18:55 WIB

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa




Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Foto Oleh : Ilustrasi/net

BANDUNG, (PRFM) - Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa di Jakata hari ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.

“Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran pers, Rabu (22/5/2019).

Kementerian Kominfo  mengimbau, semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.

Ferdinandus mengingatkan, konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kementerian Kominfo, lanjut Ferdinanadus, terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.

“Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif,” katanya.

Menurut Ferdinandus, Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemuken konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta. 



Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

 

BERITA TERKAIT


Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
 

BERITA PILIHAN


Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

 

BERITA LAINNYA

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Kader Main Game Saat Sidang Paripurna, Gerindra: Mungkin Hilangkan Kantuk
Kamis 20 Juni 2019


Hanya Punya 2 Sekolah Negeri, Warga Cibiru Keluhkan Aturan PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa Kader Main Game Saat Sidang Paripurna, Gerindra: Mungkin Hilangkan Kantuk
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa FAGI Harap Kepala Sekolah Berani Diskualifikasi Calon Siswa yang Curang di PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa Disdik Jabar: Anak Kedua Ridwan Kamil Daftar PPDB Sesuai Aturan
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa Hanya Punya 2 Sekolah Negeri, Warga Cibiru Keluhkan Aturan PPDB
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa Kasus DBD di Kota Bandung Cenderung Meningkat Pada Pekan Awal Musim Kemarau
Kamis 20 Juni 2019 Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

 

 

BERITA TERKAIT

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
Rabu 22 Mei 2019, 18:55 WIB

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa
Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa


Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Redaksi Oleh : Indra Kurniawan
Sumber Foto : Ilustrasi/net


BANDUNG, (PRFM) - Menyikapi maraknya peredaran konten negatif terkait dengan aksi unjuk rasa di Jakata hari ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau warganet untuk segera menghapus dan tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video korban aksi kekerasan di media apapun.

“Imbauan ini dilakukan memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di tengah masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran pers, Rabu (22/5/2019).

Kementerian Kominfo  mengimbau, semua pihak terutama warganet untuk menyebarkan informasi yang menyebarkan kedamaian serta menghindari penyebaran konten atau informasi yang bisa membuat ketakutan pada masyarakat ataupun berisi provokasi dan ujaran kebencian kepada siapapun.

Ferdinandus mengingatkan, konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kementerian Kominfo, lanjut Ferdinanadus, terus melakukan pemantauan dan pencarian situs, konten dan akun dengan menggunakan mesin AIS dengan dukungan 100 anggota verifikator.

“Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengidentifikasi akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan dan hasutan yang bersifat provokatif,” katanya.

Menurut Ferdinandus, Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemuken konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta. 



 

BERITA LAINNYA



Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa

 

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Menebar Kebencian, Warganet Diimbau Tak Sebarkan Foto dan Video Aksi Unjuk Rasa