Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019  




Rabu 13 November 2019

01:50 WIB

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
@prfmnews

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
PRFMNewsChannel

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019




Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.











 

BERITA TERKAIT


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
 

BERITA PILIHAN


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

BERITA LAINNYA

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019


746 Desa Belum Punya BUMDes, Pemprov Jabar Siap Terjunkan Patriot Desa
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Pemprov Jabar Terus Dorong DPRD Anggarkan Rute Penerbangan Bandung-Pangandaran
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Ditargetkan Beroperasi Pada 2024, Tol Cigatas Berpotensi Berubah Nama
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Wagub Jabar Dukung Fatwa MUI Soal Salam Agama Lain
Selasa 12 November 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.







 

BERITA LAINNYA



Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019
Persib vs Arema FC 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019
Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019
Musim Hujan