Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019  




Minggu 18 November 2018

08:59 WIB

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
@prfmnews

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
PRFMNewsChannel

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019




Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.




Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

BERITA TERKAIT


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
 

BERITA PILIHAN


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

BERITA LAINNYA

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Kebakaran di Terusan Pasirkoja: 42 Kios Terbakar, 1 Orang Luka
Minggu 18 November 2018


Preview Persib vs PSIS: Maung Bandung Harus Tampil Percaya Diri
Minggu 18 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Ini Penyebab Kekalahan Indonesia atas Thailand di AFF 2018
Minggu 18 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Sekda Jabar Minta BPS Digitalisasi Data
Minggu 18 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Toko Penjual Kayu Bekas di Terusan Pasirkoja Hangus Terbakar
Minggu 18 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Lokasi SIM Keliling Kota Bandung 18 November 2018
Minggu 18 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Indonesia Harus Terima Pil Pahit dari Thailand
Sabtu 17 November 2018 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.




 

BERITA LAINNYA



Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Sekda Jabar Minta BPS Digitalisasi Data
Minggu 18 November 2018
Jawa Barat


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019