Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019  




Rabu 18 September 2019

10:16 WIB

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
@prfmnews

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
PRFMNewsChannel

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019




Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.











 

BERITA TERKAIT


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
 

BERITA PILIHAN


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

BERITA LAINNYA

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Dua Trayek Angkutan Umum di Cimahi Resmi Beroprasi
Rabu 18 September 2019


King Eze Belum Hadir, Umuh Kecewa
Rabu 18 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Greenpeace Memprediksi Ladang Kelapa Sawit Segera Muncul Usai Karhutla
Selasa 17 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Indef: Tanpa Menaikkan Cukai, Tren Konsumsi Rokok Sudah Menurun
Selasa 17 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Kemenristekdikti Dukung Try HOTS Tentor
Selasa 17 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Ajay Harap Basket jadi Olahraga Unggulan Jawa Barat
Selasa 17 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019 Galian Kabel Sebabkan Lalin Bundaran Cibiru Padat Merayap
Selasa 17 September 2019 Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

 

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Senin 09 Juli 2018, 10:24 WIB
Pilpres 2019

Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019
Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Redaksi Oleh : Vina Elvira - Job Training PRFM
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Menjelang masa pendaftaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 4 Agustus mendatang, dinamika politik nasional semakin intensif.  Mulai dari lobi-lobi antarpartai politik, sampai dengan gencarnya manuver petahana maupun kelompok oposisi.


Pengamat Politik sekaligus Dosen FISIP Unpad, Firman Manan mengatakan, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, mengingat Pilpres merupakan ujung pertarungan politik dengan memperebutkan posisi presiden. 


“Ya sesuatu yang wajar saja, karena pilpres itu salah satu ujung pertarungan politik, salah satunya memperuebutkan posisi presiden,” ujar Firman saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Minggu (8/7/2018). 


Terlebih lagi, lanjutnya, rancangan Undang-undang (RUU)  yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  mengatur bahwa Pasangan Capres-cawapres diajukan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol pada Pemilu 2014 dengan kursi (DPR) sebanyak 20 persen atau mendapatkan suara nasional sebanyak 25 persen. 


“Tentunya persyaratan untuk mengusung capres itu harus melalui koalisi partai, itu yang membuat adanya proses mencari kesekapatan antara partai-partai. Ketentuan 20 persen tersebut, membuat tidak ada partai yang bisa mengusung calonnya sendirian,” jelas Firman. 


Ia menjelaskan, secara matematis masih memungkinkan peluang terbentuknya poros ketiga Pilpres 2019. Hal itu dikarenakan sampai saat ini masih ada tiga partai yang belum jelas corong politiknya.


"PKB, Demokrat, dan PAN belum jelas. Tetapi memang kalau melihat beberapa variabel lain poros ketiga ini agak sulit, saya lebih melihat sampai saat ini kemungkinannya mengerucut pada dua calon dibandingkan dengan kemunculan poros ketiga,” tambah Firman.







 

BERITA LAINNYA



Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

King Eze Belum Hadir, Umuh Kecewa
Rabu 18 September 2019
PERSIB


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Greenpeace Memprediksi Ladang Kelapa Sawit Segera Muncul Usai Karhutla
Selasa 17 September 2019
Karhutla Sumatera dan Kalimantan


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Indef: Tanpa Menaikkan Cukai, Tren Konsumsi Rokok Sudah Menurun
Selasa 17 September 2019
Kenaikan Cukai Rokok


Menilik Peluang Poros Ketiga di Pilpres 2019

Ajay Harap Basket jadi Olahraga Unggulan Jawa Barat
Selasa 17 September 2019
Scorpio Cup 2019