Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial  




Senin 10 Desember 2018

15:48 WIB

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
@prfmnews

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
PRFMNewsChannel

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
Senin 08 Januari 2018, 23:17 WIB

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial




Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Redaksi Oleh : Aprillia Dinda F
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Kita kerap melihat orang mengumbar permasalahan pribadi mereka di media. Dengan gencarnya media sosial belakangan ini, orang-orang menyampaikan cerita pribadinya kepada jutaan pasang mata. Meski banyak kritik telah dilontarkan, mengapa konten semacam ini semakin banyak kita temukan?

Membuka diri pada orang lain dan menceritakan masalah personal adalah hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Pembukaan diri ini umumnya dilakukan untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan antar individu.

Namun media juga mengubah tujuan dari pembukaan diri menjadi pencarian ketenaran dan menciptakan bintang.

Berdasarkan Riset dari Tal-or ditemukan bahwa semakin penonton memahami latar belakang dan informasi intim seorang bintang, semakin mereka tertarik pada tokoh tersebut.

Itulah sebabnya, kita sering menemui menolak-nolak pribadi pada kamera di berbagai konten media audio visual. Teknik ini berfungsi untuk membangun kesan bahwa sang bintang sedang curhat pada penonton sehingga muncul ilusi kedekatan dengan penonton.

Karena hal ini pula, presenter acara reality show juga ikut-ikutan mengumbar permasalahan pribadi mereka. Klien yang muncul dalam acara reality show berganti di tiap episode. 
Namun sang presenter akan tetap bertahan. Dengan demikian, ia punya kesempatan untuk membuat penonton makin menyukai dirinya.

Fenomena ini makin merajalela dengan hadirnya teknologi internet. Dengan akses pada berbagai platform media sosial, semua orang bisa mengumbarkan kehidupan pribadi mereka. Maka tidak aneh apabila youtube memakai sloganbroadcast yourself.

Internet memang memberikan fasilitas yang sangat mewah bagi kita untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari, baik berupa teks, gambar, maupun video. Fitur interaktif internet juga memungkinan audiens untuk menanyakan hal privat yang ingin mereka ketahui dari para idolanya. 
Sehingga proses membuka diri menjadi lebih efektif dalam menciptakan ilusi kedekatan. Teknologi daring pada akhirnya menciptakan personal-personal baru, selebritas-selebritas baru yang menjadi terkenal sepenuhnya karena masalah kehidupan pribadi mereka.

Teknologi internet memang memungkinan kita untuk menjadi produsen, bukan sekedar konsumen media. Dengan demikian teknologi tersebut memberi kemungkinan berkembangnya konten alternatif, konten yang memiliki mutu lebih baik ketimbang televisi. 

Namun jika kita bicara tentang fenomena mengumbar masalah pribadi, tak ada perbedaan yang berarti antara youtube dan televisi. Pesatnya perkembangan teknologi media tampaknya semakin membaurkan informasi privat dan publik. Kita tidak lagi merasa tabu atau malu membicarakan masalah sehari-hari kita dalam media sosial. 

Dalam teori komunikasi dikenal dengan istilah noise, atau kebisingan yang mengganggu proses pertukaran informasi. Karena sifat media yg publik, masalah personal dapat dikategorikan sebagai kebisingan yg harus diredam karena tidak memiliki relevansi bagi kepentingan publik. 

Namun dalam praktiknya hal ini justru terbalik 180 derajat, kehidupan pribadi malah kerap kali menjadi kebutuhan utama dalam konsumsi media publik. Memang wajar apabila teknologi baru memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan teknologi pendahulu, namun untuk membuat keunggulan ini punya nilai positif secara sosial, kita sebagai audiens sekaligus produsen perlu memikirkan ulang praktik kita dalam menggunakan internet. 

Batas-batas konten privat dan publik di internet pun perlu diluruskan ulang. Apabila tidak, kebanggaan bahwa youtube lebih baik dari televisi hanya sekedar masalah teknis tanpa adanya tambahan nilai.



Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

 

BERITA TERKAIT


Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
 

BERITA PILIHAN


Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

 

BERITA LAINNYA

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Selebrasi Double Winner Persib U-19 dan U-16, Jalan Sulanjana Bakal Ditutup
Senin 10 Desember 2018


Jelang Natal dan Tahun Baru Dinsosnangkis Terus Pantau PMKS
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial Disparbud Kab. Bandung Akan Launching Pasar Digital Cimenyan Akhir Tahun Ini
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial Sambut Tahun Baru, Kecamatan Gedebage Gelar Bazar Kepokmas Murah
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial River Plate Juara Copa Libertadores 2018
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial Persib Diliburkan Hingga Awal Tahun Depan
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial Hujan Diprediksi Masih Mengguyur Bandung Raya Siang dan Sore Ini
Senin 10 Desember 2018 Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

 

 

BERITA TERKAIT

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
Senin 08 Januari 2018, 23:17 WIB

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial
Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial


Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Redaksi Oleh : Aprillia Dinda F
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Kita kerap melihat orang mengumbar permasalahan pribadi mereka di media. Dengan gencarnya media sosial belakangan ini, orang-orang menyampaikan cerita pribadinya kepada jutaan pasang mata. Meski banyak kritik telah dilontarkan, mengapa konten semacam ini semakin banyak kita temukan?

Membuka diri pada orang lain dan menceritakan masalah personal adalah hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Pembukaan diri ini umumnya dilakukan untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan antar individu.

Namun media juga mengubah tujuan dari pembukaan diri menjadi pencarian ketenaran dan menciptakan bintang.

Berdasarkan Riset dari Tal-or ditemukan bahwa semakin penonton memahami latar belakang dan informasi intim seorang bintang, semakin mereka tertarik pada tokoh tersebut.

Itulah sebabnya, kita sering menemui menolak-nolak pribadi pada kamera di berbagai konten media audio visual. Teknik ini berfungsi untuk membangun kesan bahwa sang bintang sedang curhat pada penonton sehingga muncul ilusi kedekatan dengan penonton.

Karena hal ini pula, presenter acara reality show juga ikut-ikutan mengumbar permasalahan pribadi mereka. Klien yang muncul dalam acara reality show berganti di tiap episode. 
Namun sang presenter akan tetap bertahan. Dengan demikian, ia punya kesempatan untuk membuat penonton makin menyukai dirinya.

Fenomena ini makin merajalela dengan hadirnya teknologi internet. Dengan akses pada berbagai platform media sosial, semua orang bisa mengumbarkan kehidupan pribadi mereka. Maka tidak aneh apabila youtube memakai sloganbroadcast yourself.

Internet memang memberikan fasilitas yang sangat mewah bagi kita untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-hari, baik berupa teks, gambar, maupun video. Fitur interaktif internet juga memungkinan audiens untuk menanyakan hal privat yang ingin mereka ketahui dari para idolanya. 
Sehingga proses membuka diri menjadi lebih efektif dalam menciptakan ilusi kedekatan. Teknologi daring pada akhirnya menciptakan personal-personal baru, selebritas-selebritas baru yang menjadi terkenal sepenuhnya karena masalah kehidupan pribadi mereka.

Teknologi internet memang memungkinan kita untuk menjadi produsen, bukan sekedar konsumen media. Dengan demikian teknologi tersebut memberi kemungkinan berkembangnya konten alternatif, konten yang memiliki mutu lebih baik ketimbang televisi. 

Namun jika kita bicara tentang fenomena mengumbar masalah pribadi, tak ada perbedaan yang berarti antara youtube dan televisi. Pesatnya perkembangan teknologi media tampaknya semakin membaurkan informasi privat dan publik. Kita tidak lagi merasa tabu atau malu membicarakan masalah sehari-hari kita dalam media sosial. 

Dalam teori komunikasi dikenal dengan istilah noise, atau kebisingan yang mengganggu proses pertukaran informasi. Karena sifat media yg publik, masalah personal dapat dikategorikan sebagai kebisingan yg harus diredam karena tidak memiliki relevansi bagi kepentingan publik. 

Namun dalam praktiknya hal ini justru terbalik 180 derajat, kehidupan pribadi malah kerap kali menjadi kebutuhan utama dalam konsumsi media publik. Memang wajar apabila teknologi baru memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan teknologi pendahulu, namun untuk membuat keunggulan ini punya nilai positif secara sosial, kita sebagai audiens sekaligus produsen perlu memikirkan ulang praktik kita dalam menggunakan internet. 

Batas-batas konten privat dan publik di internet pun perlu diluruskan ulang. Apabila tidak, kebanggaan bahwa youtube lebih baik dari televisi hanya sekedar masalah teknis tanpa adanya tambahan nilai.



 

BERITA LAINNYA



Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

River Plate Juara Copa Libertadores 2018
Senin 10 Desember 2018
Olahraga


Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Persib Diliburkan Hingga Awal Tahun Depan
Senin 10 Desember 2018
PERSIB


Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial

 

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Menilik Unggahan Privasi di Media Sosial