Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi  




Rabu 13 November 2019

01:57 WIB

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
@prfmnews

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
PRFMNewsChannel

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018, 22:47 WIB
NASIONAL
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi




Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Rizky Perdana - PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang menghadiri acara Wisuda Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, di Jalan Ir H Djuanda, Rabu (17/10/2018). Sebanyak 385 wisudawan yang terdiri dari 24 orang Pascasarjana spesialis satu pekerja sosial dan sisanya Sarjana terapan pekerja sosial diluluskan.

Di depan hadapan para wisudawan, Agus mengatakan, kesenjangan rasio antara kebutuhan di lapangan dengan ketersediaan pekerja sosial masih tinggi.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mencari solusi untuk mengejar kesenjangan tersebut. Hal ini guna perkembangan pekerjaan sosial dapat terlaksana dengan lebih baik dan cepat.

"Yang akan kita kejar adalah kuantitas dan kualitas, ada juga semacam konteks untuk membentuk STKS lainnya selain di Bandung," ujar Agus.

Pihaknya juga sedang mewacanakan meningkatkan STKS menjadi sebuah politeknik. Sebab dengan menjadi politeknik, maka sarana dan prasarana harus meningkat termasuk juga peningkatan kualitas serta kualitas mahasiswa.

Terkait inisiatif ini, Agus sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Saat ini yang masih dibahas adalah detail pelaksanaannya.

"Upayanya kita tingkatkan jadi politeknik, saya udah bicara dengan Kementerian Ristekdikti, udah ada green light tinggal masalah detail saja," tambahnya.

Menjadi seorang lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial tentunya menurut Agus, punya kesempatan lebih tinggi untuk diangkat menjadi ASN di Kementerian Sosial.

Bahkan pihaknya akan merumuskan kebijakan baru bagi para lulusan STKS untuk diprioritaskan menjadi ASN Kementerian Sosial.

"Tentunya wisudawan itu mereka yang justru kami anggap mengerti apa yang jadi tugas kerjaan sosial, jadi hal wajar jika Kemensos dahulukan wisudawan STKS untuk bisa dikerjakan di Kemensos," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
 

BERITA PILIHAN


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

 

BERITA LAINNYA

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019


746 Desa Belum Punya BUMDes, Pemprov Jabar Siap Terjunkan Patriot Desa
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Pemprov Jabar Terus Dorong DPRD Anggarkan Rute Penerbangan Bandung-Pangandaran
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Ditargetkan Beroperasi Pada 2024, Tol Cigatas Berpotensi Berubah Nama
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi Wagub Jabar Dukung Fatwa MUI Soal Salam Agama Lain
Selasa 12 November 2019 Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

 

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Rabu 17 Oktober 2018, 22:47 WIB
NASIONAL

Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi
Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Rizky Perdana - PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang menghadiri acara Wisuda Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, di Jalan Ir H Djuanda, Rabu (17/10/2018). Sebanyak 385 wisudawan yang terdiri dari 24 orang Pascasarjana spesialis satu pekerja sosial dan sisanya Sarjana terapan pekerja sosial diluluskan.

Di depan hadapan para wisudawan, Agus mengatakan, kesenjangan rasio antara kebutuhan di lapangan dengan ketersediaan pekerja sosial masih tinggi.

Maka dari itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial terus mencari solusi untuk mengejar kesenjangan tersebut. Hal ini guna perkembangan pekerjaan sosial dapat terlaksana dengan lebih baik dan cepat.

"Yang akan kita kejar adalah kuantitas dan kualitas, ada juga semacam konteks untuk membentuk STKS lainnya selain di Bandung," ujar Agus.

Pihaknya juga sedang mewacanakan meningkatkan STKS menjadi sebuah politeknik. Sebab dengan menjadi politeknik, maka sarana dan prasarana harus meningkat termasuk juga peningkatan kualitas serta kualitas mahasiswa.

Terkait inisiatif ini, Agus sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Saat ini yang masih dibahas adalah detail pelaksanaannya.

"Upayanya kita tingkatkan jadi politeknik, saya udah bicara dengan Kementerian Ristekdikti, udah ada green light tinggal masalah detail saja," tambahnya.

Menjadi seorang lulusan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial tentunya menurut Agus, punya kesempatan lebih tinggi untuk diangkat menjadi ASN di Kementerian Sosial.

Bahkan pihaknya akan merumuskan kebijakan baru bagi para lulusan STKS untuk diprioritaskan menjadi ASN Kementerian Sosial.

"Tentunya wisudawan itu mereka yang justru kami anggap mengerti apa yang jadi tugas kerjaan sosial, jadi hal wajar jika Kemensos dahulukan wisudawan STKS untuk bisa dikerjakan di Kemensos," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019
Persib vs Arema FC 2019


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019
Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Mensos : Kebutuhan Pekerja Sosial Masih Tinggi

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019
Musim Hujan