Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar  




Jumat 18 Oktober 2019

08:01 WIB

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar
@prfmnews

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar
PRFMNewsChannel

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar "Korban"
Sabtu 28 September 2019, 12:33 WIB
MODUS OPERANDI
Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar
Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar




Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Foto Oleh : Ilustrasi

Foto: Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

BANDUNG, (PRFM) –  Modus penipuan via telepon kembali terjadi. Seteleh sebelumnya memakai modus tilang atau anggota keluarga yang masuk rumah sakit, kini memakai modus penculikan dengan mengancam si korban penculikan akan dimutilasi dan dibakar. Hal demikian dialami oleh Feddy Hardian pada Jumat (27/9/2019) kemarin malam sekira pukul 23.40 WIB.

“Posisi dirumah sudah tengah malam, semua sudah tidur. Saya barengan ayah saya kemudian ada telepon masuk via telepon rumah. Ayah saya angkat, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki sambil menangis sambil bilang “Pah saya diculik saya dirampok, motor saya diambil, saya gak tau dimana, ditutup matanya”,” tiru Feddy saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Sabtu (28/9/2019).

Setelah ayahnya panik, tanpa pelaku sadari, telepon pun diberikan kepada Feddy dan Feddy pun langsung diancam bahwa anak tersebut akan dimutilasi serta dibunuh, jika Feddy tidak mentransfer uang sebesar Rp 60 juta ke rekening penelepon. 

“Saya coba pancing dengan bertanya “Ini siapa” lalu dijawab “Anda tidak perlu tahu saya, ini anak anda mau selamat atau tidak, kalau mau selamat tolong ikutin arahan saya, kalau dalam waktu lima menit tidak transfer uang 60 juta, saya akan membunuh, membakar atau sebelumnya kita akan cincang dulu bagian tubuhnya”,” lanjut Feddy menirukan.

Dalam keadaan cukup panik, Feddy pun langsung memanggil istrinya untuk segera menghubungi “anak” yang dimaksud si penelepon. Namun setelah dihubungi, “anak” yang dimaksud ternyata dalam keadaan baik-baik saja.

“Dari sana saya mulai agak panik, kemudian saya kasih tahu istri saya untuk menelepon adik-adik saya dan kebetulan adik saya yang kedua lagi ada di kampus lagi kegiatan, kedua lagi dinas juga. Untungnya, adik saya dalam kondisi masing-masing di tempatnya sehat walafiat, setelah itu saya coba pancing si penelepon dengan minta nomor telepon dan nomor rekening si penelepon,” jelasnya

Karena Feddy sudah curiga, maka ia langsung menutup telepon dan sempat mengancam bahwa dirinya mengerti IT sehingga nomor sipelaku bisa di tracking dan langsung melapor ke pihak yang berwenang.

“Setelah itu, dia ngancem lagi kalau misal tidak menuruti, dia akan cari keluarga saya. Kita tutup telepon. Tapi dia terus nelepon, kita cabut kabel teleponnya, kita langsung lapor ke polsek sekitar,” paparnya 

Lebih lanjut Feddy memperkirakan ada tiga orang pelaku yang melakukan modus operandi tersebut dengan ciri-ciri logat luar sunda. 

“Kalau dikira-kira kayaknya ada 3 orang, ada yang nelepon, kasih tahu, ada yang teriak tolong-tolong, sudah ada perannya. Kalau logatnya kayaknya luar Bandung atau luar Sunda,” tutupnya.










 

BERITA TERKAIT


Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar
 

BERITA PILIHAN


Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

 

BERITA LAINNYA

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

Kemendagri: Tak Ada Kompromi bagi Kelompok Penyebar Ideologi Selain Pancasila
Jumat 18 Oktober 2019


Jumat dan Sabtu Besok ITB Gelar Wisuda, Waspadai Kepadatan di Sabuga
Jumat 18 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar Lokasi SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar Lokasi SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 18 Oktober 2019
Jumat 18 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar 12 Investor Singapura dan Malaysia Kunjungi Kebun Kopi di Pangalengan
Kamis 17 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar Tutup Musim dengan Hasil Seri, Blitar United Dipastikan Degradasi
Kamis 17 Oktober 2019 Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

 

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar "Korban"
Sabtu 28 September 2019, 12:33 WIB
MODUS OPERANDI

Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar
Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar


Modus Operandi Baru via Telepon, Ancam Mutilasi Hingga Bakar

Redaksi Oleh : Siti Resa Mutoharoh
Sumber Foto : Ilustrasi


Foto: Ilustrasi Penculikan Anak. shutterstock.com

BANDUNG, (PRFM) –  Modus penipuan via telepon kembali terjadi. Seteleh sebelumnya memakai modus tilang atau anggota keluarga yang masuk rumah sakit, kini memakai modus penculikan dengan mengancam si korban penculikan akan dimutilasi dan dibakar. Hal demikian dialami oleh Feddy Hardian pada Jumat (27/9/2019) kemarin malam sekira pukul 23.40 WIB.

“Posisi dirumah sudah tengah malam, semua sudah tidur. Saya barengan ayah saya kemudian ada telepon masuk via telepon rumah. Ayah saya angkat, tiba-tiba ada seorang anak laki-laki sambil menangis sambil bilang “Pah saya diculik saya dirampok, motor saya diambil, saya gak tau dimana, ditutup matanya”,” tiru Feddy saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Sabtu (28/9/2019).

Setelah ayahnya panik, tanpa pelaku sadari, telepon pun diberikan kepada Feddy dan Feddy pun langsung diancam bahwa anak tersebut akan dimutilasi serta dibunuh, jika Feddy tidak mentransfer uang sebesar Rp 60 juta ke rekening penelepon. 

“Saya coba pancing dengan bertanya “Ini siapa” lalu dijawab “Anda tidak perlu tahu saya, ini anak anda mau selamat atau tidak, kalau mau selamat tolong ikutin arahan saya, kalau dalam waktu lima menit tidak transfer uang 60 juta, saya akan membunuh, membakar atau sebelumnya kita akan cincang dulu bagian tubuhnya”,” lanjut Feddy menirukan.

Dalam keadaan cukup panik, Feddy pun langsung memanggil istrinya untuk segera menghubungi “anak” yang dimaksud si penelepon. Namun setelah dihubungi, “anak” yang dimaksud ternyata dalam keadaan baik-baik saja.

“Dari sana saya mulai agak panik, kemudian saya kasih tahu istri saya untuk menelepon adik-adik saya dan kebetulan adik saya yang kedua lagi ada di kampus lagi kegiatan, kedua lagi dinas juga. Untungnya, adik saya dalam kondisi masing-masing di tempatnya sehat walafiat, setelah itu saya coba pancing si penelepon dengan minta nomor telepon dan nomor rekening si penelepon,” jelasnya

Karena Feddy sudah curiga, maka ia langsung menutup telepon dan sempat mengancam bahwa dirinya mengerti IT sehingga nomor sipelaku bisa di tracking dan langsung melapor ke pihak yang berwenang.

“Setelah itu, dia ngancem lagi kalau misal tidak menuruti, dia akan cari keluarga saya. Kita tutup telepon. Tapi dia terus nelepon, kita cabut kabel teleponnya, kita langsung lapor ke polsek sekitar,” paparnya 

Lebih lanjut Feddy memperkirakan ada tiga orang pelaku yang melakukan modus operandi tersebut dengan ciri-ciri logat luar sunda. 

“Kalau dikira-kira kayaknya ada 3 orang, ada yang nelepon, kasih tahu, ada yang teriak tolong-tolong, sudah ada perannya. Kalau logatnya kayaknya luar Bandung atau luar Sunda,” tutupnya.






 

BERITA LAINNYA