Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan  




Minggu 19 Agustus 2018

10:30 WIB

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
@prfmnews

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
PRFMNewsChannel

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
Jumat 08 Juni 2018, 22:17 WIB
Kota Bandung

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan




Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Redaksi Oleh : Ari Anggriawan
Foto Oleh : Humas Pemkot Bandung

BANDUNG, (PRFM) - Pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan mobil sebagai sarana berjualannya, atau akrab disapa Moko kini menjadi perbincangan, dikarenakan keberadaanya di zona merah. Ketua Umum ICCN (Indonesia Creative City Network), Fiki Satari menanggapi terkait keberadaan moko tersebut. Dirinya mengaku mengapresiasi keberadaan Moko tersebut, karena merupakan salah satu bentuk industri kreatif.

"Sebetulnya saya sangat mengapresiasi seluruh industri kreatif di warga Bandung. Saya juga punya pengalaman usaha clothing distro dari tahun 1998, kemudian tahun 2006 saya inisiatif mempunyai toko di dalam bus namanya airbusone," ujar Fiki saat on air di PRFM, Jumat (08/06/2018).

Meski demikian, Fiki menilai jika berjualan di Kota Bandung harus mengikuti aturan yang ada.

"Sebetulnya secara aturan hukum berkenaan dengan semua usaha sudah diatur oleh pemerintah, karna akhirnya nanti akan tidak adil bagaimana perhitungan pajaknya lalu perhitungan ijin dan seterusnya ga adil buat temen temen yang berusaha," tuturnya.

Sebagai solusi, Fiki mengusulkan agar pemerintah kota Bandung dan juga para pelaku usaha Moko untuk duduk bersama. Nantinya, bisa saja disepakati mengenai lokasi atau zona khusus moko, sebagaimana yang sudah dilakukan Pemkot bagi PKL yang berjualan setiap hari minggu di kawasan Gasibu.

"Kalau boleh saya mengusulkan, jalan tengahnya ini bisa diatur bersama pemerintah dan disepakati bersama para moko, dimana untuk rambu penjualannya. Sama halnya seperti pasar tumpah Gasibu yang semulanya tidak tertata menjadi tertata rapi di kawasan monumen perjuangan itu bisa diatur dan dikelola kemudian dari kebersihannya atau masalah yang tidak mengganggu warga sekitar jadi mencari sebuah solusinya," usulnya.

Konsep moko tidak jauh berbeda dengan foodtruck yang sempat booming di Kota Bandung. Sehingga Fiki menilai perlu ada manajemen yang jelas untuk mengatur keberadaan moko ini.

"ini juga bisa kita ajukan seperti konsep foodtruck yang sudah menginspirasi, seperti Bandung Foodtruck Community mereka berjualan makanan pakai mobil tapi kali ini dimanage dengan baik, mereka berjualan di setiap event itu menjadi solusi bagi para foodtruck di Kota Bandung," pungkasnya.



Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

 

BERITA TERKAIT


Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
 

BERITA PILIHAN


Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

 

BERITA LAINNYA

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Bandung dan Jawa Barat Cerah Berawan Sepanjang Hari
Minggu 19 Agustus 2018


Pelarangan Striker Asing Wacana yang Keliru
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur di Jabar Sudah Mendesak
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Luas Sawah di Jabar yang Mengalami Kekeringan Masih Relatif Kecil
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Mantan Pelatih Timnas Sambut Positif Pelarangan Striker Asing
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Pemerintah Gelontorkan Rp 800 Triliun untuk Transfer Daerah dan Dana Desa
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Wacana Pelarangan Striker Asing Terlalu Dipaksakan
Minggu 19 Agustus 2018 Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

 

 

BERITA TERKAIT

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
Jumat 08 Juni 2018, 22:17 WIB
Kota Bandung

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan
Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan


Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Redaksi Oleh : Ari Anggriawan
Sumber Foto : Humas Pemkot Bandung


BANDUNG, (PRFM) - Pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan mobil sebagai sarana berjualannya, atau akrab disapa Moko kini menjadi perbincangan, dikarenakan keberadaanya di zona merah. Ketua Umum ICCN (Indonesia Creative City Network), Fiki Satari menanggapi terkait keberadaan moko tersebut. Dirinya mengaku mengapresiasi keberadaan Moko tersebut, karena merupakan salah satu bentuk industri kreatif.

"Sebetulnya saya sangat mengapresiasi seluruh industri kreatif di warga Bandung. Saya juga punya pengalaman usaha clothing distro dari tahun 1998, kemudian tahun 2006 saya inisiatif mempunyai toko di dalam bus namanya airbusone," ujar Fiki saat on air di PRFM, Jumat (08/06/2018).

Meski demikian, Fiki menilai jika berjualan di Kota Bandung harus mengikuti aturan yang ada.

"Sebetulnya secara aturan hukum berkenaan dengan semua usaha sudah diatur oleh pemerintah, karna akhirnya nanti akan tidak adil bagaimana perhitungan pajaknya lalu perhitungan ijin dan seterusnya ga adil buat temen temen yang berusaha," tuturnya.

Sebagai solusi, Fiki mengusulkan agar pemerintah kota Bandung dan juga para pelaku usaha Moko untuk duduk bersama. Nantinya, bisa saja disepakati mengenai lokasi atau zona khusus moko, sebagaimana yang sudah dilakukan Pemkot bagi PKL yang berjualan setiap hari minggu di kawasan Gasibu.

"Kalau boleh saya mengusulkan, jalan tengahnya ini bisa diatur bersama pemerintah dan disepakati bersama para moko, dimana untuk rambu penjualannya. Sama halnya seperti pasar tumpah Gasibu yang semulanya tidak tertata menjadi tertata rapi di kawasan monumen perjuangan itu bisa diatur dan dikelola kemudian dari kebersihannya atau masalah yang tidak mengganggu warga sekitar jadi mencari sebuah solusinya," usulnya.

Konsep moko tidak jauh berbeda dengan foodtruck yang sempat booming di Kota Bandung. Sehingga Fiki menilai perlu ada manajemen yang jelas untuk mengatur keberadaan moko ini.

"ini juga bisa kita ajukan seperti konsep foodtruck yang sudah menginspirasi, seperti Bandung Foodtruck Community mereka berjualan makanan pakai mobil tapi kali ini dimanage dengan baik, mereka berjualan di setiap event itu menjadi solusi bagi para foodtruck di Kota Bandung," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan

 

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Moko Menginspirasi, Namun Harus Ikuti Aturan