Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional  




Sabtu 20 Januari 2018

04:18 WIB

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
@prfmnews

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
PRFMNewsChannel

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Sabtu 11 November 2017, 07:52 WIB

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional




Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Warga Bandung mengenang perjuangan Mohammad Toha yang meledakan gudang mesiu Belanda pada 11 Juli 1946 silam, sebagai seorang pahlawan. Namanya diabadikan menjadi nama jalan dan nama sekolah di daerah Kebon Kalapa. 


Tak hanya itu, penghormatan kepada pejuang kemerdekaan ini juga digambarkan melalui sebuah monumen yang dibangun di Dayeuhkolot. Mohammad Toha juga kerap dikaitkan dengan perjuangan Bandung Lautan Api. Meski begitu, Mohammad Toha masih belum tercantum sebagai pahlawan nasional.


Sejarawan Jawa Barat, Nina Lubis mengaku sudah berkali-kali mengajukan Mohammad Toha sebagai pahlawan nasional. Namun, salah seorang anggota dewan penilai gelar nasional yang ditempati Sejarawan Anhar Gonggong selalu menolaknya. Ia beralasan, “Apabila seorang seperti Mohammad Toha diberi gelar pahlawan, akan ada banyak sekali pengajuan tokoh serupa dari berbagai daerah.” 


"Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar Mohammad Toha menjadi pahlawan nasional, tapi selalu ditolaknya," ungkap Nina saat seminar tentang Mohammad Toha dan Mohammad Ramadhan di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Bandung, Jumat (10/11/2017).


Ia manambahkan, alasan itulah yang membuat Mohammad Toha hanya diakui sebagai pahlawan “lokal” saja. Karena selain banyaknya kesimpangsiuran soal peristiwa peledakan gudang mesiu Dayeuhkolot yang konon dilakukan oleh dirinya, identitas Mohammad Toha pun masih belum jelas.


Namun, lanjutnya, ada satu pencerahan. Sebuah majalah yang terbit di era 1958-an dengan nama Majalah Pantja Warna sempat menulis artikel peristiwa Bandung Lautan Api dan kisah perjuangan Mohammad Toha. Cerita ini ditulis di majalah Pantja Warna nomor 145 (15 Agustus 1958) dengan judul "Ledakan Gudang Mesiu Dajeuhkolot" karya A. Karim D.P. Sang penulis ini dikenal selama revolusi bersenjata, menjadi wartawan yang pertama dilantik oleh Markas Besar Tentara untuk mengikuti segala pertempuran. Karenanya, ia turut menyertai berbagai kejadian di medan pertempuran.


"Dalam artikelnya ia menyebut pagi tanggal 16 Juli usai diantarkan seorang Komandan barisan Pemuda Indonesia Maluku (PIM) dan beberapa orang prajurit, ia mendaki bukit Kulalet yang dijadikan garis pertahanan terdepan untuk menahan serbuan musuh ke arah Banjaran. Dari puncak bukit inilah melihat dengan jelas pemandangan hitam menghampa yang menyeramkan, gedung-gedung yang runtuh, rumput-rumput dan pohon-pohon yang terbakar habis dengan bekas-bekasnya yang hitam," ujarnya mengutip Galamedianews, Sabtu (11/11/2017). 


"Inilah pemandangan bekas ledakan gudang mesiu Belanda yang menggetarkan bumi sekitarnya, memecahkan kaca-kaca jendela dan meretakkan dinding-dinding tembok gedung-gedung di Bandung, suatu ledakan yang maha dahsyat sebagai jawaban lagi terhadap ultimatum sekutu yang menghendaki supaya pasukan bersenjata Indonesia bertekuk lutut dihadapannya. Ledakan yang getarannya terasa dalam jarak sejauh 3 KM dan suaranya terdengat sejauh 60 KM," tambahnya.




Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

BERITA TERKAIT


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
 

BERITA PILIHAN


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

BERITA LAINNYA

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Balong Gede Mulai Ditata Jadi Pusat Kuliner
Jumat 19 Januari 2018


Bandros Baik untuk Pariwisata Bandung
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Bandros Bisa Jadi Solusi Kemacetan
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Besok Pelayanan SIM Polrestabes Bandung Buka Lebih Awal
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Penyesuaian Perangkat Penyebab Pelayanan SIM Keliling 1 Polrestabes Bandung Lama
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Aher Targetkan Partisipasi Masyarakat di Pilkada Capai 70%
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Pemkot Gelontorkan 12 Miliar Untuk Bandros
Jumat 19 Januari 2018 Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

 

BERITA TERKAIT

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Sabtu 11 November 2017, 07:52 WIB

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Warga Bandung mengenang perjuangan Mohammad Toha yang meledakan gudang mesiu Belanda pada 11 Juli 1946 silam, sebagai seorang pahlawan. Namanya diabadikan menjadi nama jalan dan nama sekolah di daerah Kebon Kalapa. 


Tak hanya itu, penghormatan kepada pejuang kemerdekaan ini juga digambarkan melalui sebuah monumen yang dibangun di Dayeuhkolot. Mohammad Toha juga kerap dikaitkan dengan perjuangan Bandung Lautan Api. Meski begitu, Mohammad Toha masih belum tercantum sebagai pahlawan nasional.


Sejarawan Jawa Barat, Nina Lubis mengaku sudah berkali-kali mengajukan Mohammad Toha sebagai pahlawan nasional. Namun, salah seorang anggota dewan penilai gelar nasional yang ditempati Sejarawan Anhar Gonggong selalu menolaknya. Ia beralasan, “Apabila seorang seperti Mohammad Toha diberi gelar pahlawan, akan ada banyak sekali pengajuan tokoh serupa dari berbagai daerah.” 


"Kami sudah beberapa kali mengusulkan agar Mohammad Toha menjadi pahlawan nasional, tapi selalu ditolaknya," ungkap Nina saat seminar tentang Mohammad Toha dan Mohammad Ramadhan di Museum Sri Baduga, Jalan Peta, Bandung, Jumat (10/11/2017).


Ia manambahkan, alasan itulah yang membuat Mohammad Toha hanya diakui sebagai pahlawan “lokal” saja. Karena selain banyaknya kesimpangsiuran soal peristiwa peledakan gudang mesiu Dayeuhkolot yang konon dilakukan oleh dirinya, identitas Mohammad Toha pun masih belum jelas.


Namun, lanjutnya, ada satu pencerahan. Sebuah majalah yang terbit di era 1958-an dengan nama Majalah Pantja Warna sempat menulis artikel peristiwa Bandung Lautan Api dan kisah perjuangan Mohammad Toha. Cerita ini ditulis di majalah Pantja Warna nomor 145 (15 Agustus 1958) dengan judul "Ledakan Gudang Mesiu Dajeuhkolot" karya A. Karim D.P. Sang penulis ini dikenal selama revolusi bersenjata, menjadi wartawan yang pertama dilantik oleh Markas Besar Tentara untuk mengikuti segala pertempuran. Karenanya, ia turut menyertai berbagai kejadian di medan pertempuran.


"Dalam artikelnya ia menyebut pagi tanggal 16 Juli usai diantarkan seorang Komandan barisan Pemuda Indonesia Maluku (PIM) dan beberapa orang prajurit, ia mendaki bukit Kulalet yang dijadikan garis pertahanan terdepan untuk menahan serbuan musuh ke arah Banjaran. Dari puncak bukit inilah melihat dengan jelas pemandangan hitam menghampa yang menyeramkan, gedung-gedung yang runtuh, rumput-rumput dan pohon-pohon yang terbakar habis dengan bekas-bekasnya yang hitam," ujarnya mengutip Galamedianews, Sabtu (11/11/2017). 


"Inilah pemandangan bekas ledakan gudang mesiu Belanda yang menggetarkan bumi sekitarnya, memecahkan kaca-kaca jendela dan meretakkan dinding-dinding tembok gedung-gedung di Bandung, suatu ledakan yang maha dahsyat sebagai jawaban lagi terhadap ultimatum sekutu yang menghendaki supaya pasukan bersenjata Indonesia bertekuk lutut dihadapannya. Ledakan yang getarannya terasa dalam jarak sejauh 3 KM dan suaranya terdengat sejauh 60 KM," tambahnya.




 

BERITA LAINNYA



Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Balong Gede Mulai Ditata Jadi Pusat Kuliner
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Bandros Baik untuk Pariwisata Bandung
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Bandros Bisa Jadi Solusi Kemacetan
Jumat 19 Januari 2018
Kota Bandung


Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Nama Mohammad Toha Sudah Sering Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional