Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan  




Selasa 12 November 2019

08:55 WIB

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
@prfmnews

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
PRFMNewsChannel

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
Rabu 15 Mei 2019, 14:59 WIB
Ramadan 1440 H
Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan




Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Warga kota Bandung yang saat ini sudah menikah atau berusia 30-40 tahu, pasti mengalami masa liburan panjang Sekolah Dasar di Bulan Ramadan yang sampai sebulan penuh.

Tahun 90-an, Kota Bandung masih adem dan belum begitu banyak tempat pelesir seperti Mall atau wahana permainan anak apalagi gadget. Kebanyakan anak anak  di jaman itu banyak menghabiskan liburan di Lingkungan sekitar komplek atau rumahnya dengan bermain bersama anak tetangga yang tidak mudik ke handai taulannya.

Nah, mungkin baraya 90an masih ingat dengan beberapa permainan ini:

Lodong

Lodong sendiri mempunyai arti batang bambu besar yang berongga tetapi di interpretasikan  meriam dalam bahasa Indonesia. Permainan meriam bambu ini di perkirakan terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh bangsa Portugis saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke – 6. Meriam adalah sebuah senjata modern yang dimiliki oleh bangsa portugis. Pada masa itu kehadiran meriam bagi orang - orang pribumi menjadi perhatian mereka.

Permainan tradisional lodong ini berbahan dasar dari pohon bambu yang dilubangi untuk menempatkan karbit. Karbit yang akan mengeluarkan gas bila direndam air digunakan sebagai bahan bakar permainan tradisional lodong. Saat gas dalam lodong telah terisi maka di sulutlah lubang kecil yang berada di bagian atas belakang bambu  lain dan akan menimbulkan  suara yang nyaring dan keras yang menyerupai sebuah meriam.

Pada dasarnya permainan ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat. Karena pada jaman sekarang kurang begitu  banyak arena lapangan yang luas untuk melakukan permainan ini ditambah lagi permainan lodong adalah permainan yang akan mengganggu bila dilakukan di dekat komplek karena sangat gaduh.

Permainan ini merupakan sebuah permainan yang sangat digemari atau dimainkan meski pada dasarnya pemain hanya mendengarkan saja suaea dentumannya tetapi Pada saat bulan suci Ramadan  jika memainkan permainan ini pemain bisa lupa akan waktu. Permainan ini melibatkan api dan juga zat kimia (karbit). Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan lodong yakni terdiri dari bambu, gergai, kayu yang ditajamkan pada ujungnya sebagai penyulut , minyah tanah untuk menyalakan penyulut , karbit,  lilin dan korek api.


Ngaladog

Ngaladog yang artinya berpetualang memang sangat jarang didengar dikalangan yang masa kecilnya diatas tahun 90 an. Pada dasarnya ngaladog adalah berjalan berbarengan tanpa tujuan sambil menunggu waktu berbuka.

Meski tanpa tujuan, jenis “kaulinan” ini biasanya mencari lokasi-lokasi yang banyak gang atau jalan kecil  kadang juga mereka mencari persawahan atau kebun-kebun yang banyak pohon dengan buah yang bisa di petik seperti mangga, kersen atau deme/duwet untuk dijadikan makanan tajil bila saat berbuka tiba.

Saat ngaladog dilakukan di persawahan anak anak tersebut akan ngurek atau mencari belut hanya dengan menggunakan tangan mereka , kadang juga mereka akan mencari keuyeup / kepiting sawah yang akan dipelihara dalam kaleng atau keler / toples gelas nanti dirumah.

Sudah sangat jarang sekali kaulinan Ngaladog dilakukan dijaman sekarang ini , mungkin karena dirumah sudah banyak hiburan ,gadget tapi juga suasana sekarang memang tidak nyaman untuk dijadikan tempat ngaladog karena panas dan sudah banyak komplek-komplek permanen yang tidak teduh.


Gatrik

Gatrik adalah permainan mirip Cricket (jenis olah raga asal inggris) tetapi dalam gatrik media yang digunakan hanya berupa ranting atau tongkat kayu untuk memukul tongkat yang dilempar oleh lawan.

Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu, dimana yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama, potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya meleset dari bambu kecil tersebut.

Kalau gagal, maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

Permainan ini sendiri saat ini sudah jarang ditemui, mungkin karena sudah jarang anak-anak yang faham cara memainkannya, atau sudah tergantikan permainan digital melalui telepon genggam berbasis android.

Bagi anda yang pernah mengalami dan atau memainkan beberapa permainan tadi, maka berbahagialah. Karena mungkin kita tidak akan lagi menikmati kebersamaan bersama teman teman layaknya masa itu pada hari ini. 










 

BERITA TERKAIT


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
 

BERITA PILIHAN


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

 

BERITA LAINNYA

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Jangan Percaya dengan Oknum yang Janjikan Lolos CPNS 2019
Selasa 12 November 2019


Fabiano Tinggal Nunggu Paspor Indonesia
Selasa 12 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan Persib Lawan Arema, Eko Maung : Jangan Cuma Lihat Gengsinya
Selasa 12 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Selasa 12 November 2019
Selasa 12 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan Lima Perguruan Tinggi Bandung Jalin Kerja Sama dengan PT HBM
Senin 11 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan Persib vs Arema FC, Polres Bandung Siagakan Personil di Jalur Sekitar Stadion
Senin 11 November 2019 Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

 

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
Rabu 15 Mei 2019, 14:59 WIB
Ramadan 1440 H

Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan
Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Warga kota Bandung yang saat ini sudah menikah atau berusia 30-40 tahu, pasti mengalami masa liburan panjang Sekolah Dasar di Bulan Ramadan yang sampai sebulan penuh.

Tahun 90-an, Kota Bandung masih adem dan belum begitu banyak tempat pelesir seperti Mall atau wahana permainan anak apalagi gadget. Kebanyakan anak anak  di jaman itu banyak menghabiskan liburan di Lingkungan sekitar komplek atau rumahnya dengan bermain bersama anak tetangga yang tidak mudik ke handai taulannya.

Nah, mungkin baraya 90an masih ingat dengan beberapa permainan ini:

Lodong

Lodong sendiri mempunyai arti batang bambu besar yang berongga tetapi di interpretasikan  meriam dalam bahasa Indonesia. Permainan meriam bambu ini di perkirakan terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh bangsa Portugis saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke – 6. Meriam adalah sebuah senjata modern yang dimiliki oleh bangsa portugis. Pada masa itu kehadiran meriam bagi orang - orang pribumi menjadi perhatian mereka.

Permainan tradisional lodong ini berbahan dasar dari pohon bambu yang dilubangi untuk menempatkan karbit. Karbit yang akan mengeluarkan gas bila direndam air digunakan sebagai bahan bakar permainan tradisional lodong. Saat gas dalam lodong telah terisi maka di sulutlah lubang kecil yang berada di bagian atas belakang bambu  lain dan akan menimbulkan  suara yang nyaring dan keras yang menyerupai sebuah meriam.

Pada dasarnya permainan ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat. Karena pada jaman sekarang kurang begitu  banyak arena lapangan yang luas untuk melakukan permainan ini ditambah lagi permainan lodong adalah permainan yang akan mengganggu bila dilakukan di dekat komplek karena sangat gaduh.

Permainan ini merupakan sebuah permainan yang sangat digemari atau dimainkan meski pada dasarnya pemain hanya mendengarkan saja suaea dentumannya tetapi Pada saat bulan suci Ramadan  jika memainkan permainan ini pemain bisa lupa akan waktu. Permainan ini melibatkan api dan juga zat kimia (karbit). Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan lodong yakni terdiri dari bambu, gergai, kayu yang ditajamkan pada ujungnya sebagai penyulut , minyah tanah untuk menyalakan penyulut , karbit,  lilin dan korek api.


Ngaladog

Ngaladog yang artinya berpetualang memang sangat jarang didengar dikalangan yang masa kecilnya diatas tahun 90 an. Pada dasarnya ngaladog adalah berjalan berbarengan tanpa tujuan sambil menunggu waktu berbuka.

Meski tanpa tujuan, jenis “kaulinan” ini biasanya mencari lokasi-lokasi yang banyak gang atau jalan kecil  kadang juga mereka mencari persawahan atau kebun-kebun yang banyak pohon dengan buah yang bisa di petik seperti mangga, kersen atau deme/duwet untuk dijadikan makanan tajil bila saat berbuka tiba.

Saat ngaladog dilakukan di persawahan anak anak tersebut akan ngurek atau mencari belut hanya dengan menggunakan tangan mereka , kadang juga mereka akan mencari keuyeup / kepiting sawah yang akan dipelihara dalam kaleng atau keler / toples gelas nanti dirumah.

Sudah sangat jarang sekali kaulinan Ngaladog dilakukan dijaman sekarang ini , mungkin karena dirumah sudah banyak hiburan ,gadget tapi juga suasana sekarang memang tidak nyaman untuk dijadikan tempat ngaladog karena panas dan sudah banyak komplek-komplek permanen yang tidak teduh.


Gatrik

Gatrik adalah permainan mirip Cricket (jenis olah raga asal inggris) tetapi dalam gatrik media yang digunakan hanya berupa ranting atau tongkat kayu untuk memukul tongkat yang dilempar oleh lawan.

Permainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu, dimana yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama, potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya meleset dari bambu kecil tersebut.

Kalau gagal, maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

Permainan ini sendiri saat ini sudah jarang ditemui, mungkin karena sudah jarang anak-anak yang faham cara memainkannya, atau sudah tergantikan permainan digital melalui telepon genggam berbasis android.

Bagi anda yang pernah mengalami dan atau memainkan beberapa permainan tadi, maka berbahagialah. Karena mungkin kita tidak akan lagi menikmati kebersamaan bersama teman teman layaknya masa itu pada hari ini. 






 

BERITA LAINNYA



Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Fabiano Tinggal Nunggu Paspor Indonesia
Selasa 12 November 2019
PERSIB


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Persib Lawan Arema, Eko Maung : Jangan Cuma Lihat Gengsinya
Selasa 12 November 2019
Persib vs Arema FC 2019


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Selasa 12 November 2019
Selasa 12 November 2019
SIM Keliling 12 November 2019


Nostalgia, Ini Yang Dilakukan Anak-anak Bandung Tahun 90an Saat Liburan

Renovasi Pasar Kosambi Rampung Bulan November Ini
Senin 11 November 2019
Kota Bandung