Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional  




Sabtu 07 Desember 2019

17:32 WIB

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
@prfmnews

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
PRFMNewsChannel

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
Sabtu 16 November 2019, 21:22 WIB
Polemik Otopet Listrik
Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional




Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Kehadiran Otopet Listrik atau GrabWheels menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian ada yang setuju hadirnya alat ini, namun banyak pula yang menolak karena dapat membahayakan penggunanya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Transportasi dari ITB, Sony Sulaksono Wibowo mengatakan otopet listrik tak ubahnya seperti sepatu roda. Dengan kata lain penggunaannya pun tidak dapat disamakan dengan moda transportasi konvensional.

"Jangan disamakan dengan kendaraan motor itu bahaya. Kalau disamakan dengan sepatu roda artinya harus mengikuti aturan seperti digunakan di kawasan atau jalan tertentu,"  ujarnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu (16/11/2019).

Sony menerangkan masyarakat kota Bandung pun bisa menggunakan otopet listrik ini, namun di kawasan tertentu saja seperti Balaikota atau perumahan. Pasalnya kedua kawasan tersebut tidak terlalu banyak hilir mudik kendaraan.

"Kalau pun mau dipakai di jalan raya ya harus di trotoar agar nanti bisa terkontrol. Kalau di jalan langsung ini justru bahaya," tuturnya.










 

BERITA TERKAIT


Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
 

BERITA PILIHAN


Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

 

BERITA LAINNYA

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

PLN Jabar Imbau Masyarakat Periksa Listrik Sebelum Liburan
Sabtu 07 Desember 2019


Jalan Raya Kertasari Sudah Bisa Dilalui
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional Jelang Libur Nataru, Polresta Bandung dan Dishub Gelar Operasi Ramcek
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional Prakiraan Cuaca Hari Ini: Bandung Raya Berpotensi Hujan di Siang hingga Malam
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional Wajib Pajak Taat Diganjar Penghargaan
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional BPPD Bandung Kumpulkan 11 Miliar dari Pembebasan Denda Pajak 2019
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional Eko Maung: Dua Gol Bunuh Diri Persib Bukan Pengaturan Skor
Sabtu 07 Desember 2019 Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

 

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
Sabtu 16 November 2019, 21:22 WIB
Polemik Otopet Listrik

Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional
Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional


Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Redaksi Oleh : Asep Yusuf Anshori
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Kehadiran Otopet Listrik atau GrabWheels menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian ada yang setuju hadirnya alat ini, namun banyak pula yang menolak karena dapat membahayakan penggunanya.

Menanggapi hal ini, Pengamat Transportasi dari ITB, Sony Sulaksono Wibowo mengatakan otopet listrik tak ubahnya seperti sepatu roda. Dengan kata lain penggunaannya pun tidak dapat disamakan dengan moda transportasi konvensional.

"Jangan disamakan dengan kendaraan motor itu bahaya. Kalau disamakan dengan sepatu roda artinya harus mengikuti aturan seperti digunakan di kawasan atau jalan tertentu,"  ujarnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu (16/11/2019).

Sony menerangkan masyarakat kota Bandung pun bisa menggunakan otopet listrik ini, namun di kawasan tertentu saja seperti Balaikota atau perumahan. Pasalnya kedua kawasan tersebut tidak terlalu banyak hilir mudik kendaraan.

"Kalau pun mau dipakai di jalan raya ya harus di trotoar agar nanti bisa terkontrol. Kalau di jalan langsung ini justru bahaya," tuturnya.






 

BERITA LAINNYA



Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Jalan Raya Kertasari Sudah Bisa Dilalui
Sabtu 07 Desember 2019
Jawa Barat


Otopet Listrik Tak Bisa Disamakan dengan Moda Transportasi Konvensional

Wajib Pajak Taat Diganjar Penghargaan
Sabtu 07 Desember 2019
Kota Bandung