Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi  




Minggu 15 September 2019

15:09 WIB

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
@prfmnews

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
PRFMNewsChannel

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
Senin 20 Mei 2019, 12:57 WIB
Kota Bandung
Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi




Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

Foto: Petugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung masih melakukan pemadaman di Pasar Kosambi, Minggu (19/5/2019) malam. Api yang membakar basement Pasar Kosambi itu belum juga bisa dijinakan, sejak Sabtu (18/5/2019). 


BANDUNG, (PRFM) - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung hingga Senin (20/5/2019) pagi, masih terus berupaya melakukan pemadaman secara menyeluruh di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani. Setelah sebagian titik api di basement Pasar Kosambi itu perlahan mampu dijinakan, pagi tadi muncul kembali sebanyak tiga titik.  

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung, Sihar Pandapotan Sitinjak mengatakan, meski titik api tidak menimbulkan kebakaran yang besar, namun petugas cukup kesulitan melakukan pemadaman. 

"Setengah jam lalu, ada tiga titik api lagi, tapi tidak besar," katanya saat On Air di PRFM, Senin (20/5/2019) pagi. 

Petugas kesulitan melakukan pemadaman lantaran ada sejenis sekat yang menghalangi. Selain itu, asap pekat di sekitar lokasi juga masih menjadi kendala petugas. 

"Semoga tiga titik api yang tidak terlalu besar ini bisa kita tangani dan segera pendinginan," katanya.

Proses penanganan kebakaran di Pasar Kosambi sudah lebih dari 24 jam. Petugas kesulitan menjangkau titik api karena asap tebal dan terbatasnya jarak pandang. Banyaknya barang yang mudah terbakar dan banyaknya sekat kios juga menjadi penyebab.

"Kios dan lapak itu kan banyak sekat, kita misalnya menembak dari arah jauh terhalang sekat, kalau dekat sulit karena asap," tambahnya. 

Lebih lanjut ia berharap, semua titik api di Pasar Kosambi bisa segera ditangani secepatnya, karena petugas sudah lelah.

"Kita juga sudah cukup lelah, mudah-mudahan ini yang terakhir," katanya.










 

BERITA TERKAIT


Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
 

BERITA PILIHAN


Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

 

BERITA LAINNYA

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Polres Bogor Cari Pelaku yang Lempari Bus Persib
Minggu 15 September 2019


Bobotoh Minta Persib Ambil Sikap Tegas Soal Aksi Pelemparan Bus
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Terkena Lemparan Batu, Omid : Ini Sangat Tidak layak di Sepakbola
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Bus Persib Dilempar Batu, Legenda Persib Ikut Geram
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Warga Filipina Paling Sering Buka Medsos, Bagaimana dengan Indonesia?
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Udara Riau Kian Buruk
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Mau Jalan-Jalan di Bandung? Cek Prakiraan Cuaca Hari Ini
Minggu 15 September 2019 Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

 

 

BERITA TERKAIT

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
Senin 20 Mei 2019, 12:57 WIB
Kota Bandung

Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi
Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi


Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


Foto: Petugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung masih melakukan pemadaman di Pasar Kosambi, Minggu (19/5/2019) malam. Api yang membakar basement Pasar Kosambi itu belum juga bisa dijinakan, sejak Sabtu (18/5/2019). 


BANDUNG, (PRFM) - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung hingga Senin (20/5/2019) pagi, masih terus berupaya melakukan pemadaman secara menyeluruh di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani. Setelah sebagian titik api di basement Pasar Kosambi itu perlahan mampu dijinakan, pagi tadi muncul kembali sebanyak tiga titik.  

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Diskar PB Kota Bandung, Sihar Pandapotan Sitinjak mengatakan, meski titik api tidak menimbulkan kebakaran yang besar, namun petugas cukup kesulitan melakukan pemadaman. 

"Setengah jam lalu, ada tiga titik api lagi, tapi tidak besar," katanya saat On Air di PRFM, Senin (20/5/2019) pagi. 

Petugas kesulitan melakukan pemadaman lantaran ada sejenis sekat yang menghalangi. Selain itu, asap pekat di sekitar lokasi juga masih menjadi kendala petugas. 

"Semoga tiga titik api yang tidak terlalu besar ini bisa kita tangani dan segera pendinginan," katanya.

Proses penanganan kebakaran di Pasar Kosambi sudah lebih dari 24 jam. Petugas kesulitan menjangkau titik api karena asap tebal dan terbatasnya jarak pandang. Banyaknya barang yang mudah terbakar dan banyaknya sekat kios juga menjadi penyebab.

"Kios dan lapak itu kan banyak sekat, kita misalnya menembak dari arah jauh terhalang sekat, kalau dekat sulit karena asap," tambahnya. 

Lebih lanjut ia berharap, semua titik api di Pasar Kosambi bisa segera ditangani secepatnya, karena petugas sudah lelah.

"Kita juga sudah cukup lelah, mudah-mudahan ini yang terakhir," katanya.






 

BERITA LAINNYA



Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Polres Bogor Cari Pelaku yang Lempari Bus Persib
Minggu 15 September 2019
PERSIB


Pagi Tadi, Tiga Titik Api Kembali Muncul di Pasar Kosambi

Udara Riau Kian Buruk
Minggu 15 September 2019
Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau