Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA  




Rabu 20 Februari 2019

19:15 WIB

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
@prfmnews

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
PRFMNewsChannel

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
Rabu 14 Februari 2018, 11:51 WIB
Pilwalkot Bandung 2018

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA




Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : Tommy Riyadi-PRFM

BANDUNG,(PRFM) - Panwaslu Kota Bandung menggelar acara "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas" di Hotel Horison Kota Bandung, Rabu 14 Februari 2018. Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziah menjelaskan, politik uang berbeda dengan cost politik. Dijelaskannya, politik uang lebih condong kepada "membeli" suara warga, sedangkan cost politik adalah biaya yang dikeluarkan pasangan calon untuk merebut simpati warga selama masa kampanye.

"Politik uang itu lebih cenderung kepada upaya mencari simpati dan merebut suara masyarakat dengan membelinya, atau bentuknya apapun," jelas Farhatun kepada PRFM.

Masih dikatakannya, salah satu cotoh cost politik adalah seperti dana yang digunakan selama masa kampanye. "Tapi dana kampanye itu juga dibatasi," tegasnya.

Dengan adanya acara "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas" yang dilakukan sebelum masa kampanye dimulai pada 15 Februari 2018 besok, adalah sebagai bentuk warning atau peringatan dari Panwaslu agar semua pasangan calon tidak sekalipun melakukan politik uang selama masa kampanye hingga waktu pencoblosan nanti.

"Makanya untuk Pilkada saat ini, sebelum gong kampanye dilaksanakan, kita memastikan bahwa hal ini sudah diwarning, bahwa hati-hati, ini loh yang masuk ke dalam politik uang, politisasi sara seperti apa, jada saat mereka melaksanakan kampanye, rambu-rambunya sudah ada," tegasnya.

Oleh karenanya, Farhatun mengimbau kepada siapapun yang menemukan praktek politik  uang untuk segera melporkannya kepada Panwaslu. Menurutnya, kedaulatan dan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu, dalam hal ini Pilwalkot Bandung kembali kepada peran aktif masyarakat.

"Laporkanlah ke Panwas, karena Panwas itu di Kota Bandung berjenjang dari tinkat kota, tingkat kecamatan, hingga tingkat keluarahan. Bahkan nanti pada saat hari pemilihan itu ada pengawas pemilu di setiap TPS, itu adalah bagian dari penyelenggara pemilu, pengawas pemilu," terangnya.

Dalam setiap laporan, Farhatun meminta pelapor untuk menyertakan bukti. Pasalnya, Panwaslu kota Bandung akan menindak laporan yang disertai dengan bukti jelas.

"Harus dengan bukti. Kami tidak bisa menuduh orang tanpa bukti, dan itu harus benar-benar ada saksi dan ada pelakunya," tegasnya.


Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Selain politik uang, Panwaslu juga mengantisipasi politisasi SARA selama gelaran Pilwalkot Bandung 2018. Oleh karenanya, Farhatun meminta setiap pasanga calon dan para pendukungnya untuk berlaku santun selama kampanye.

"Para partai pendukung atau para pasangan calon itu dalam berkampanye, lakukanlah dengan sebaik mungkin dan sesantun mungkin tanpa mengusik SARA, karena yang namanya agama di Indonesia itu sangat beragam, dan banyak sekali yang diakui secara undang-undang dan ini tidak bisa diusik," tegasnya.

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

 

BERITA TERKAIT


Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
 

BERITA PILIHAN


Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

 

BERITA LAINNYA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Dishub Kabupaten Bandung Beri Klarifikasi Terkait Video Pemukulan
Rabu 20 Februari 2019


Piala AFF U-22 2019: Timnas Ditahan Imbang Malaysia 2-2
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA Piala AFF U-22 2019: Timnas Ditahan Imbang Malaysia 2-2
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA Pemprov Jabar Minta Semua Pihak Terlibat dalam Pengelolaan TPA Sarimukti
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA Pasar Palasari, Pasar Paling Komplit di Bandung
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA Oded Minta Disdik Ingatkan Kepala Sekolah untuk Tidak Lakukan Penyimpangan Dana
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA RPJMD Disahkan, Oded Targetkan Pembangunan SDM dan Infrastruktur
Rabu 20 Februari 2019 Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

 

 

BERITA TERKAIT

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
Rabu 14 Februari 2018, 11:51 WIB
Pilwalkot Bandung 2018

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA
Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA


Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : Tommy Riyadi-PRFM


BANDUNG,(PRFM) - Panwaslu Kota Bandung menggelar acara "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas" di Hotel Horison Kota Bandung, Rabu 14 Februari 2018. Ketua Panwaslu Kota Bandung Farhatun Fauziah menjelaskan, politik uang berbeda dengan cost politik. Dijelaskannya, politik uang lebih condong kepada "membeli" suara warga, sedangkan cost politik adalah biaya yang dikeluarkan pasangan calon untuk merebut simpati warga selama masa kampanye.

"Politik uang itu lebih cenderung kepada upaya mencari simpati dan merebut suara masyarakat dengan membelinya, atau bentuknya apapun," jelas Farhatun kepada PRFM.

Masih dikatakannya, salah satu cotoh cost politik adalah seperti dana yang digunakan selama masa kampanye. "Tapi dana kampanye itu juga dibatasi," tegasnya.

Dengan adanya acara "Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berintegritas" yang dilakukan sebelum masa kampanye dimulai pada 15 Februari 2018 besok, adalah sebagai bentuk warning atau peringatan dari Panwaslu agar semua pasangan calon tidak sekalipun melakukan politik uang selama masa kampanye hingga waktu pencoblosan nanti.

"Makanya untuk Pilkada saat ini, sebelum gong kampanye dilaksanakan, kita memastikan bahwa hal ini sudah diwarning, bahwa hati-hati, ini loh yang masuk ke dalam politik uang, politisasi sara seperti apa, jada saat mereka melaksanakan kampanye, rambu-rambunya sudah ada," tegasnya.

Oleh karenanya, Farhatun mengimbau kepada siapapun yang menemukan praktek politik  uang untuk segera melporkannya kepada Panwaslu. Menurutnya, kedaulatan dan kesuksesan penyelenggaraan Pemilu, dalam hal ini Pilwalkot Bandung kembali kepada peran aktif masyarakat.

"Laporkanlah ke Panwas, karena Panwas itu di Kota Bandung berjenjang dari tinkat kota, tingkat kecamatan, hingga tingkat keluarahan. Bahkan nanti pada saat hari pemilihan itu ada pengawas pemilu di setiap TPS, itu adalah bagian dari penyelenggara pemilu, pengawas pemilu," terangnya.

Dalam setiap laporan, Farhatun meminta pelapor untuk menyertakan bukti. Pasalnya, Panwaslu kota Bandung akan menindak laporan yang disertai dengan bukti jelas.

"Harus dengan bukti. Kami tidak bisa menuduh orang tanpa bukti, dan itu harus benar-benar ada saksi dan ada pelakunya," tegasnya.


Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Selain politik uang, Panwaslu juga mengantisipasi politisasi SARA selama gelaran Pilwalkot Bandung 2018. Oleh karenanya, Farhatun meminta setiap pasanga calon dan para pendukungnya untuk berlaku santun selama kampanye.

"Para partai pendukung atau para pasangan calon itu dalam berkampanye, lakukanlah dengan sebaik mungkin dan sesantun mungkin tanpa mengusik SARA, karena yang namanya agama di Indonesia itu sangat beragam, dan banyak sekali yang diakui secara undang-undang dan ini tidak bisa diusik," tegasnya.


 

BERITA LAINNYA



Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA

 

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Panwaslu Kota Bandung Warning Paslon Jauhi Politik Uang dan Politisasi SARA