Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum  




Senin 19 November 2018

19:12 WIB

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
@prfmnews

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
PRFMNewsChannel

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
Kamis 07 Desember 2017, 10:07 WIB

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum




Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Foto Oleh : Humas Pemkab Bandung

BANDUNG, (PRFM) - Program 300 doktor yang digulirkan pemerintah provinsi Jawa Barat sejak tahun 2012 lalu, rupanya telah menelurkan lulusan. Lulusan doktoral Redbud University Belanda dan Victoria Unviersity Australia Luthfiandi dan Arif Dhani terpilih menjadi dua dari 10 riset terbaik yang disertasinya diangkat dan didiskusikan dalam acara gelar riset dan seminar bertemakan“Upaya perbaikan kualitas air sungai di Jawa Barat”di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu (6/12/2017). 


Mewakili pemerintah kabupaten Bandung, Gungun Gunawan diundang sebagai narasumber guna membahas isu lingkungan di kabupaten Bandung, utamanya mengenai persolan Sungai Citarum yang diangkat dalam gelar riset tersebut melalui sub tema “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum”. 


Menurut Gungun, Kabupaten Bandung selalu dihadapkan pada permasalahan seputar air yang ketika hujan air mudah sekali meluap dan ketika musim kemarau justru malah kekeringan. Belum lagi, isu penurunan kualitas air juga kerap terjadi akibat masih banyak para pelaku industri yang tidak sadar lingkungan dengan membuang limbah cair yang dihasilkan ke sungai citarum dan DAS Citarum.


Gungun lalu memaparkan data dari 169 industri yang menghasilkan limbah cair, 96 industri taat administrasi, 104 taat teknis dan 26 yang taat keseluruhan. “Jadi ini masih PR bagi kami. Makanya tadi tidak akan ada bantah membantah, memang itu adanya,” ujar Gungun. 


Pemerintah kabupaten Bandung pernah melakukan upaya pembinaan dan pendataan bagi industri polutif yang akan melalukan recycle. Beberapa industri tekstil di daerah kabupaten Bandung juga pernah diimbau untuk merelokasi pekerjaan dari tekstil ke garmen sehingga tidak ada limbah. 


Sementara untuk proses produksi tekstil harus dikhususkan berada di wilayah berkumpulnya industri tekstil sehingga IPAL nya bisa diolah menjadi IPAL terpadu. Namun hal itu menjadi sangat sulit karena bagi merekapara pengusaha tekstil akan menjadi cost yang tinggi dengan memindahkan pabriknya.


“Sehingga mereka tidak mau lokasi kawasan tersendiri dan IPAL terpadu. Dan ancamannya bagi kami pemerintah kabupaten Bandung adalah terjadinya PHK besar-besaran. Itu yang paling berat. Mungkin perasaannya harus dirasakan juga oleh bapak ibu semuanya,” tutur Gungun dirilis Humas Setda Kabupaten Bandung.




Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

 

BERITA TERKAIT


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
 

BERITA PILIHAN


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

 

BERITA LAINNYA

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Yuk Berperilaku Sehat Mulai dari Hal-Hal Sederhana
Senin 19 November 2018


Irfan Suryanagara Siap Tingkatkan Prestasi Olahraga Rugbi di Jabar
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum "Masih Biru", Bobotoh Sambut Hangat Miljan Radovic
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum Persib Butuh Evaluasi
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum Miljan Radovic Kembali ke Persib
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum Ridwan Kamil Lakukan Transformasi Birokrasi untuk Kemajuan Jabar
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum Manajemen Segera Selesaikan Masalah Internal Persib
Senin 19 November 2018 Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

 

 

BERITA TERKAIT

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
Kamis 07 Desember 2017, 10:07 WIB

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum
Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Redaksi Oleh : Hera Erawan
Sumber Foto : Humas Pemkab Bandung


BANDUNG, (PRFM) - Program 300 doktor yang digulirkan pemerintah provinsi Jawa Barat sejak tahun 2012 lalu, rupanya telah menelurkan lulusan. Lulusan doktoral Redbud University Belanda dan Victoria Unviersity Australia Luthfiandi dan Arif Dhani terpilih menjadi dua dari 10 riset terbaik yang disertasinya diangkat dan didiskusikan dalam acara gelar riset dan seminar bertemakan“Upaya perbaikan kualitas air sungai di Jawa Barat”di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu (6/12/2017). 


Mewakili pemerintah kabupaten Bandung, Gungun Gunawan diundang sebagai narasumber guna membahas isu lingkungan di kabupaten Bandung, utamanya mengenai persolan Sungai Citarum yang diangkat dalam gelar riset tersebut melalui sub tema “Upaya Perbaikan Kualitas Air Sungai Citarum”. 


Menurut Gungun, Kabupaten Bandung selalu dihadapkan pada permasalahan seputar air yang ketika hujan air mudah sekali meluap dan ketika musim kemarau justru malah kekeringan. Belum lagi, isu penurunan kualitas air juga kerap terjadi akibat masih banyak para pelaku industri yang tidak sadar lingkungan dengan membuang limbah cair yang dihasilkan ke sungai citarum dan DAS Citarum.


Gungun lalu memaparkan data dari 169 industri yang menghasilkan limbah cair, 96 industri taat administrasi, 104 taat teknis dan 26 yang taat keseluruhan. “Jadi ini masih PR bagi kami. Makanya tadi tidak akan ada bantah membantah, memang itu adanya,” ujar Gungun. 


Pemerintah kabupaten Bandung pernah melakukan upaya pembinaan dan pendataan bagi industri polutif yang akan melalukan recycle. Beberapa industri tekstil di daerah kabupaten Bandung juga pernah diimbau untuk merelokasi pekerjaan dari tekstil ke garmen sehingga tidak ada limbah. 


Sementara untuk proses produksi tekstil harus dikhususkan berada di wilayah berkumpulnya industri tekstil sehingga IPAL nya bisa diolah menjadi IPAL terpadu. Namun hal itu menjadi sangat sulit karena bagi merekapara pengusaha tekstil akan menjadi cost yang tinggi dengan memindahkan pabriknya.


“Sehingga mereka tidak mau lokasi kawasan tersendiri dan IPAL terpadu. Dan ancamannya bagi kami pemerintah kabupaten Bandung adalah terjadinya PHK besar-besaran. Itu yang paling berat. Mungkin perasaannya harus dirasakan juga oleh bapak ibu semuanya,” tutur Gungun dirilis Humas Setda Kabupaten Bandung.




 

BERITA LAINNYA



Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Yuk Berperilaku Sehat Mulai dari Hal-Hal Sederhana
Senin 19 November 2018
Kota Bandung


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Persib Butuh Evaluasi
Senin 19 November 2018
PERSIB


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Miljan Radovic Kembali ke Persib
Senin 19 November 2018
PERSIB


Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum

 

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pelaku Industri Tak Sadar Lingkungan Hambat Perbaikan Kualitas Sungai Citarum