Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah  




Senin 27 Mei 2019

05:13 WIB

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
@prfmnews

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
PRFMNewsChannel

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
Kamis 06 Desember 2018, 10:22 WIB
Kota Bandung

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah




Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - WALI Kota Bandung, Oded M. Danial meyakini untuk membangun kota dengan maksimal perlu dari pendekatan dua sisi, yaitu bottom up dan top down. 

"Bottom up dari masyarakat itu sendiri maupun kewilayahan. Sedangkan top down dari regulasi sebagai penguat. Maka dari itu, pembangun akan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya pada acara Rapat Kerja Kewilayahan "Sinergitas Program Prioritas Pemerintah Kota Bandung", di GH Universal, Jalan Setiabudhi, Bandung, Rabu (5/12/2018). 

Oded yakin, program unggulan kewilayahan yaitu Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) sebagai program yang komprehensif. Program tersebut mencakup bottom up dan top down.

"Saya yakin, PIPPK merupakan program yang komprehensif. Tinggal kita mengevaluasi dengan baik agar ke depannya semakin prima," katanya. 

Menurut Oded, PIPPK langsung bersentuhan dengan kewilayahan atau masyarakat sehingga mampu memberikan dampak langsung untuk perkembangan wilayah.

Ia juga menegaskan, pembangunan kota harus merata. Pemerataan tersebut salah satunya melalui pemberdayaan.

"Dari kedua itu, idealnya adalah kemandirian masyarakat dalam membangun lingkungan yang nyaman dengan inovasi yang beragam," tuturnya.

Oded pun mengajak para lurah dan camat untuk rajin menghadirkan inovasi. "Mari kita berinovasi agar pembangun dan pemberdayaan semakin merata. Dengan program ini, tumbuh kembali budaya gotong royong, sabilulungan, nyaah ka lingkungan di masyarakat," lanjutnya.

 



Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

 

BERITA TERKAIT


Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
 

BERITA PILIHAN


Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

 

BERITA LAINNYA

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Aprindo Jabar Optimis Penjualan Terus Meningkat Hingga Lebaran
Minggu 26 Mei 2019


Dansektor 7 Resmikan Jembatan Apung Penghubung dua Desa di Kabupaten Bandung
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah Donasi Digital “Patungan Untuk Berbagi” Bakal Dilipatgandakan
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah Kominfo Klaim Klarifikasi 20 Informasi Hoax per Hari
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah BBPOM : Lakukan CEK KLIK Sebelum Konsumsi Makanan Kemasan
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah Setelah Normalisasi Medsos, Kominfo Buka Ruang Aduan Konten Negatif
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah Terulang, Macet Seputar Pasar Baru Makin Semrawut Jelang Lebaran
Minggu 26 Mei 2019 Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

 

 

BERITA TERKAIT

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
Kamis 06 Desember 2018, 10:22 WIB
Kota Bandung

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah
Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah


Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - WALI Kota Bandung, Oded M. Danial meyakini untuk membangun kota dengan maksimal perlu dari pendekatan dua sisi, yaitu bottom up dan top down. 

"Bottom up dari masyarakat itu sendiri maupun kewilayahan. Sedangkan top down dari regulasi sebagai penguat. Maka dari itu, pembangun akan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya pada acara Rapat Kerja Kewilayahan "Sinergitas Program Prioritas Pemerintah Kota Bandung", di GH Universal, Jalan Setiabudhi, Bandung, Rabu (5/12/2018). 

Oded yakin, program unggulan kewilayahan yaitu Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) sebagai program yang komprehensif. Program tersebut mencakup bottom up dan top down.

"Saya yakin, PIPPK merupakan program yang komprehensif. Tinggal kita mengevaluasi dengan baik agar ke depannya semakin prima," katanya. 

Menurut Oded, PIPPK langsung bersentuhan dengan kewilayahan atau masyarakat sehingga mampu memberikan dampak langsung untuk perkembangan wilayah.

Ia juga menegaskan, pembangunan kota harus merata. Pemerataan tersebut salah satunya melalui pemberdayaan.

"Dari kedua itu, idealnya adalah kemandirian masyarakat dalam membangun lingkungan yang nyaman dengan inovasi yang beragam," tuturnya.

Oded pun mengajak para lurah dan camat untuk rajin menghadirkan inovasi. "Mari kita berinovasi agar pembangun dan pemberdayaan semakin merata. Dengan program ini, tumbuh kembali budaya gotong royong, sabilulungan, nyaah ka lingkungan di masyarakat," lanjutnya.

 



 

BERITA LAINNYA



Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah

 

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pembangunan Kota Bandung Butuh Pendekatan Dua Arah