Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit  




Senin 27 Mei 2019

04:26 WIB

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
@prfmnews

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
PRFMNewsChannel

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB
Pemilu 2019

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit




Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG, (PRFM) - Pemilihan Umum 2019 diperkirakan akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Hal ini dikarenakan Pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak mulai dari Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden.

Demikian disampaikan Menko Polhukam Wiranto usai melakukan video conference dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata 2018 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2018).

“Pemilu 2019 memang lebih rumit, lebih kompleks, lebih massal, dibandingkan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan Presiden maupun Wakil Presiden,” ujarnya. 

Dalam pemilihan legislatif di tingkat pusat dan daerah misalnya, menurut Menko Polhukam, paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat, termasuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Jika dilihat, kontestan yang terlibat yakni para partai politik yang harus berkontestasi menjaga eksistensi sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen. Kalau sampai tidak lewat dari itu, dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi," terang Wiranto dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Lalu perorangan, lanjutnya, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD. “Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan,” terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mencari hal-hal yang cukup rawan dalam rapat koordinasi untuk diperbincangkan bersama, baik soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya.

“Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah,” ungkap Wiranto.

Hal terpenting yang diperlukan, menurut Menko Polhukam Wiranto, adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka.

 “Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” tukasnya.




Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

BERITA TERKAIT


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
 

BERITA PILIHAN


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

BERITA LAINNYA

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Aprindo Jabar Optimis Penjualan Terus Meningkat Hingga Lebaran
Minggu 26 Mei 2019


Dansektor 7 Resmikan Jembatan Apung Penghubung dua Desa di Kabupaten Bandung
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Donasi Digital “Patungan Untuk Berbagi” Bakal Dilipatgandakan
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Kominfo Klaim Klarifikasi 20 Informasi Hoax per Hari
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit BBPOM : Lakukan CEK KLIK Sebelum Konsumsi Makanan Kemasan
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Setelah Normalisasi Medsos, Kominfo Buka Ruang Aduan Konten Negatif
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Terulang, Macet Seputar Pasar Baru Makin Semrawut Jelang Lebaran
Minggu 26 Mei 2019 Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

 

BERITA TERKAIT

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Selasa 25 September 2018, 11:10 WIB
Pemilu 2019

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit
Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit


Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG, (PRFM) - Pemilihan Umum 2019 diperkirakan akan lebih rumit, kompleks, dan massal daripada pemilu yang lalu. Hal ini dikarenakan Pemilu 2019 akan dilaksanakan secara serentak mulai dari Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden maupun Wakil Presiden.

Demikian disampaikan Menko Polhukam Wiranto usai melakukan video conference dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata 2018 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2018).

“Pemilu 2019 memang lebih rumit, lebih kompleks, lebih massal, dibandingkan pemilu yang lalu. Karena memang secara serentak akan dilaksanakan pemilihan anggota legislatif dan Presiden maupun Wakil Presiden,” ujarnya. 

Dalam pemilihan legislatif di tingkat pusat dan daerah misalnya, menurut Menko Polhukam, paling tidak akan ada 5 pilihan yang harus dilakukan oleh masyarakat, termasuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Jika dilihat, kontestan yang terlibat yakni para partai politik yang harus berkontestasi menjaga eksistensi sebagai parpol dengan batas parliamentary threshold 4 persen. Kalau sampai tidak lewat dari itu, dia akan tersingkir dari perpolitikan nasional karena itu parpol sendiri juga melaksanakan kontestasi," terang Wiranto dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Lalu perorangan, lanjutnya, para calon legislatif di pusat maupun daerah juga melakukan kontestasi, termasuk DPD. “Sehingga memang hiruk pikuk, memang akan banyak aktivitas yang harus diamankan atau diatur oleh penyelenggara pemilu dan aparat keamanan,” terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah akan mencari hal-hal yang cukup rawan dalam rapat koordinasi untuk diperbincangkan bersama, baik soal perhitungan, aktivitas di lapangan, dan sebagainya.

“Para pejabat tadi telah menyampaikan beberapa arahan, himbauan dan penekanan pada para pemangku kepentingan di daerah,” ungkap Wiranto.

Hal terpenting yang diperlukan, menurut Menko Polhukam Wiranto, adalah satu sinergi dan koordinasi hingga ke tingkat yang paling ujung, ke tingkat dimana di sana terjadi aktivitas masyarakat pemilih langsung memilih pilihan mereka.

 “Karena dari daftar indeks kerawanan pemilu yang sudah masuk ke kita tidak setiap daerah itu sama, masing-masing daerah secara spesifik punya masalah-masalah yang berbeda satu dengan yang lain, itu dikenali, dipahami betul, bahkan harus dicari jalan keluarnya,” tukasnya.




 

BERITA LAINNYA



Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit

 

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pemilu 2019 Diperkirakan Lebih Rumit