Pemuda Ala Punk Terima  




Kamis 18 Oktober 2018

19:41 WIB

Pemuda Ala Punk Terima
@prfmnews

Pemuda Ala Punk Terima
PRFMNewsChannel

Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima "Tantangan" Azan Kang Uu
Minggu 10 Juni 2018, 14:43 WIB
Pilgub Jabar 2018

Pemuda Ala Punk Terima
Pemuda Ala Punk Terima




Pemuda Ala Punk Terima

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Foto Oleh : Rilis

BANDUNG,(PRFM) - Dua pemuda  ala anak Punk yang kerap mengamen di Pasar Cisurupan, Kabupaten Garut melantunkan azan di samping Calon Wakil Gunernur Jawa Barat nomor urut satu, Uu Ruzhanul Ulum. Peristiwa itu terjadi saat Uu tengah melakukan kegiatan sosialisasi di Pasar Cisurupan, Sabtu (9/6/2018) siang.

Pada mulanya, kedua pemuda yang diketahui bernama Arkan (16) dan Reza (17) tersebut tengah mengamen di kios-kios pedagang. Mereka secara tak sengaja melintasi rute yang digunakan Uu berkampanye. Uu yang tengah melihat keduanya dari kejauhan lantas meminta kedua remaja tanggung ini memenuhi tantangan yang dia ajukan dengan iming-iming hadiah.

Semula, Uu meminta mereka menyanyikan lagu kampanye Rindu menggunakan gitar ukulele yang mereka bawa. Namun para pemuda ini menolak permintaan Uu lantaran tak mampu menghafal lagu tersebut meski telah beberapa kali diperdengarkan. Uu kemudian meminta salah seorang di antara mereka berazan setelah ia mendengar suara azan zuhur berkumandang di dalam pasar.

Setelah sejenak saling tunjuk, Arkan akhirnya melakoni tantangan mengumandangkan azan yang dilemparkan Uu. Dia berazan sambil menggunakan mikrofon dan pengeras suara yang dibawa tim kampanye Rindu. Arkan berhasil menuntaskan tantangan azan tanpa hambatan berarti. Sementara itu Reza kebagian tugas merapal iqamat pasca azan.

Kelar malakoni tantangan, kedua pemuda ini diganjar hadiah souvenir oleh Cawagub pasangan Ridwan Kamil ini.

Baik Arkam maupun Reza juga sempat berbincang dengan Uu sebelum mereka berpisah. Arkam lebih sering meladeni pembicaraan Uu ketimbang Reza yang tampak malu-malu. Dari hasil perbincangan singkat yang dilakukan, diketahuai keduanya merupakan remaja asal Bandung.

Reza dan Arkam telah mengamen selama tiga tahun selepas memutuskan diri untuk keluar dari sekolah masing-masing. Terakhir kali, mereka duduk di bangku SMP. Keduanya beralasan tak melanjutkan sekolah lantaran terganjal persoalan pembiayaan. Mereka juga beralibi ingin hidup mandiri.

Sehari-hari, kedua pemuda ini berkeliling di seputaran Cisurupan, Cikajang, dan Bayongbong menukar jengkal demi jengkal suara mereka dengan rupiah. Selain mengamen, mereka juga kerap berkumpul dengan kelompok berdandan ala punk lainnya. Saban malam, Reza dan Arkam tidur di emperan pertokoan.

Uu yang mendengarkan langsung keterangan kedua pemuda ini sempat memberi wejangan kepada mereka. Uu mewajarkan pandangan dan dandanan mereka yang nyentrik dan di luar kebiasaan. 

"Wajar karena masih anak muda, masih mencari jati diri, mencari identitas. Dulu juga saya sempat jadi anak muda. Tapi jangan terlalu lama seperti ini. Harus berubah," kata Uu.

Dia juga mengaku menghargai sikap mereka yang memilih jalan hidup bergulat di jalanan dan mengamen. Kedua remaja ini, sebut Uu, dipaksa situasi sehingga mereka harus hidup menggelandang. Padahal, sebut Uu, mereka punya niatan yang cukup mulia, yakni agar tidak membebani keluarga dan berkeinginan hidup mandiri.

"Ini juga menjadi tugas pemerintah untuk memperhatikan mereka. Memperhatikan pendidikan mereka, memberikan lapangan pekerjaan yang laik. Tidak hanya anak punk, tapi juga kepada siapapun yang tergolong rentan dan membutuhkan kehadiran pemeruntah," kata dia.




Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

 

BERITA TERKAIT


Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Pemuda Ala Punk Terima

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"

Jumat 24 November 2017

Pemuda Ala Punk Terima
Pemuda Ala Punk Terima
 

BERITA PILIHAN


Pemuda Ala Punk Terima

 

BERITA LAINNYA

Pemuda Ala Punk Terima

Komisi IV DPRD Jabar Sidak PJU Di Subang
Kamis 18 Oktober 2018


Iwa Sampaikan Pembangunan Infrastruktur Jabar Pada ADB
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima DT Peduli Akan Segera Realisasikan Family Shelter di Palu
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima Kemenag Kaji Masa Tinggal di Hotel Transit Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima KBRI Rusia Tawari Jabar Ikut Festival Indonesia 2019
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima DPR Pertanyakan Alasan Pemerintah Tidak Mau Subsidi Premium dan Pertalite
Kamis 18 Oktober 2018 Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

 

 

BERITA TERKAIT


Pemuda Ala Punk Terima

Emil Mengaku Belum Membaca Isi Surat Dari Iswara
Jumat 24 November 2017, 19:10 WIB Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 18:58 WIB Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

Emil Akui Gerindra Mulai "Lunak"
Jumat 24 November 2017, 19:00 WIB Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

Soal Wakil Emil, Ini Tahapan Penunjukannya
Jumat 24 November 2017, 19:41 WIB

Pemuda Ala Punk Terima Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima "Tantangan" Azan Kang Uu
Minggu 10 Juni 2018, 14:43 WIB
Pilgub Jabar 2018

Pemuda Ala Punk Terima
Pemuda Ala Punk Terima


Pemuda Ala Punk Terima

Redaksi Oleh : Rian Firmansyah
Sumber Foto : Rilis


BANDUNG,(PRFM) - Dua pemuda  ala anak Punk yang kerap mengamen di Pasar Cisurupan, Kabupaten Garut melantunkan azan di samping Calon Wakil Gunernur Jawa Barat nomor urut satu, Uu Ruzhanul Ulum. Peristiwa itu terjadi saat Uu tengah melakukan kegiatan sosialisasi di Pasar Cisurupan, Sabtu (9/6/2018) siang.

Pada mulanya, kedua pemuda yang diketahui bernama Arkan (16) dan Reza (17) tersebut tengah mengamen di kios-kios pedagang. Mereka secara tak sengaja melintasi rute yang digunakan Uu berkampanye. Uu yang tengah melihat keduanya dari kejauhan lantas meminta kedua remaja tanggung ini memenuhi tantangan yang dia ajukan dengan iming-iming hadiah.

Semula, Uu meminta mereka menyanyikan lagu kampanye Rindu menggunakan gitar ukulele yang mereka bawa. Namun para pemuda ini menolak permintaan Uu lantaran tak mampu menghafal lagu tersebut meski telah beberapa kali diperdengarkan. Uu kemudian meminta salah seorang di antara mereka berazan setelah ia mendengar suara azan zuhur berkumandang di dalam pasar.

Setelah sejenak saling tunjuk, Arkan akhirnya melakoni tantangan mengumandangkan azan yang dilemparkan Uu. Dia berazan sambil menggunakan mikrofon dan pengeras suara yang dibawa tim kampanye Rindu. Arkan berhasil menuntaskan tantangan azan tanpa hambatan berarti. Sementara itu Reza kebagian tugas merapal iqamat pasca azan.

Kelar malakoni tantangan, kedua pemuda ini diganjar hadiah souvenir oleh Cawagub pasangan Ridwan Kamil ini.

Baik Arkam maupun Reza juga sempat berbincang dengan Uu sebelum mereka berpisah. Arkam lebih sering meladeni pembicaraan Uu ketimbang Reza yang tampak malu-malu. Dari hasil perbincangan singkat yang dilakukan, diketahuai keduanya merupakan remaja asal Bandung.

Reza dan Arkam telah mengamen selama tiga tahun selepas memutuskan diri untuk keluar dari sekolah masing-masing. Terakhir kali, mereka duduk di bangku SMP. Keduanya beralasan tak melanjutkan sekolah lantaran terganjal persoalan pembiayaan. Mereka juga beralibi ingin hidup mandiri.

Sehari-hari, kedua pemuda ini berkeliling di seputaran Cisurupan, Cikajang, dan Bayongbong menukar jengkal demi jengkal suara mereka dengan rupiah. Selain mengamen, mereka juga kerap berkumpul dengan kelompok berdandan ala punk lainnya. Saban malam, Reza dan Arkam tidur di emperan pertokoan.

Uu yang mendengarkan langsung keterangan kedua pemuda ini sempat memberi wejangan kepada mereka. Uu mewajarkan pandangan dan dandanan mereka yang nyentrik dan di luar kebiasaan. 

"Wajar karena masih anak muda, masih mencari jati diri, mencari identitas. Dulu juga saya sempat jadi anak muda. Tapi jangan terlalu lama seperti ini. Harus berubah," kata Uu.

Dia juga mengaku menghargai sikap mereka yang memilih jalan hidup bergulat di jalanan dan mengamen. Kedua remaja ini, sebut Uu, dipaksa situasi sehingga mereka harus hidup menggelandang. Padahal, sebut Uu, mereka punya niatan yang cukup mulia, yakni agar tidak membebani keluarga dan berkeinginan hidup mandiri.

"Ini juga menjadi tugas pemerintah untuk memperhatikan mereka. Memperhatikan pendidikan mereka, memberikan lapangan pekerjaan yang laik. Tidak hanya anak punk, tapi juga kepada siapapun yang tergolong rentan dan membutuhkan kehadiran pemeruntah," kata dia.




 

BERITA LAINNYA



Pemuda Ala Punk Terima

Komisi IV DPRD Jabar Sidak PJU Di Subang
Kamis 18 Oktober 2018
Jawa Barat


Pemuda Ala Punk Terima

Pemuda Ala Punk Terima

 

Pemuda Ala Punk Terima   TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pemuda Ala Punk Terima