Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah  




Minggu 08 Desember 2019

20:50 WIB

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
@prfmnews

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
PRFMNewsChannel

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
Rabu 07 September 2016, 11:24 WIB

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah




Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Foto Oleh : Website Kabupaten Bandung

BANDUNG, (PRFM) - Terkait banyaknya polemik kenakalan karakter siswa akhir - akhir ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kabupaten Bandung, Juhana, mengatakan, pendidikan karakter penting kehadirannya dalam keseharian siswa.

"Hal itu penting adanya, karena bukan proses pendidikan namanya kalau tidak ada pendidikan karakter", ujar Juhana kepada PRFM, Selasa(6/9) malam.

Juhana juga menuturkan, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun tanggung jawab bersama, karena proses pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di rumah dan lingkungan.

"Efektifitas pendidikan karakter akan gagal total jika hanya ada disekolah, tapi di rumah, bahkan lingkungan sekitar pun wajib memberikan pendidikan karakter", ujar Juhana.

Ia menambahkan, agar siswa memiliki karakter yang baik, harus adanya proses pendidikan sosial, intelektual, spiritual, dan emosional. Dengan itu, siswa akan memiliki bekal karakter baik untuk dibawa ke lingkungan.

Selain itu, menurutnya, para guru di sekolah harus mendidik siswanya dengan metodologi yang benar juga, salah satunya ialah kasih sayang guru pada siswa. Dengan begitu siswa pun akan merasa nyaman berada dalam proses pembelajaran.

"Metodologinya harus bener, jangan bikin stress siswa, harus dibikin nyaman, salah satunya adalah kasih sayang guru, dengan itu semua beres", tutup Juhana.










 

BERITA TERKAIT


Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
 

BERITA PILIHAN


Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

 

BERITA LAINNYA

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Puntung Rokok adalah Masalah Banyaknya Orang yang Terpapar Asap Rokok
Minggu 08 Desember 2019


Kontribusi PAD Minim, Dewan Dukung Pemkot Bandung Evaluasi Semua BUMD
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Wagub Uu: Program Satu Desa Satu Hafidz untuk Jaga Nuansa Islami di Jabar
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Kesantuyan Tahun Baru Ala Havana di Santika Garut
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Indonesia Kokoh di Posisi Dua Klasemen Medali SEA Games 2019
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Pembangunan Asrama Haji di Kawasan Kertajati Harus Dipikirkan Matang
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Banyak Warga Kunjungi Objek Wisata Baru, Lalin Lembang Padat
Minggu 08 Desember 2019 Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

 

 

BERITA TERKAIT

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
Rabu 07 September 2016, 11:24 WIB

Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah
Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah


Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Redaksi Oleh : Rizky Perdana
Sumber Foto : Website Kabupaten Bandung


BANDUNG, (PRFM) - Terkait banyaknya polemik kenakalan karakter siswa akhir - akhir ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diskdikbud) Kabupaten Bandung, Juhana, mengatakan, pendidikan karakter penting kehadirannya dalam keseharian siswa.

"Hal itu penting adanya, karena bukan proses pendidikan namanya kalau tidak ada pendidikan karakter", ujar Juhana kepada PRFM, Selasa(6/9) malam.

Juhana juga menuturkan, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, namun tanggung jawab bersama, karena proses pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tapi juga di rumah dan lingkungan.

"Efektifitas pendidikan karakter akan gagal total jika hanya ada disekolah, tapi di rumah, bahkan lingkungan sekitar pun wajib memberikan pendidikan karakter", ujar Juhana.

Ia menambahkan, agar siswa memiliki karakter yang baik, harus adanya proses pendidikan sosial, intelektual, spiritual, dan emosional. Dengan itu, siswa akan memiliki bekal karakter baik untuk dibawa ke lingkungan.

Selain itu, menurutnya, para guru di sekolah harus mendidik siswanya dengan metodologi yang benar juga, salah satunya ialah kasih sayang guru pada siswa. Dengan begitu siswa pun akan merasa nyaman berada dalam proses pembelajaran.

"Metodologinya harus bener, jangan bikin stress siswa, harus dibikin nyaman, salah satunya adalah kasih sayang guru, dengan itu semua beres", tutup Juhana.






 

BERITA LAINNYA



Pendidikan Karakter Dinilai Bukan Hanya Tanggung Jawab Sekolah

Kesantuyan Tahun Baru Ala Havana di Santika Garut
Minggu 08 Desember 2019
Advertorial