Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi  




Rabu 13 November 2019

02:17 WIB

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
@prfmnews

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
PRFMNewsChannel

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
Selasa 11 Juni 2019, 18:56 WIB

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi




Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

Foto: Ilustrasi/PR. 

BANDUNG, (PRFM) - Mengundang investor dan maskapai asing bukanlah solusi yang tepat. Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat penerbangan Alvin Lie. Dia beranggapan bahwa investor dan maskapai asing akan datang dengan sendirinya tanpa harus diundang jika memang sistem penerbangan udara di Indonesia sudah baik.

"Tentu kita bertanya apa iya jika kita mengundang investor asing, mereka akan berbondong-bondong masuk? Kalu memang sistem penerbangan udara kita menarik, tanpa diundangpun mereka akan masuk," ujar Alvin ketika On Air di PRFM, Selasa (11/6/19)

Alvin mengatakan bahwa sebenarnya selama ini tidak ada pembatasan untuk investor asing datang. Namun pada kenyataannya tidak ada yang datang.

"Peraturan di Indonesia sudah cukup jelas, bahwa maskapai asing harus minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Indonesia. Tidak ada larangan investasi masuk, tapi kenyataannya tidak ada yang masuk. Itu yang perlu kita pelajari kenapa. Kalau memang penerbangan kita sebegitu hebat dan atraktif, tentu banyak yang masuk," tambah Alvin.

Menurut Alvin, permasalahan penerbangan di Indonesia cukup kompleks. Mulai dari pajak, tarif batas atas yang justru turun, hingga peraturan tentang bandara. Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan transportasi udara.

"Saya merujuk pada UU penerbangan. Pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan ditugaskan untuk membina, membangun, dan mengembangkan jaringan atau sistem tranportasi udara di Indonesia, dengan memberikan kemudahan-kemudahan. Namun kenyataannya kan sistem pajak kita tidak ramah terhadap penerbangan. Tarif batas atas yang sejak 2014 tidak pernah direvisi baru direvisi pada 2018, itu juga malah diturunkan," pungkas Alvin.










 

BERITA TERKAIT


Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
 

BERITA PILIHAN


Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

 

BERITA LAINNYA

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019


746 Desa Belum Punya BUMDes, Pemprov Jabar Siap Terjunkan Patriot Desa
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Pemprov Jabar Terus Dorong DPRD Anggarkan Rute Penerbangan Bandung-Pangandaran
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Ditargetkan Beroperasi Pada 2024, Tol Cigatas Berpotensi Berubah Nama
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Wagub Jabar Dukung Fatwa MUI Soal Salam Agama Lain
Selasa 12 November 2019 Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

 

 

BERITA TERKAIT

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
Selasa 11 Juni 2019, 18:56 WIB

Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi
Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi


Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Redaksi Oleh : Christ Wibowo Utomo
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


Foto: Ilustrasi/PR. 

BANDUNG, (PRFM) - Mengundang investor dan maskapai asing bukanlah solusi yang tepat. Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat penerbangan Alvin Lie. Dia beranggapan bahwa investor dan maskapai asing akan datang dengan sendirinya tanpa harus diundang jika memang sistem penerbangan udara di Indonesia sudah baik.

"Tentu kita bertanya apa iya jika kita mengundang investor asing, mereka akan berbondong-bondong masuk? Kalu memang sistem penerbangan udara kita menarik, tanpa diundangpun mereka akan masuk," ujar Alvin ketika On Air di PRFM, Selasa (11/6/19)

Alvin mengatakan bahwa sebenarnya selama ini tidak ada pembatasan untuk investor asing datang. Namun pada kenyataannya tidak ada yang datang.

"Peraturan di Indonesia sudah cukup jelas, bahwa maskapai asing harus minimal 51% sahamnya dimiliki oleh Indonesia. Tidak ada larangan investasi masuk, tapi kenyataannya tidak ada yang masuk. Itu yang perlu kita pelajari kenapa. Kalau memang penerbangan kita sebegitu hebat dan atraktif, tentu banyak yang masuk," tambah Alvin.

Menurut Alvin, permasalahan penerbangan di Indonesia cukup kompleks. Mulai dari pajak, tarif batas atas yang justru turun, hingga peraturan tentang bandara. Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan transportasi udara.

"Saya merujuk pada UU penerbangan. Pemerintah dalam hal ini Menteri Perhubungan ditugaskan untuk membina, membangun, dan mengembangkan jaringan atau sistem tranportasi udara di Indonesia, dengan memberikan kemudahan-kemudahan. Namun kenyataannya kan sistem pajak kita tidak ramah terhadap penerbangan. Tarif batas atas yang sejak 2014 tidak pernah direvisi baru direvisi pada 2018, itu juga malah diturunkan," pungkas Alvin.






 

BERITA LAINNYA



Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Robert Sanjung Pemain dan Dukungan Bobotoh
Selasa 12 November 2019
Persib vs Arema FC 2019


Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Dishub Jabar Sebut Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Digunakan Pada Akhir 2021
Selasa 12 November 2019
Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Pengamat: Investor dan Maskapai Asing Bukan Solusi

Cara Sederhana Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan
Selasa 12 November 2019
Musim Hujan