Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan  




Kamis 27 Juli 2017

03:34 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
@prfmnews

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
PRFMNewsChannel

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Rabu 11 Januari 2017, 07:26 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan




Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG (PRFM) - Gagasan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang memperbolehkan asing menamai pulau-pulau tertentu di Indonesia dikritisi Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi.

"Terasa sangat kasar, masalahnya kesannya seperti menggadaikan, dan  seluruh proses dikelola asing," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017) malam.

Pemerintah menilai 4000 pulau tak bernama memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata, sehingga mereka membuka peluang orang asing untuk mengelola pulau tersebut, termasuk soal pemberian nama.

Terkait hal tersebut, Siswanto mengatakan bahwa penamaan pulau oleh asing mencoreng harga diri bangsa Indonesia karena aspek kewilayahan merupakan elemen kedaulatan.

"Kita harus kasih nama dulu, jangan orang asing yang kasih nama. Setelah diberi nama oleh kita baru bisa disewakan. Jika seperti itu, sama saja seperti menjual pulau. Meski cuma menyewakan, tapi rasanya seperti melepas kedaulatan kita yang diberikan pada orang asing", pungkasnya

Ia menambahkan pemerintah seharusnya melihat potensi yang lain daripada harus menyewakan pulau.

"Sebetulnya kita bisa menggali maritim yang lain. Pemerintah punya uang, mereka punya dana, hanya saja alokasinya tidak tepat sasaran," pungkasnya.



Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

BERITA TERKAIT


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
 

BERITA PILIHAN


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

BERITA LAINNYA

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Jose Tegaskan Maung Bandung Siap Terkam Perseru Serui
Selasa 25 Juli 2017


Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Diisukan Melatih Sriwijaya FC, Ini Kata Djanur
Senin 24 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Tatap Paruh Kedua, Persib Fokus Berburu Striker
Minggu 23 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Ini Alasan Dedi Lebih Pilih Karakter Wayang Dibanding Super Hero
Minggu 23 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Ini Alasan Dedi Lebih Pilih Karakter Wayang Dibanding Super Hero
Minggu 23 Juli 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Rabu 11 Januari 2017, 07:26 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG (PRFM) - Gagasan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang memperbolehkan asing menamai pulau-pulau tertentu di Indonesia dikritisi Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi.

"Terasa sangat kasar, masalahnya kesannya seperti menggadaikan, dan  seluruh proses dikelola asing," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017) malam.

Pemerintah menilai 4000 pulau tak bernama memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata, sehingga mereka membuka peluang orang asing untuk mengelola pulau tersebut, termasuk soal pemberian nama.

Terkait hal tersebut, Siswanto mengatakan bahwa penamaan pulau oleh asing mencoreng harga diri bangsa Indonesia karena aspek kewilayahan merupakan elemen kedaulatan.

"Kita harus kasih nama dulu, jangan orang asing yang kasih nama. Setelah diberi nama oleh kita baru bisa disewakan. Jika seperti itu, sama saja seperti menjual pulau. Meski cuma menyewakan, tapi rasanya seperti melepas kedaulatan kita yang diberikan pada orang asing", pungkasnya

Ia menambahkan pemerintah seharusnya melihat potensi yang lain daripada harus menyewakan pulau.

"Sebetulnya kita bisa menggali maritim yang lain. Pemerintah punya uang, mereka punya dana, hanya saja alokasinya tidak tepat sasaran," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pelajar Purwakarta Kembali Lakukan Panen Raya
Selasa 25 Juli 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan