Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan  




Sabtu 27 Mei 2017

22:41 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
@prfmnews

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
PRFMNewsChannel

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Rabu 11 Januari 2017, 07:26 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan




Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG (PRFM) - Gagasan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang memperbolehkan asing menamai pulau-pulau tertentu di Indonesia dikritisi Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi.

"Terasa sangat kasar, masalahnya kesannya seperti menggadaikan, dan  seluruh proses dikelola asing," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017) malam.

Pemerintah menilai 4000 pulau tak bernama memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata, sehingga mereka membuka peluang orang asing untuk mengelola pulau tersebut, termasuk soal pemberian nama.

Terkait hal tersebut, Siswanto mengatakan bahwa penamaan pulau oleh asing mencoreng harga diri bangsa Indonesia karena aspek kewilayahan merupakan elemen kedaulatan.

"Kita harus kasih nama dulu, jangan orang asing yang kasih nama. Setelah diberi nama oleh kita baru bisa disewakan. Jika seperti itu, sama saja seperti menjual pulau. Meski cuma menyewakan, tapi rasanya seperti melepas kedaulatan kita yang diberikan pada orang asing", pungkasnya

Ia menambahkan pemerintah seharusnya melihat potensi yang lain daripada harus menyewakan pulau.

"Sebetulnya kita bisa menggali maritim yang lain. Pemerintah punya uang, mereka punya dana, hanya saja alokasinya tidak tepat sasaran," pungkasnya.



Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

BERITA TERKAIT


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
 

BERITA PILIHAN


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

BERITA LAINNYA

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Saat Ramadhan Persib Diharuskan Jaga Pola Makan
Sabtu 27 Mei 2017


PAN Sebut Dedi Mulyadi Kandidat Kuat Cagub Jabar
Jumat 26 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Maju di Pilkada Purwakarta, Golkar Jabar Minta Padil Karsoma Bangun Komunikasi
Jumat 26 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Perlu Proses Panjang Untuk Pemekaran Kabupaten Bandung Timur
Kamis 25 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Pedagang dari Dua Pasar ini Segera Direlokasi ke Pasar Sehat Majalaya
Kamis 25 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Kemendag Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Jelang Puasa
Kamis 25 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan Kagum Dengan Angklung, Raja Carl Undang Bandung ke Swedia Juli Mendatang
Rabu 24 Mei 2017 Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Rabu 11 Januari 2017, 07:26 WIB

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan
Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG (PRFM) - Gagasan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang memperbolehkan asing menamai pulau-pulau tertentu di Indonesia dikritisi Direktur Eksekutif National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi.

"Terasa sangat kasar, masalahnya kesannya seperti menggadaikan, dan  seluruh proses dikelola asing," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017) malam.

Pemerintah menilai 4000 pulau tak bernama memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata, sehingga mereka membuka peluang orang asing untuk mengelola pulau tersebut, termasuk soal pemberian nama.

Terkait hal tersebut, Siswanto mengatakan bahwa penamaan pulau oleh asing mencoreng harga diri bangsa Indonesia karena aspek kewilayahan merupakan elemen kedaulatan.

"Kita harus kasih nama dulu, jangan orang asing yang kasih nama. Setelah diberi nama oleh kita baru bisa disewakan. Jika seperti itu, sama saja seperti menjual pulau. Meski cuma menyewakan, tapi rasanya seperti melepas kedaulatan kita yang diberikan pada orang asing", pungkasnya

Ia menambahkan pemerintah seharusnya melihat potensi yang lain daripada harus menyewakan pulau.

"Sebetulnya kita bisa menggali maritim yang lain. Pemerintah punya uang, mereka punya dana, hanya saja alokasinya tidak tepat sasaran," pungkasnya.



 

BERITA LAINNYA



Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

PAN Sebut Dedi Mulyadi Kandidat Kuat Cagub Jabar
Jumat 26 Mei 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pengamat: Penamaan Pulau Oleh Asing Sama Saja Dengan Menggadaikan