Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial  




Jumat 31 Maret 2017

07:33 WIB

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
@prfmnews

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
PRFMNewsChannel

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
Rabu 11 Januari 2017, 11:08 WIB

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial




Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : Ilustrasi

BANDUNG (PRFM) - Menanggapi dibukanya peluang asing untuk mengelola pulau-pulau di Indonesia, Ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang, dan Wakil Ketua PWNU Jabar, sekaligus Dosen HI Unpad, Ki Agus Zaenal Mubarok menyampaikan Indonesia mempunyai keuntungan dengan diakuinya sebagai negara kepulauan tahun 1982.

"Pengakuan ini memiliki dua konsekuensi , masalah kedaulatan dan peluang investasi baik dibidang yang sudah dikelola maupun wisata," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, masalah ini menjadi wacana yang krusial. Satu pihak Indonesia memiliki aset pulau yang belum dikelola secara penuh. Apalagi jumlah pulau yang ada di Indonesia lebih dari 17.000 pulau.

Ia juga menambahkan, pemerintah harus mengatur secara jelas terkait pihak yang akan mengatur penyewaan pulau itu.

" Urusan pusat dan daerah harus jelas, termasuk aset apakah dikelola pusat atau daerah. Biasanya urusan yang menyangkut luar negeri adalah urusan pemerintah pusat," tambahnya.

Zaenal juga menuturkan bahwa pengelolaan pulau oleh asing harus diperjelas.

"Apakah bentuk hak guna usaha, sewa, atau kontrak. Karena pemerintah harus lebih hati-hati agar pulau tersebut tidak diambil asing," tuturnya.



Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

 

BERITA TERKAIT


C-Generation, Gaul Gak Musti Amburadul

Selasa 06 September 2016

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
 

BERITA PILIHAN


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

 

BERITA LAINNYA

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Dedi Upayakan Bantuan Bagi Penghuni Gubuk Kumuh Ini
Kamis 30 Maret 2017


Temui Dedi, Ustadz Solmed Bicara Pilgub Jabar
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Pemkab Purwakarta Selidiki Kasus KTP Palsu EK
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Ridwan Kamil Doakan Fahri dari Masjid Nabawi
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Pesan Angkot Online Bisa Masuk ke Perumahan
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Netty Heryawan : Apapun Masalahnya Bisa Diketahui dengan Komunikasi
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Dedi Mulyadi Beri Bantuan Warga Yang Tinggal di Gubuk
Kamis 30 Maret 2017 Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

 

 

BERITA TERKAIT

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
Rabu 11 Januari 2017, 11:08 WIB

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial
Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : Ilustrasi


BANDUNG (PRFM) - Menanggapi dibukanya peluang asing untuk mengelola pulau-pulau di Indonesia, Ketua Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang, dan Wakil Ketua PWNU Jabar, sekaligus Dosen HI Unpad, Ki Agus Zaenal Mubarok menyampaikan Indonesia mempunyai keuntungan dengan diakuinya sebagai negara kepulauan tahun 1982.

"Pengakuan ini memiliki dua konsekuensi , masalah kedaulatan dan peluang investasi baik dibidang yang sudah dikelola maupun wisata," ujarnya kepada PRFM, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, masalah ini menjadi wacana yang krusial. Satu pihak Indonesia memiliki aset pulau yang belum dikelola secara penuh. Apalagi jumlah pulau yang ada di Indonesia lebih dari 17.000 pulau.

Ia juga menambahkan, pemerintah harus mengatur secara jelas terkait pihak yang akan mengatur penyewaan pulau itu.

" Urusan pusat dan daerah harus jelas, termasuk aset apakah dikelola pusat atau daerah. Biasanya urusan yang menyangkut luar negeri adalah urusan pemerintah pusat," tambahnya.

Zaenal juga menuturkan bahwa pengelolaan pulau oleh asing harus diperjelas.

"Apakah bentuk hak guna usaha, sewa, atau kontrak. Karena pemerintah harus lebih hati-hati agar pulau tersebut tidak diambil asing," tuturnya.



 

BERITA LAINNYA



Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Dedi Upayakan Bantuan Bagi Penghuni Gubuk Kumuh Ini
Kamis 30 Maret 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Temui Dedi, Ustadz Solmed Bicara Pilgub Jabar
Kamis 30 Maret 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pemkab Purwakarta Selidiki Kasus KTP Palsu EK
Kamis 30 Maret 2017
Purwakarta Istimewa


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Ridwan Kamil Doakan Fahri dari Masjid Nabawi
Kamis 30 Maret 2017
Kota Bandung


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pesan Angkot Online Bisa Masuk ke Perumahan
Kamis 30 Maret 2017
Kota Bandung


Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial

 

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial   TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Pengamat: Penyewaan Pulau Masalah Krusial