Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi  




Kamis 20 September 2018

06:15 WIB

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
@prfmnews

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
PRFMNewsChannel

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
Rabu 14 Maret 2018, 00:49 WIB
Kota Bandung

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi




Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG,(PRFM) - Dinas Perhubungan (dishub) Kota Bandung telah menerapkan pembayaran parkir di bahu jalan di Kota Bandung dengan menggunakan mesin parkir elektronik. Namun, sejak Agustus 2017 lalu diresmikan, Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama menilai jika selama ini penerapan mesin parkir elektronik ini harus segera dievaluasi. Pasalnya menurut Aan, dengan anggaran yang besar untuk pengadaan mesin parkir, namun realitanya masih belum efektif menyerap pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau melihat, memang yang namanya mesin parkir ini harus segera dievaluasi karena anggaran yang dikeluarkan memang cukup besar Rp, 80 miliar lebih. Terus memang di lapangan belum efektif," jelasnya kepada PRFM, Rabu 14 Maret 2018.

Dengan masih banyaknya masyarakat yang membayar parkir kepada tukang parkir, Aan mengaku jika masih ada sebuah sistem perparkiran yang belum berjalan dengan baik. Oleh karenanya, Aan sangat berharap ada sebuah evaluasi dari sistem perparkiran dengan mesin parkir elektronik ini.

"Sebetulnya ada beberapa sistem yang salah, apakah ini memang program yang tidak matang, atau memang pelaksanaan yang memang sulit, ini yang harus segera dievaluasi," tegasnya.

Menurut Aan, pihaknya sudah beberapa melakukan rapat dengan dishub kota Bandung membahas parkir elektronik ini. Di awal penerapannya, dengan menggunakan mesin parkir elektronik ini diharapkan retribusi parkir mencapai Rp. 135 miliar pertahun, namun pada realisasinya jauh dari target tersebut.

"Tahun ini retribusi parkir diharapkan Rp. 135 miliar, kemudian dari dinas perhubungan sulit katanya kalau Rp. 135 miliar, paling Rp. 50 miliar. Nah Rp. 50 miliar juga sulit, sekarang ini kan masih Rp. 6 miliar, artinya bahwa ini ada masalah serius," tegasnya.

Mengingat pengadaan mesin parkir ini menggunakan dana APBD yang tidak sedikit, dan capaiannya masih jauh dari harapan, Aan berharap ada tanggung jawab dari dishub.

"Karena ini menggunakan dana APBD pengadaan mesin parkir ini, maka harus betul-betul dipertanggungjawabkan dengan jelas," harapnya.



Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

 

BERITA TERKAIT


Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
 

BERITA PILIHAN


Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

 

BERITA LAINNYA

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Mesjid Al Jabbar Ditargetkan Rampung 2020
Rabu 19 September 2018


Polda Jabar Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Lodaya
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Dekranasda Jabar Ditragetkan Buka Toko Di Jakarta Dan Bali
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Disperin Kabupetan Bandung Minta Pengusaha Sarung Majalaya Terus Berinovasi
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Ini Fokus Hengky Kurniawan untuk Majukan KBB
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Erwan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga Sumedang
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Besok, Oded-Yana Resmi Pimpin Bandung
Rabu 19 September 2018 Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

 

 

BERITA TERKAIT

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
Rabu 14 Maret 2018, 00:49 WIB
Kota Bandung

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi
Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi


Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Redaksi Oleh : Rifki Abdul Fahmi
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG,(PRFM) - Dinas Perhubungan (dishub) Kota Bandung telah menerapkan pembayaran parkir di bahu jalan di Kota Bandung dengan menggunakan mesin parkir elektronik. Namun, sejak Agustus 2017 lalu diresmikan, Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama menilai jika selama ini penerapan mesin parkir elektronik ini harus segera dievaluasi. Pasalnya menurut Aan, dengan anggaran yang besar untuk pengadaan mesin parkir, namun realitanya masih belum efektif menyerap pendapatan asli daerah (PAD).

"Kalau melihat, memang yang namanya mesin parkir ini harus segera dievaluasi karena anggaran yang dikeluarkan memang cukup besar Rp, 80 miliar lebih. Terus memang di lapangan belum efektif," jelasnya kepada PRFM, Rabu 14 Maret 2018.

Dengan masih banyaknya masyarakat yang membayar parkir kepada tukang parkir, Aan mengaku jika masih ada sebuah sistem perparkiran yang belum berjalan dengan baik. Oleh karenanya, Aan sangat berharap ada sebuah evaluasi dari sistem perparkiran dengan mesin parkir elektronik ini.

"Sebetulnya ada beberapa sistem yang salah, apakah ini memang program yang tidak matang, atau memang pelaksanaan yang memang sulit, ini yang harus segera dievaluasi," tegasnya.

Menurut Aan, pihaknya sudah beberapa melakukan rapat dengan dishub kota Bandung membahas parkir elektronik ini. Di awal penerapannya, dengan menggunakan mesin parkir elektronik ini diharapkan retribusi parkir mencapai Rp. 135 miliar pertahun, namun pada realisasinya jauh dari target tersebut.

"Tahun ini retribusi parkir diharapkan Rp. 135 miliar, kemudian dari dinas perhubungan sulit katanya kalau Rp. 135 miliar, paling Rp. 50 miliar. Nah Rp. 50 miliar juga sulit, sekarang ini kan masih Rp. 6 miliar, artinya bahwa ini ada masalah serius," tegasnya.

Mengingat pengadaan mesin parkir ini menggunakan dana APBD yang tidak sedikit, dan capaiannya masih jauh dari harapan, Aan berharap ada tanggung jawab dari dishub.

"Karena ini menggunakan dana APBD pengadaan mesin parkir ini, maka harus betul-betul dipertanggungjawabkan dengan jelas," harapnya.



 

BERITA LAINNYA



Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi

 

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Penggunaan Mesin Parkir Elektronik Harus Segera Dievaluasi