Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol  




Rabu 16 Oktober 2019

17:27 WIB

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
@prfmnews

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
PRFMNewsChannel

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Jumat 20 Juli 2018, 16:13 WIB
Pileg 2019
Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol




Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG (PRFM) – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menuturkan, tidak ada larangan bagi artis untuk menjadi bakal calon legislatif sepanjang memenuhi syarat. Namun kontribusi mereka di parlemen menjadi pertanyaan besar bagi publik. Pasalnya, dalam beberapa kasus ada artis yang lebih aktif di dunia keartisannya ketimbang di parlemen.


"Artis menjadi sorotan karena popularitasnya sudah dominan. Media massa juga akan lebih senang menyoroti mereka. Namun, satu atau dua artis yang kinerjanya tidak baik di legislatif akhirnya menjadi stereotipe kualifikasi artis yang lain," ungkap Titi saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat (20/7/2018). 


Diakui Titi, jumlah artis yang menjadi bacaleg pada Pileg 2019 mengalami kenaikan. Hal ini lantaran partai politik (parpol) takut tidak lolos ambang batas parlemen.


Menurutnya, kompetisi Pileg 2019 akan berlangsung ketat sehingga parpol mengusung orang-orang yang mudah menggaet suara untuk mengamankan kursi dan lolos ambang batas parlemen.


"Paling sedikit itu 4 persen. Kalau kurang dari 4 persen, maka partai tidak bisa ikut menentukan perolehan kursi di DPR. Kalau tidak lolos ambang batas parlemen, tentu citra partai yang dipertaruhkan kepada publik," papar Titi.


Ia menambahkan, sosok artis dinilai menjadi figur yang strategis sebagai penggaet suara karena sudah memiliki popularitas dan finansial yang baik. Namun parpol juga harus memikirkan kompetensi mereka di parlemen dalam memperjuangkan harapan rakyat.


"Pihak parpol juga harus memberikan sikap tegas bahwa artis yang menjadi anggota legislatif, yudikatif atau eksekutif harus meninggalkan dunia keartisannya. Tujuannya agar mereka fokus di politik, mengingat tugas sebagai wakil rakyat tidaklah mudah. Tidak boleh jadi bintang iklan, kecuali bintang iklan program pemerintah. Mantan artis yang kini fokus di politik justru curhat sama saya kalau 24 jam itu ternyata tidak cukup untuk di parlemen," pungkasnya.











 

BERITA TERKAIT


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
 

BERITA PILIHAN


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

 

BERITA LAINNYA

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Jabar Sabet Tiga Penghargaan Internasional di Markas PBB Asia Pasifik
Rabu 16 Oktober 2019


Dewan Sarankan Pemkot Bandung Danai Proyek LRT Melalui KPBU
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Tingkat Kunjungan Menurun, Pajak Hotel dan Restoran di Bandung Tak Capai Target
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Pemkot Punya Waktu 20 Tahun Benahi Drainase Kota Cimahi
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Termasuk Simulasi Soal, BKN: Banyak Modus Penipuan Jelang Penerimaan CPNS
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Jokowi Minta Pelantikan Presiden & Wakil Presiden 2019-2024 Dilakukan Sederhana
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Tommy Melaju Ke Babak Dua Denmark Terbuka 2019
Rabu 16 Oktober 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

 

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Jumat 20 Juli 2018, 16:13 WIB
Pileg 2019

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG (PRFM) – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menuturkan, tidak ada larangan bagi artis untuk menjadi bakal calon legislatif sepanjang memenuhi syarat. Namun kontribusi mereka di parlemen menjadi pertanyaan besar bagi publik. Pasalnya, dalam beberapa kasus ada artis yang lebih aktif di dunia keartisannya ketimbang di parlemen.


"Artis menjadi sorotan karena popularitasnya sudah dominan. Media massa juga akan lebih senang menyoroti mereka. Namun, satu atau dua artis yang kinerjanya tidak baik di legislatif akhirnya menjadi stereotipe kualifikasi artis yang lain," ungkap Titi saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat (20/7/2018). 


Diakui Titi, jumlah artis yang menjadi bacaleg pada Pileg 2019 mengalami kenaikan. Hal ini lantaran partai politik (parpol) takut tidak lolos ambang batas parlemen.


Menurutnya, kompetisi Pileg 2019 akan berlangsung ketat sehingga parpol mengusung orang-orang yang mudah menggaet suara untuk mengamankan kursi dan lolos ambang batas parlemen.


"Paling sedikit itu 4 persen. Kalau kurang dari 4 persen, maka partai tidak bisa ikut menentukan perolehan kursi di DPR. Kalau tidak lolos ambang batas parlemen, tentu citra partai yang dipertaruhkan kepada publik," papar Titi.


Ia menambahkan, sosok artis dinilai menjadi figur yang strategis sebagai penggaet suara karena sudah memiliki popularitas dan finansial yang baik. Namun parpol juga harus memikirkan kompetensi mereka di parlemen dalam memperjuangkan harapan rakyat.


"Pihak parpol juga harus memberikan sikap tegas bahwa artis yang menjadi anggota legislatif, yudikatif atau eksekutif harus meninggalkan dunia keartisannya. Tujuannya agar mereka fokus di politik, mengingat tugas sebagai wakil rakyat tidaklah mudah. Tidak boleh jadi bintang iklan, kecuali bintang iklan program pemerintah. Mantan artis yang kini fokus di politik justru curhat sama saya kalau 24 jam itu ternyata tidak cukup untuk di parlemen," pungkasnya.







 

BERITA LAINNYA