Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol  




Jumat 23 Agustus 2019

23:21 WIB

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
@prfmnews

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
PRFMNewsChannel

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Jumat 20 Juli 2018, 16:13 WIB
Pileg 2019

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol




Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Redaksi Oleh : Desy Viani
Foto Oleh : PRFM

BANDUNG (PRFM) – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menuturkan, tidak ada larangan bagi artis untuk menjadi bakal calon legislatif sepanjang memenuhi syarat. Namun kontribusi mereka di parlemen menjadi pertanyaan besar bagi publik. Pasalnya, dalam beberapa kasus ada artis yang lebih aktif di dunia keartisannya ketimbang di parlemen.


"Artis menjadi sorotan karena popularitasnya sudah dominan. Media massa juga akan lebih senang menyoroti mereka. Namun, satu atau dua artis yang kinerjanya tidak baik di legislatif akhirnya menjadi stereotipe kualifikasi artis yang lain," ungkap Titi saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat (20/7/2018). 


Diakui Titi, jumlah artis yang menjadi bacaleg pada Pileg 2019 mengalami kenaikan. Hal ini lantaran partai politik (parpol) takut tidak lolos ambang batas parlemen.


Menurutnya, kompetisi Pileg 2019 akan berlangsung ketat sehingga parpol mengusung orang-orang yang mudah menggaet suara untuk mengamankan kursi dan lolos ambang batas parlemen.


"Paling sedikit itu 4 persen. Kalau kurang dari 4 persen, maka partai tidak bisa ikut menentukan perolehan kursi di DPR. Kalau tidak lolos ambang batas parlemen, tentu citra partai yang dipertaruhkan kepada publik," papar Titi.


Ia menambahkan, sosok artis dinilai menjadi figur yang strategis sebagai penggaet suara karena sudah memiliki popularitas dan finansial yang baik. Namun parpol juga harus memikirkan kompetensi mereka di parlemen dalam memperjuangkan harapan rakyat.


"Pihak parpol juga harus memberikan sikap tegas bahwa artis yang menjadi anggota legislatif, yudikatif atau eksekutif harus meninggalkan dunia keartisannya. Tujuannya agar mereka fokus di politik, mengingat tugas sebagai wakil rakyat tidaklah mudah. Tidak boleh jadi bintang iklan, kecuali bintang iklan program pemerintah. Mantan artis yang kini fokus di politik justru curhat sama saya kalau 24 jam itu ternyata tidak cukup untuk di parlemen," pungkasnya.








Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol




 

BERITA TERKAIT


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
 

BERITA PILIHAN


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

 

BERITA LAINNYA

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Diduga Beri Miras Kepada Mahasiswa Papua, Kapolsek Sukajadi Dimutasi
Jumat 23 Agustus 2019


Lawan Persebaya, Persija Tak Masalah Tanpa Bruno Matos
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Ikut Kembangkan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Kota Bandung Gelar Rempug Jukung
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Siapkan Rp 778 Milyar, Pemprov Jabar Berencana Gratiskan SPP SMA dan SMK
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol Save Our Soccer: Hati-Hati Janji Manis Caketum PSSI
Jumat 23 Agustus 2019 Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

 

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Jumat 20 Juli 2018, 16:13 WIB
Pileg 2019

Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol
Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Redaksi Oleh : Desy Viani
Sumber Foto : PRFM


BANDUNG (PRFM) – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menuturkan, tidak ada larangan bagi artis untuk menjadi bakal calon legislatif sepanjang memenuhi syarat. Namun kontribusi mereka di parlemen menjadi pertanyaan besar bagi publik. Pasalnya, dalam beberapa kasus ada artis yang lebih aktif di dunia keartisannya ketimbang di parlemen.


"Artis menjadi sorotan karena popularitasnya sudah dominan. Media massa juga akan lebih senang menyoroti mereka. Namun, satu atau dua artis yang kinerjanya tidak baik di legislatif akhirnya menjadi stereotipe kualifikasi artis yang lain," ungkap Titi saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Jumat (20/7/2018). 


Diakui Titi, jumlah artis yang menjadi bacaleg pada Pileg 2019 mengalami kenaikan. Hal ini lantaran partai politik (parpol) takut tidak lolos ambang batas parlemen.


Menurutnya, kompetisi Pileg 2019 akan berlangsung ketat sehingga parpol mengusung orang-orang yang mudah menggaet suara untuk mengamankan kursi dan lolos ambang batas parlemen.


"Paling sedikit itu 4 persen. Kalau kurang dari 4 persen, maka partai tidak bisa ikut menentukan perolehan kursi di DPR. Kalau tidak lolos ambang batas parlemen, tentu citra partai yang dipertaruhkan kepada publik," papar Titi.


Ia menambahkan, sosok artis dinilai menjadi figur yang strategis sebagai penggaet suara karena sudah memiliki popularitas dan finansial yang baik. Namun parpol juga harus memikirkan kompetensi mereka di parlemen dalam memperjuangkan harapan rakyat.


"Pihak parpol juga harus memberikan sikap tegas bahwa artis yang menjadi anggota legislatif, yudikatif atau eksekutif harus meninggalkan dunia keartisannya. Tujuannya agar mereka fokus di politik, mengingat tugas sebagai wakil rakyat tidaklah mudah. Tidak boleh jadi bintang iklan, kecuali bintang iklan program pemerintah. Mantan artis yang kini fokus di politik justru curhat sama saya kalau 24 jam itu ternyata tidak cukup untuk di parlemen," pungkasnya.







 

BERITA LAINNYA



Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Kopi dan Cerita Perjalanan
Jumat 23 Agustus 2019
Komunitas


Pengusungan Artis di Pileg 2019 Bentuk Ketakutan Parpol

Uu Minta Koperasi dan UMKM Gandeng Generasi Muda
Jumat 23 Agustus 2019
Jawa Barat