Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang  




Rabu 27 Maret 2019

03:12 WIB

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
@prfmnews

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
PRFMNewsChannel

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
Sabtu 12 Januari 2019, 18:45 WIB

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang




Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

BANDUNG, (PRFM) - Pakar Penerbangan, Alvin Lie menilai perencanaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kurang matang. Menurut Alvin, seharusnya pada saat proses pembangunan berjalan proses marketing juga berjalan.

"Pembangunan sebuah bandara itu seharusnya saat pada saat perencanaan sudah direncanakan pangsa pasar yang akan diraih. Sambil proses pembangunan berjalan proses marketing juga sudah jalan," kata Alvin saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Sabtu (12/1/2019).

Alvin menjelaskan untuk menarik massa tidak cukup hanya menggunakan embel-embel bandara terbesar. Pemerintah setempat juga harus berperan aktif dalam memperkenalkan daya tarik daerahnya.

"Kertajati ini tidak bisa hanya mengandalkan bandara terbesar bandara terhebat. Kalau pemerintah daerah itu tidak bersama-sama mempromosikan apa sih daya tarik daerahnya untuk mendatangkan orang ke daerahnya. Dalam hal ini perlu kebersamaan mempromosikan daerahnya," jelasnya.

Selain itu, transportasi lanjutan bagi pengguna maskapai yang turun lewat bandara BIJB harus sangat diperhatikan. Pasalnya, bandara merupakan infrastruktur dari sistem transportasi multimoda.

"Bandara ini merupakan infrastruktur dari sistem transportasi multimoda. Untuk mencapai bandara itu juga membutuhkan transportasi darat bagi penumpang pesawat yang mendarat disebuah bandara itu juga butuh transporasi lanjutan," imbuh Alvin.



Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

 

BERITA TERKAIT


Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
 

BERITA PILIHAN


Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

 

BERITA LAINNYA

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Jika Tak Melanggar, Kasatpol PP Kota Bandung Bisa Dari Tentara Atau Polisi
Selasa 26 Maret 2019


Jembatan Pasirhonje Amblas, Akses Menuju Desa di Ciwidey Terputus
Selasa 26 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang Revisi Perda Perlindungan Anak Disampaikan ke Dewan Bulan April
Selasa 26 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang Calon Jemaah yang Sudah Pernah Berhaji Harus Bayar Visa Progresif
Selasa 26 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang Calon Jemaah yang Sudah Pernah Berhaji Harus Bayar Visa Progresif
Selasa 26 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang "Kang Pisman" Jadi Rel Utama Atasi Persoalan Sampah di Bandung
Senin 25 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang 23% Warga Bandung Ditargetkan Pakai Transportasi Umum di Akhir Tahun Ini
Senin 25 Maret 2019 Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

 

 

BERITA TERKAIT

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
Sabtu 12 Januari 2019, 18:45 WIB

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang
Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang


Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


BANDUNG, (PRFM) - Pakar Penerbangan, Alvin Lie menilai perencanaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kurang matang. Menurut Alvin, seharusnya pada saat proses pembangunan berjalan proses marketing juga berjalan.

"Pembangunan sebuah bandara itu seharusnya saat pada saat perencanaan sudah direncanakan pangsa pasar yang akan diraih. Sambil proses pembangunan berjalan proses marketing juga sudah jalan," kata Alvin saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Sabtu (12/1/2019).

Alvin menjelaskan untuk menarik massa tidak cukup hanya menggunakan embel-embel bandara terbesar. Pemerintah setempat juga harus berperan aktif dalam memperkenalkan daya tarik daerahnya.

"Kertajati ini tidak bisa hanya mengandalkan bandara terbesar bandara terhebat. Kalau pemerintah daerah itu tidak bersama-sama mempromosikan apa sih daya tarik daerahnya untuk mendatangkan orang ke daerahnya. Dalam hal ini perlu kebersamaan mempromosikan daerahnya," jelasnya.

Selain itu, transportasi lanjutan bagi pengguna maskapai yang turun lewat bandara BIJB harus sangat diperhatikan. Pasalnya, bandara merupakan infrastruktur dari sistem transportasi multimoda.

"Bandara ini merupakan infrastruktur dari sistem transportasi multimoda. Untuk mencapai bandara itu juga membutuhkan transportasi darat bagi penumpang pesawat yang mendarat disebuah bandara itu juga butuh transporasi lanjutan," imbuh Alvin.



 

BERITA LAINNYA



Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang

 

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Perencanaan Pembangunan BIJB Dinilai Kurang