Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental  




Rabu 13 November 2019

18:54 WIB

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
@prfmnews

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
PRFMNewsChannel

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
Minggu 20 Oktober 2019, 21:27 WIB
Pidato Presiden Joko Widodo
Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental




Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Foto Oleh : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

BANDUNG, (PRFM) - Pidato perdana yang disampaikan Joko "Jokowi" Widodo sebagai Presiden ketika dilantik di gedung parlemen pada Minggu (20/10/2019) menuai kritikan. Khususnya karena tidak menyinggung penegakan Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan pemberantasan korupsi. 

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengaku cukup faham kenapa Jokowi memilih tak menyinggung hal-hal krusial tersebut. Menurutnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih suka dengan hal-hal monumental yang bisa diwujudkan dan dibicarakan. 

"Memang selama lima tahun perjalanan pemerintahan beliau, Pak Jokowi ini suka hal-hal yang lebih monumental, yang terlihat, yang bisa diwujudkan dan dibicarakan. Misalnya seperti pembangunan Bandara, bendungan, jalan tol dan lain-lain," ujar Hendri saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (20/10/2019).

Hendri hanya bisa mendoakan hal-hal krusial tersebut bisa dibicarakan lebih banyak oleh Jokowi dilain waktu. Karena apabila tak disinggung, ia khawatir hal itu nantinya akan menghambat keinginan Jokowi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di periode keduanya.

"Kalau bicara 100 hari kerja, nampaknya ini akan berbeda dengan periode pertama yang berbicara kerja-kerja, nawacita dan revolusi mental. Kenapa berbeda? contoh revolusi mental misalnya yang menjadi kendaraan Pak Jokowi di periode pertama hingga hari ini tidak ada evaluasinya, tapi kemudian beliau masuk ke ranah SDM yang juga tidak disebutkan tentang revolusi mental. Lalu sekarang tidak disinggung soal penegakan hukum, HAM dan Pemberantasan korupsi, ini mengkhawatirkan. Saya mendoakan mudah-mudahan dilain waktu dibicarakan," ungkapnya.

Meski begitu, dari secara keseluruhan pidato Jokowi, ia melihat ada optimisme dan energi positif. Terutama tentang transformasi ekonomi yang akan dilakukan pada periode keduanya.

"Tentang bagaimana transformasi ekonomi dilakukan yang tidak lagi mengandalkan sumber daya tapi lebih ke industri manufaktur dan hal-hal yang berbau kreatif," pungkasnya.










 

BERITA TERKAIT


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
 

BERITA PILIHAN


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

 

BERITA LAINNYA

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Pelatih Arema FC Mengaku Sulit Cari Pengganti Hamka Hamzah
Rabu 13 November 2019


Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Agar Tak Salah Sasaran Soal Kemiskinan, Pemkot Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Berstatus Mahasiswa
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Taruna Karya RK 01 Saledri: Organisasi Kepemudaan Pertama di Kota Bandung
Rabu 13 November 2019 Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

 

 

BERITA TERKAIT

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
Minggu 20 Oktober 2019, 21:27 WIB
Pidato Presiden Joko Widodo

Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental
Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Redaksi Oleh : Denis Pebrian
Sumber Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden


BANDUNG, (PRFM) - Pidato perdana yang disampaikan Joko "Jokowi" Widodo sebagai Presiden ketika dilantik di gedung parlemen pada Minggu (20/10/2019) menuai kritikan. Khususnya karena tidak menyinggung penegakan Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), dan pemberantasan korupsi. 

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengaku cukup faham kenapa Jokowi memilih tak menyinggung hal-hal krusial tersebut. Menurutnya mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih suka dengan hal-hal monumental yang bisa diwujudkan dan dibicarakan. 

"Memang selama lima tahun perjalanan pemerintahan beliau, Pak Jokowi ini suka hal-hal yang lebih monumental, yang terlihat, yang bisa diwujudkan dan dibicarakan. Misalnya seperti pembangunan Bandara, bendungan, jalan tol dan lain-lain," ujar Hendri saat on air di 107,5 PRFM News Channel, Minggu (20/10/2019).

Hendri hanya bisa mendoakan hal-hal krusial tersebut bisa dibicarakan lebih banyak oleh Jokowi dilain waktu. Karena apabila tak disinggung, ia khawatir hal itu nantinya akan menghambat keinginan Jokowi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di periode keduanya.

"Kalau bicara 100 hari kerja, nampaknya ini akan berbeda dengan periode pertama yang berbicara kerja-kerja, nawacita dan revolusi mental. Kenapa berbeda? contoh revolusi mental misalnya yang menjadi kendaraan Pak Jokowi di periode pertama hingga hari ini tidak ada evaluasinya, tapi kemudian beliau masuk ke ranah SDM yang juga tidak disebutkan tentang revolusi mental. Lalu sekarang tidak disinggung soal penegakan hukum, HAM dan Pemberantasan korupsi, ini mengkhawatirkan. Saya mendoakan mudah-mudahan dilain waktu dibicarakan," ungkapnya.

Meski begitu, dari secara keseluruhan pidato Jokowi, ia melihat ada optimisme dan energi positif. Terutama tentang transformasi ekonomi yang akan dilakukan pada periode keduanya.

"Tentang bagaimana transformasi ekonomi dilakukan yang tidak lagi mengandalkan sumber daya tapi lebih ke industri manufaktur dan hal-hal yang berbau kreatif," pungkasnya.






 

BERITA LAINNYA



Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Jokowi Imbau Layani Investasi Secepat Mungkin
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Melalui Visinya, Jabar Siap Sukseskan Target Pemerintah Pusat
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
Rabu 13 November 2019
Rakornas Forkopimda


Pidato Tak Singgung Penegakan Hukum, Pengamat: Jokowi Suka yang Monumental

Polri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Berstatus Mahasiswa
Rabu 13 November 2019
Bom di Mapolrestabes Medan