Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan  




Senin 19 Agustus 2019

14:36 WIB

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
@prfmnews

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
PRFMNewsChannel

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Jumat 10 Agustus 2018, 17:52 WIB
Pileg 2019

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan




Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PartaI Hati Nurani Rakyat (Hanura) kota Bandung hingga kini belum memberikan nama dua pengganti kader mereka di DPRD kota Bandung. Pasalnya, Partai bentukan Menko Polhukam Wiranto ini masih menunggu hasil penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari KPU kota Bandung pada bulan September mendatang.

Ketua DPC Hanura kota Bandung, Endun Hamdun, saat dihubungi PRFM melalui sambungan telepon membenarkan, dua orang kadernya yang saat ini duduk di DPRD kota Bandung sudah menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari Partai karena berpindah ke Partai lain. Keduanya yaitu Ade Fahrurozi yang pindah ke Partai NasDem dan menjadi Bakal Calon Legislatif DPRD kota Bandung dari Daerah Pemilihan II untuk Partai NasDem, dan Agus Cahyana yang bergabung dengan Partai Perindo dan maju sebagai Bacaleg DPRD kota Bandung dari Dapil 1.

“Surat pengunduran dirinya sudah di tandatangani tanggal 23 Juni lalu untuk keduanya, namun mereka belum mundur sebagai anggota Dewan karena adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, yang menyatakan pergantian antar waktu baru bisa di lakukan setelah mereka di tetapkan sebagai caleg di DPT,” jelas Endun, Jumat (10/8/2018).

Menurut Endun, kedua mantan kadernya hingga kini masih berkantor di Dewan bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Bagi Hanura, sejak keduanya sudah menandatangani surat pengunduran diri karena maju sebagai bacaleg dari partai lain, secara resmi Partai sudah menyatakan mereka bukan lagi sebagai kader Hanura.

“Ini sebetulnya masalah etika dari yang bersangkutan, meskipun ada surat edaran dari Kemendagri yang tidak menyatakan mereka harus berhenti jadi anggota Dewan, kecuali sudah di tetapkan dalam DCT. Ya, kalau idealnya sih, mereka harusnya berhenti,” ujar Endun.

Hanura sendiri saat ini tidak lagi memasukkan keduanya dalam keanggotaan Pansus, meskipun masih ada di Komisi. Bahkan, lanjut Endun, hak mereka seperti gaji dan tunjangan lainnya, jika melihat dari sisi etika seharusnya sudah tidak bisa lagi diterima keduanya.

Ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Kepala Bagian Hukum dan Risalah Persidangan Sekretariat DPRD kota Bandung, Wawan Wahidin, membenarkan hal tersebut. Menurut Wawan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar terkait Penggantian Antar Waktu.

Mengenai adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang di tandatangani Dirjen Otonomi Daerah, Sonny Sumarsono, nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang berisi Pemberhentian anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kab/Kota, yang mencalonkan diri dari Partai Politik yang berbeda dengan Partai Politik yang diwakili pada Pemilu terakhir, untuk mengikuti Pemilu tahun 2019, Wawan menyatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan tersebut.

“Berdasarkan Surat Edaran tersebut dalam point 4 bahwa bagi Anggota DPRD yang mengundurkan diri dan ikut serta dalam Pemilu 2019 maka Hak Keuangan dan Keprotokolannya berhenti sejak ditetapkan yang bersangkutan dalam DCT,” jelas Wawan.

Surat usulan pemberhentian sendiri, lanjut Wawan, informasinya sudah disampaikan Partai Hanura ke Pemerintah Propinsi. Pihaknya sendiri berencana mengecek kembali sekaligus berkonsultasi dengan Pemerintah Propinsi terkait masalah ini.

Selain dua nama dari Hanura, Wawan menyatakan satu nama lagi yang mempunyai persoalan serupa, yaitu Troyadi G. Lukas dari PDI Perjuangan yang pindah dan menjadi bacaleg dari Partai NasDem untuk DPRD kota Bandung dari Dapil 6.

“Penetapan DCT sendiri berdasarkan informasi dari KPU Kota Bandung yaitu tanggal 14 sampai 22 September 2018,” pungkas Wawan.







Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan




 

BERITA TERKAIT


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
 

BERITA PILIHAN


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

 

BERITA LAINNYA

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Hari Jadi ke-74 Jabar: Kolaborasi dan Inovasi Kunci Jabar Juara Lahir Batin
Senin 19 Agustus 2019


Melalui #SemuaBisaTerhubung, Giladiskon Dukung Perkembangan UMKM Retail
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Pemkab Bandung Selenggarakan Bandung Coffee Festival 2019
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Tebarkan Semangat Sociopreneur, PT BCS Luncurkan Ina Coop
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur dan Hantam Tiga Kendaraan di Lingkar Gentong
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Ridwan Kamil Ajukan Dua Nama Calon Sekda Jabar
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Polisi Ringkus Spesialis Pencurian Toko Retail
Senin 19 Agustus 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

 

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Jumat 10 Agustus 2018, 17:52 WIB
Pileg 2019

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PartaI Hati Nurani Rakyat (Hanura) kota Bandung hingga kini belum memberikan nama dua pengganti kader mereka di DPRD kota Bandung. Pasalnya, Partai bentukan Menko Polhukam Wiranto ini masih menunggu hasil penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari KPU kota Bandung pada bulan September mendatang.

Ketua DPC Hanura kota Bandung, Endun Hamdun, saat dihubungi PRFM melalui sambungan telepon membenarkan, dua orang kadernya yang saat ini duduk di DPRD kota Bandung sudah menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari Partai karena berpindah ke Partai lain. Keduanya yaitu Ade Fahrurozi yang pindah ke Partai NasDem dan menjadi Bakal Calon Legislatif DPRD kota Bandung dari Daerah Pemilihan II untuk Partai NasDem, dan Agus Cahyana yang bergabung dengan Partai Perindo dan maju sebagai Bacaleg DPRD kota Bandung dari Dapil 1.

“Surat pengunduran dirinya sudah di tandatangani tanggal 23 Juni lalu untuk keduanya, namun mereka belum mundur sebagai anggota Dewan karena adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, yang menyatakan pergantian antar waktu baru bisa di lakukan setelah mereka di tetapkan sebagai caleg di DPT,” jelas Endun, Jumat (10/8/2018).

Menurut Endun, kedua mantan kadernya hingga kini masih berkantor di Dewan bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Bagi Hanura, sejak keduanya sudah menandatangani surat pengunduran diri karena maju sebagai bacaleg dari partai lain, secara resmi Partai sudah menyatakan mereka bukan lagi sebagai kader Hanura.

“Ini sebetulnya masalah etika dari yang bersangkutan, meskipun ada surat edaran dari Kemendagri yang tidak menyatakan mereka harus berhenti jadi anggota Dewan, kecuali sudah di tetapkan dalam DCT. Ya, kalau idealnya sih, mereka harusnya berhenti,” ujar Endun.

Hanura sendiri saat ini tidak lagi memasukkan keduanya dalam keanggotaan Pansus, meskipun masih ada di Komisi. Bahkan, lanjut Endun, hak mereka seperti gaji dan tunjangan lainnya, jika melihat dari sisi etika seharusnya sudah tidak bisa lagi diterima keduanya.

Ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Kepala Bagian Hukum dan Risalah Persidangan Sekretariat DPRD kota Bandung, Wawan Wahidin, membenarkan hal tersebut. Menurut Wawan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar terkait Penggantian Antar Waktu.

Mengenai adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang di tandatangani Dirjen Otonomi Daerah, Sonny Sumarsono, nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang berisi Pemberhentian anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kab/Kota, yang mencalonkan diri dari Partai Politik yang berbeda dengan Partai Politik yang diwakili pada Pemilu terakhir, untuk mengikuti Pemilu tahun 2019, Wawan menyatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan tersebut.

“Berdasarkan Surat Edaran tersebut dalam point 4 bahwa bagi Anggota DPRD yang mengundurkan diri dan ikut serta dalam Pemilu 2019 maka Hak Keuangan dan Keprotokolannya berhenti sejak ditetapkan yang bersangkutan dalam DCT,” jelas Wawan.

Surat usulan pemberhentian sendiri, lanjut Wawan, informasinya sudah disampaikan Partai Hanura ke Pemerintah Propinsi. Pihaknya sendiri berencana mengecek kembali sekaligus berkonsultasi dengan Pemerintah Propinsi terkait masalah ini.

Selain dua nama dari Hanura, Wawan menyatakan satu nama lagi yang mempunyai persoalan serupa, yaitu Troyadi G. Lukas dari PDI Perjuangan yang pindah dan menjadi bacaleg dari Partai NasDem untuk DPRD kota Bandung dari Dapil 6.

“Penetapan DCT sendiri berdasarkan informasi dari KPU Kota Bandung yaitu tanggal 14 sampai 22 September 2018,” pungkas Wawan.






 

BERITA LAINNYA



Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pemkab Bandung Selenggarakan Bandung Coffee Festival 2019
Senin 19 Agustus 2019
Kabupaten Bandung


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Ridwan Kamil Ajukan Dua Nama Calon Sekda Jabar
Senin 19 Agustus 2019
Jabatan Sekda Jabar


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan





 

BERITA PILIHAN