Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan  




Minggu 20 Oktober 2019

20:34 WIB

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
@prfmnews

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
PRFMNewsChannel

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Jumat 10 Agustus 2018, 17:52 WIB
Pileg 2019
Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan




Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PartaI Hati Nurani Rakyat (Hanura) kota Bandung hingga kini belum memberikan nama dua pengganti kader mereka di DPRD kota Bandung. Pasalnya, Partai bentukan Menko Polhukam Wiranto ini masih menunggu hasil penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari KPU kota Bandung pada bulan September mendatang.

Ketua DPC Hanura kota Bandung, Endun Hamdun, saat dihubungi PRFM melalui sambungan telepon membenarkan, dua orang kadernya yang saat ini duduk di DPRD kota Bandung sudah menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari Partai karena berpindah ke Partai lain. Keduanya yaitu Ade Fahrurozi yang pindah ke Partai NasDem dan menjadi Bakal Calon Legislatif DPRD kota Bandung dari Daerah Pemilihan II untuk Partai NasDem, dan Agus Cahyana yang bergabung dengan Partai Perindo dan maju sebagai Bacaleg DPRD kota Bandung dari Dapil 1.

“Surat pengunduran dirinya sudah di tandatangani tanggal 23 Juni lalu untuk keduanya, namun mereka belum mundur sebagai anggota Dewan karena adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, yang menyatakan pergantian antar waktu baru bisa di lakukan setelah mereka di tetapkan sebagai caleg di DPT,” jelas Endun, Jumat (10/8/2018).

Menurut Endun, kedua mantan kadernya hingga kini masih berkantor di Dewan bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Bagi Hanura, sejak keduanya sudah menandatangani surat pengunduran diri karena maju sebagai bacaleg dari partai lain, secara resmi Partai sudah menyatakan mereka bukan lagi sebagai kader Hanura.

“Ini sebetulnya masalah etika dari yang bersangkutan, meskipun ada surat edaran dari Kemendagri yang tidak menyatakan mereka harus berhenti jadi anggota Dewan, kecuali sudah di tetapkan dalam DCT. Ya, kalau idealnya sih, mereka harusnya berhenti,” ujar Endun.

Hanura sendiri saat ini tidak lagi memasukkan keduanya dalam keanggotaan Pansus, meskipun masih ada di Komisi. Bahkan, lanjut Endun, hak mereka seperti gaji dan tunjangan lainnya, jika melihat dari sisi etika seharusnya sudah tidak bisa lagi diterima keduanya.

Ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Kepala Bagian Hukum dan Risalah Persidangan Sekretariat DPRD kota Bandung, Wawan Wahidin, membenarkan hal tersebut. Menurut Wawan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar terkait Penggantian Antar Waktu.

Mengenai adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang di tandatangani Dirjen Otonomi Daerah, Sonny Sumarsono, nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang berisi Pemberhentian anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kab/Kota, yang mencalonkan diri dari Partai Politik yang berbeda dengan Partai Politik yang diwakili pada Pemilu terakhir, untuk mengikuti Pemilu tahun 2019, Wawan menyatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan tersebut.

“Berdasarkan Surat Edaran tersebut dalam point 4 bahwa bagi Anggota DPRD yang mengundurkan diri dan ikut serta dalam Pemilu 2019 maka Hak Keuangan dan Keprotokolannya berhenti sejak ditetapkan yang bersangkutan dalam DCT,” jelas Wawan.

Surat usulan pemberhentian sendiri, lanjut Wawan, informasinya sudah disampaikan Partai Hanura ke Pemerintah Propinsi. Pihaknya sendiri berencana mengecek kembali sekaligus berkonsultasi dengan Pemerintah Propinsi terkait masalah ini.

Selain dua nama dari Hanura, Wawan menyatakan satu nama lagi yang mempunyai persoalan serupa, yaitu Troyadi G. Lukas dari PDI Perjuangan yang pindah dan menjadi bacaleg dari Partai NasDem untuk DPRD kota Bandung dari Dapil 6.

“Penetapan DCT sendiri berdasarkan informasi dari KPU Kota Bandung yaitu tanggal 14 sampai 22 September 2018,” pungkas Wawan.










 

BERITA TERKAIT


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
 

BERITA PILIHAN


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

 

BERITA LAINNYA

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Harapan GMKI Bandung di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi
Minggu 20 Oktober 2019


Pengamat Kritik Jokowi Tak Singgung Pemberantasan Korupsi dalam Pidatonya
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Besok, Jokowi Akan Perkenalkan Para Menteri Kabinet Periode 2019-2024
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Ucapan Selamat dan Harapan Ridwan Kamil Untuk Jokowi-Maruf Amin
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Joko Widodo dan Maruf Amin Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wapres
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Pidato Lengkap Jokowi Setelah Dilantik Jadi Presiden RI 2019-2024
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan Joko Widodo dan Maruf Amin Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wapres
Minggu 20 Oktober 2019 Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

 

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Jumat 10 Agustus 2018, 17:52 WIB
Pileg 2019

Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan
Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PartaI Hati Nurani Rakyat (Hanura) kota Bandung hingga kini belum memberikan nama dua pengganti kader mereka di DPRD kota Bandung. Pasalnya, Partai bentukan Menko Polhukam Wiranto ini masih menunggu hasil penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) dari KPU kota Bandung pada bulan September mendatang.

Ketua DPC Hanura kota Bandung, Endun Hamdun, saat dihubungi PRFM melalui sambungan telepon membenarkan, dua orang kadernya yang saat ini duduk di DPRD kota Bandung sudah menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari Partai karena berpindah ke Partai lain. Keduanya yaitu Ade Fahrurozi yang pindah ke Partai NasDem dan menjadi Bakal Calon Legislatif DPRD kota Bandung dari Daerah Pemilihan II untuk Partai NasDem, dan Agus Cahyana yang bergabung dengan Partai Perindo dan maju sebagai Bacaleg DPRD kota Bandung dari Dapil 1.

“Surat pengunduran dirinya sudah di tandatangani tanggal 23 Juni lalu untuk keduanya, namun mereka belum mundur sebagai anggota Dewan karena adanya surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, yang menyatakan pergantian antar waktu baru bisa di lakukan setelah mereka di tetapkan sebagai caleg di DPT,” jelas Endun, Jumat (10/8/2018).

Menurut Endun, kedua mantan kadernya hingga kini masih berkantor di Dewan bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Bagi Hanura, sejak keduanya sudah menandatangani surat pengunduran diri karena maju sebagai bacaleg dari partai lain, secara resmi Partai sudah menyatakan mereka bukan lagi sebagai kader Hanura.

“Ini sebetulnya masalah etika dari yang bersangkutan, meskipun ada surat edaran dari Kemendagri yang tidak menyatakan mereka harus berhenti jadi anggota Dewan, kecuali sudah di tetapkan dalam DCT. Ya, kalau idealnya sih, mereka harusnya berhenti,” ujar Endun.

Hanura sendiri saat ini tidak lagi memasukkan keduanya dalam keanggotaan Pansus, meskipun masih ada di Komisi. Bahkan, lanjut Endun, hak mereka seperti gaji dan tunjangan lainnya, jika melihat dari sisi etika seharusnya sudah tidak bisa lagi diterima keduanya.

Ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Kepala Bagian Hukum dan Risalah Persidangan Sekretariat DPRD kota Bandung, Wawan Wahidin, membenarkan hal tersebut. Menurut Wawan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov Jabar terkait Penggantian Antar Waktu.

Mengenai adanya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri yang di tandatangani Dirjen Otonomi Daerah, Sonny Sumarsono, nomor 160/6324/OTDA tertanggal 3 Agustus 2018, yang berisi Pemberhentian anggota DPRD Propinsi dan DPRD Kab/Kota, yang mencalonkan diri dari Partai Politik yang berbeda dengan Partai Politik yang diwakili pada Pemilu terakhir, untuk mengikuti Pemilu tahun 2019, Wawan menyatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan tersebut.

“Berdasarkan Surat Edaran tersebut dalam point 4 bahwa bagi Anggota DPRD yang mengundurkan diri dan ikut serta dalam Pemilu 2019 maka Hak Keuangan dan Keprotokolannya berhenti sejak ditetapkan yang bersangkutan dalam DCT,” jelas Wawan.

Surat usulan pemberhentian sendiri, lanjut Wawan, informasinya sudah disampaikan Partai Hanura ke Pemerintah Propinsi. Pihaknya sendiri berencana mengecek kembali sekaligus berkonsultasi dengan Pemerintah Propinsi terkait masalah ini.

Selain dua nama dari Hanura, Wawan menyatakan satu nama lagi yang mempunyai persoalan serupa, yaitu Troyadi G. Lukas dari PDI Perjuangan yang pindah dan menjadi bacaleg dari Partai NasDem untuk DPRD kota Bandung dari Dapil 6.

“Penetapan DCT sendiri berdasarkan informasi dari KPU Kota Bandung yaitu tanggal 14 sampai 22 September 2018,” pungkas Wawan.






 

BERITA LAINNYA



Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Harapan GMKI Bandung di Periode Kedua Pemerintahan Jokowi
Minggu 20 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pengamat Kritik Jokowi Tak Singgung Pemberantasan Korupsi dalam Pidatonya
Minggu 20 Oktober 2019
Pidato Presiden Joko Widodo


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Besok, Jokowi Akan Perkenalkan Para Menteri Kabinet Periode 2019-2024
Minggu 20 Oktober 2019
Menteri Kabinet RI Periode 2019-2024


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Ucapan Selamat dan Harapan Ridwan Kamil Untuk Jokowi-Maruf Amin
Minggu 20 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Joko Widodo dan Maruf Amin Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wapres
Minggu 20 Oktober 2019
Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024


Pindah Partai dan Nyaleg, Dua Mantan Kader Hanura Masih Jadi Dewan

Pidato Lengkap Jokowi Setelah Dilantik Jadi Presiden RI 2019-2024
Minggu 20 Oktober 2019
Pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024