PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus  




Selasa 17 September 2019

17:31 WIB

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
@prfmnews

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
PRFMNewsChannel

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
Minggu 12 Mei 2019, 20:19 WIB

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus




PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Foto Oleh : Forum PKL Juara

Foto: Tempat berjualan pedagang di kawasan Jalan Hasanudin, Kota Bandung yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu. Menurut Sekretaris Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Juara, Erwin Yusuf, bangunan itu adalah hasil CSR dengan salah satu perusahaan dan tempat berjualan itu bukan permanen.

BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Juara, Erwin Yusuf mengatakan keberadaan lapak PKL di Jalan Hasanudin merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan. Ia menambahkan, lapak PKL di Jalan Hasanudin itu merupakan hasil kesepakatan dengan Satpol PP dan Rumah Sakit Borromeus.

Hal tersebut disampaikan Erwin untuk menanggapi akan adanya keluhan warga RT 08 RW 09 Kel. Lebak Gede Kec. Coblong Kota Bandung atas adanya PKL yang berjualan di Jalan Hasanudin. Salah seorang warga, Agus mengatakan, lapak PKL di sekitar RS Borromeus tersebut kini berjumlah 40 kios dan berbentuk permanen. 

Agus menambahkan, keberadaan kios PKL tersebut, menyalahi peraturan karena berada di Zona Merah dan menggunakan trotoar sehingga menghalangi para pejalan kaki. 

"Pada saat itu di tata di relokasi dengan kesepakatan Satpol PP dan Borromeus juga sepakat dipindahkan ke Surya Kencana dan Hasanudin belakangnya Borromeus. Setahun kemudian 2018, pemerintah melalui forum PKL Juara ada bantuan CSR dari Mayora," kata Erwin saat on air di PRFM, Minggu (12/5/2019).

Menurut Erwin, pembangunan untuk tempat berjualan itu adalah gerobak, konstruksi PKL dan trotoar bukan menggunakan dana dari pemerintah. Selain itu, bangunan PKL yang ada pun diakui Erwin bukan bangunan yang permanen dan bisa diruntuhkan.

"Yang dibangun itu trotoar dengan konstruksi PKL dan gerobaknya tidak ada dana dari pemerintah. Karena kesepakatan di awal dipindahkan ke Surya Kencana dan Hasanudin maka kita juga wilayahnya titiknya disitu yang akan dibangun penataan PKL dan itu tidak permanen bangunannya. Kita sudah sepakat dengan Satgasus PKL," jelasnya.

Selain itu, Erwin memaparkan pendirian bangunan PKL di Jalan Hasanudin pun sudah sesuai dengan Perda. Sebab, pejalan kaki masih diberikan ruang yang cukup luas untuk berjalan.

"Jadi Forum PKL Juara itu tugasnya membantu pemerintah mensosialisasikan ke PKL-nya kalau mau berjualan di trotoar itu aturannya ada space untuk pejalan kaki itu sesuai Perda, 1 meter 60 (centimeter-red) bahkan di Hasanudin buat pejalan kaki masih sangat luas," paparnya.

Erwin menambahkan, penolakan yang muncul atas nama warga itu ditengarai bukan dari instansi yang ada dan bukan dari warga. Sebab, jika benar itu warga yang mengeluhkan akan adanya PKL di kawasan Hasanudin, Erwin mengaku pihaknya melalui Dinas UMKM untuk dapat mepertemukan dan duduk bersama agar sepaham  bahwa kebereadaan PKL di Jalan Hasanudin itu merupakan bentuk CSR.

"Ketika dibangun, muncul penolakan mengatasnamakan warga, tapi disini samar warganya yang mana. Warganya tidak ada sebenarnya, jadi ini sebenarnya lebih ke Rumah Sakit Borromeus. Kalau pun warga, saya juga melalui Dinas UMKM tolong dimunculkan warga yang menolak siapa kita duduk bareng-bareng," ujarnya.










 

BERITA TERKAIT


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
 

BERITA PILIHAN


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

 

BERITA LAINNYA

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Semen Padang Berharap Curi Poin di Bandung
Selasa 17 September 2019


Kuipers Masuk Daftar Team Of The Week Pekan 18
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus Fuad Baradja: Kenaikan Cukai Rokok Upaya Menekan Angka Perokok Remaja
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus Cegah Stunting, Pemkot Bandung Dukung Program Sadayana Asi Eskslusif
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus Radio Masih Ada, Bahkan Dibutuhkan
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus Peringati Harganas, Oded: Kota Bandung Sangat Memperhatikan Pembangunan Keluarga
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus DPR RI Sahkan RUU KPK jadi Undang-Undang
Selasa 17 September 2019 PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

 

 

BERITA TERKAIT

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
Minggu 12 Mei 2019, 20:19 WIB

PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus
PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Redaksi Oleh : Haidar Syahid Rais
Sumber Foto : Forum PKL Juara


Foto: Tempat berjualan pedagang di kawasan Jalan Hasanudin, Kota Bandung yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu. Menurut Sekretaris Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Juara, Erwin Yusuf, bangunan itu adalah hasil CSR dengan salah satu perusahaan dan tempat berjualan itu bukan permanen.

BANDUNG, (PRFM) - Sekretaris Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Juara, Erwin Yusuf mengatakan keberadaan lapak PKL di Jalan Hasanudin merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu perusahaan. Ia menambahkan, lapak PKL di Jalan Hasanudin itu merupakan hasil kesepakatan dengan Satpol PP dan Rumah Sakit Borromeus.

Hal tersebut disampaikan Erwin untuk menanggapi akan adanya keluhan warga RT 08 RW 09 Kel. Lebak Gede Kec. Coblong Kota Bandung atas adanya PKL yang berjualan di Jalan Hasanudin. Salah seorang warga, Agus mengatakan, lapak PKL di sekitar RS Borromeus tersebut kini berjumlah 40 kios dan berbentuk permanen. 

Agus menambahkan, keberadaan kios PKL tersebut, menyalahi peraturan karena berada di Zona Merah dan menggunakan trotoar sehingga menghalangi para pejalan kaki. 

"Pada saat itu di tata di relokasi dengan kesepakatan Satpol PP dan Borromeus juga sepakat dipindahkan ke Surya Kencana dan Hasanudin belakangnya Borromeus. Setahun kemudian 2018, pemerintah melalui forum PKL Juara ada bantuan CSR dari Mayora," kata Erwin saat on air di PRFM, Minggu (12/5/2019).

Menurut Erwin, pembangunan untuk tempat berjualan itu adalah gerobak, konstruksi PKL dan trotoar bukan menggunakan dana dari pemerintah. Selain itu, bangunan PKL yang ada pun diakui Erwin bukan bangunan yang permanen dan bisa diruntuhkan.

"Yang dibangun itu trotoar dengan konstruksi PKL dan gerobaknya tidak ada dana dari pemerintah. Karena kesepakatan di awal dipindahkan ke Surya Kencana dan Hasanudin maka kita juga wilayahnya titiknya disitu yang akan dibangun penataan PKL dan itu tidak permanen bangunannya. Kita sudah sepakat dengan Satgasus PKL," jelasnya.

Selain itu, Erwin memaparkan pendirian bangunan PKL di Jalan Hasanudin pun sudah sesuai dengan Perda. Sebab, pejalan kaki masih diberikan ruang yang cukup luas untuk berjalan.

"Jadi Forum PKL Juara itu tugasnya membantu pemerintah mensosialisasikan ke PKL-nya kalau mau berjualan di trotoar itu aturannya ada space untuk pejalan kaki itu sesuai Perda, 1 meter 60 (centimeter-red) bahkan di Hasanudin buat pejalan kaki masih sangat luas," paparnya.

Erwin menambahkan, penolakan yang muncul atas nama warga itu ditengarai bukan dari instansi yang ada dan bukan dari warga. Sebab, jika benar itu warga yang mengeluhkan akan adanya PKL di kawasan Hasanudin, Erwin mengaku pihaknya melalui Dinas UMKM untuk dapat mepertemukan dan duduk bersama agar sepaham  bahwa kebereadaan PKL di Jalan Hasanudin itu merupakan bentuk CSR.

"Ketika dibangun, muncul penolakan mengatasnamakan warga, tapi disini samar warganya yang mana. Warganya tidak ada sebenarnya, jadi ini sebenarnya lebih ke Rumah Sakit Borromeus. Kalau pun warga, saya juga melalui Dinas UMKM tolong dimunculkan warga yang menolak siapa kita duduk bareng-bareng," ujarnya.






 

BERITA LAINNYA



PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Semen Padang Berharap Curi Poin di Bandung
Selasa 17 September 2019
Persib vs Semen Padang 2019


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Kuipers Masuk Daftar Team Of The Week Pekan 18
Selasa 17 September 2019
PERSIB


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Fuad Baradja: Kenaikan Cukai Rokok Upaya Menekan Angka Perokok Remaja
Selasa 17 September 2019
Kenaikan Cukai Rokok


PKL di Jalan Hasanudin Itu Hasil Kesepakatan dengan Satpol PP dan RS Borromeus

Radio Masih Ada, Bahkan Dibutuhkan
Selasa 17 September 2019
PRSSNI Kota Bandung