Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar  




Rabu 20 Februari 2019

18:58 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
@prfmnews

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
PRFMNewsChannel

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Kamis 08 Februari 2018, 18:11 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar




Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Foto Oleh : Istimewa/dok

BANDUNG, (PRFM) - Polda Jawa Barat melalui Ditreskrimum, Ditintelkam dan seluruh polres, tengah memburu akun-akun media sosial penyebar kabar palsu atau hoax yang menye‎butkan ada penganiayaan tokoh agama di sejumlah tempat di Jabar.


"Kami tindak akun-akun tersebut, karena secara sengaja memblow up kabar Hoax ini sehingga menimbulkan resah dan teror kepada masyarakat sehingga Jabar seolah-olah tidak aman." ujar Wadir Reskrimum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada PRFM Kamis (8/2/2018).


Seperti diketahui, kabar adanya penganiayaan kepada Tokoh agama menyebar cepat lewat media sosial sejak dua pekan terakhir pasca kasus di Cicalengka  dan Bandung Kulon. Menurut Trunoyudo, Ada tiga kabar Hoax tersebut yang sedang diburu penyebarnya.  


Pertama, penculikan pemuka agama di Kota Cimahi belakangan diklarifikasi adalah kabar palsu atau hoax.


Kedua, di Salah satu Ponpes di Garut, santri dianiaya orang tak dikenal, padahal itu hanya settingan dan sengaja disebar untuk mencari perhatian.


Ketiga, informasi menyebutkan Ustaz Sulaiman di Kabupaten Bogor dianiaya orang gila disebar di media sosial Facebook belakangan juga diketahui ternyata yang dianiaya seorang petani oleh sesama petani, tidak melibatkan ustaz atau ulama dan orang gila. 



"Itulah Fakta-fakta yang ada dari para Kapolres di daerah tersebut yang langsung turun ke lapangan beserta jajarannya". Ujar Yudo.


Bila sudah tertangkap, akun-akun media sosial yang menyebar informasi palsu tersebut dikatakan Yudo, akan dikenakan Pasal 29 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Polda Jabar pun menghimbau Masyarakat agar lebih cermat dalam memilah informasi yang diterimanya di Media Sosial, karena bila membantu menyebarkan akan terkena jeratan pidana Cyber juga , berdasarkan Pasal 27, 28 dan 45 UU ITE dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.


"Jadi, jika menerima informasi tapi belum yakin kebenarannya, jangan menyebarkan atau meneruskan ke grup medsos lain, lebih baik segera mencroscek kabar tersebut terutama kepada kami baik polsek, polres atau polda via media sosial, telpon atau media lainnya." Himbau Yudo.




Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

BERITA TERKAIT


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
 

BERITA PILIHAN


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

BERITA LAINNYA

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Ada 5,5 Juta Buku Impor di Bazar BBW 1-11 Maret 2019
Rabu 20 Februari 2019


Kodam III/Siliwangi Terus Berupaya Sukseskan Citarum Harum
Selasa 19 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Masalah Utama Citarum Adalah Sampah
Selasa 19 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Info Pemadaman Listrik Baleendah 19 Februari Besok
Senin 18 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Usai Operasi, Sunarti Dianjurkan Konsumsi Nutrisi Cair Selama Dua Pekan
Senin 18 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Tim Dokter RSHS Berhasil Perkecil Lambung Warga Obesitas Asal Karawang
Senin 18 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Relawan Prabowo-Sandi Ingin KPU Lebih Tegas Soal Tata Tertib Debat
Senin 18 Februari 2019 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

 

BERITA TERKAIT

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Kamis 08 Februari 2018, 18:11 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Sumber Foto : Istimewa/dok


BANDUNG, (PRFM) - Polda Jawa Barat melalui Ditreskrimum, Ditintelkam dan seluruh polres, tengah memburu akun-akun media sosial penyebar kabar palsu atau hoax yang menye‎butkan ada penganiayaan tokoh agama di sejumlah tempat di Jabar.


"Kami tindak akun-akun tersebut, karena secara sengaja memblow up kabar Hoax ini sehingga menimbulkan resah dan teror kepada masyarakat sehingga Jabar seolah-olah tidak aman." ujar Wadir Reskrimum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada PRFM Kamis (8/2/2018).


Seperti diketahui, kabar adanya penganiayaan kepada Tokoh agama menyebar cepat lewat media sosial sejak dua pekan terakhir pasca kasus di Cicalengka  dan Bandung Kulon. Menurut Trunoyudo, Ada tiga kabar Hoax tersebut yang sedang diburu penyebarnya.  


Pertama, penculikan pemuka agama di Kota Cimahi belakangan diklarifikasi adalah kabar palsu atau hoax.


Kedua, di Salah satu Ponpes di Garut, santri dianiaya orang tak dikenal, padahal itu hanya settingan dan sengaja disebar untuk mencari perhatian.


Ketiga, informasi menyebutkan Ustaz Sulaiman di Kabupaten Bogor dianiaya orang gila disebar di media sosial Facebook belakangan juga diketahui ternyata yang dianiaya seorang petani oleh sesama petani, tidak melibatkan ustaz atau ulama dan orang gila. 



"Itulah Fakta-fakta yang ada dari para Kapolres di daerah tersebut yang langsung turun ke lapangan beserta jajarannya". Ujar Yudo.


Bila sudah tertangkap, akun-akun media sosial yang menyebar informasi palsu tersebut dikatakan Yudo, akan dikenakan Pasal 29 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Polda Jabar pun menghimbau Masyarakat agar lebih cermat dalam memilah informasi yang diterimanya di Media Sosial, karena bila membantu menyebarkan akan terkena jeratan pidana Cyber juga , berdasarkan Pasal 27, 28 dan 45 UU ITE dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.


"Jadi, jika menerima informasi tapi belum yakin kebenarannya, jangan menyebarkan atau meneruskan ke grup medsos lain, lebih baik segera mencroscek kabar tersebut terutama kepada kami baik polsek, polres atau polda via media sosial, telpon atau media lainnya." Himbau Yudo.




 

BERITA LAINNYA



Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Masalah Utama Citarum Adalah Sampah
Selasa 19 Februari 2019
Citarum Harum


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Info Pemadaman Listrik Baleendah 19 Februari Besok
Senin 18 Februari 2019
Kabupaten Bandung


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar