Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar  




Jumat 25 Mei 2018

14:22 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
@prfmnews

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
PRFMNewsChannel

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Kamis 08 Februari 2018, 18:11 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar




Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Foto Oleh : Istimewa/dok

BANDUNG, (PRFM) - Polda Jawa Barat melalui Ditreskrimum, Ditintelkam dan seluruh polres, tengah memburu akun-akun media sosial penyebar kabar palsu atau hoax yang menye‎butkan ada penganiayaan tokoh agama di sejumlah tempat di Jabar.


"Kami tindak akun-akun tersebut, karena secara sengaja memblow up kabar Hoax ini sehingga menimbulkan resah dan teror kepada masyarakat sehingga Jabar seolah-olah tidak aman." ujar Wadir Reskrimum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada PRFM Kamis (8/2/2018).


Seperti diketahui, kabar adanya penganiayaan kepada Tokoh agama menyebar cepat lewat media sosial sejak dua pekan terakhir pasca kasus di Cicalengka  dan Bandung Kulon. Menurut Trunoyudo, Ada tiga kabar Hoax tersebut yang sedang diburu penyebarnya.  


Pertama, penculikan pemuka agama di Kota Cimahi belakangan diklarifikasi adalah kabar palsu atau hoax.


Kedua, di Salah satu Ponpes di Garut, santri dianiaya orang tak dikenal, padahal itu hanya settingan dan sengaja disebar untuk mencari perhatian.


Ketiga, informasi menyebutkan Ustaz Sulaiman di Kabupaten Bogor dianiaya orang gila disebar di media sosial Facebook belakangan juga diketahui ternyata yang dianiaya seorang petani oleh sesama petani, tidak melibatkan ustaz atau ulama dan orang gila. 



"Itulah Fakta-fakta yang ada dari para Kapolres di daerah tersebut yang langsung turun ke lapangan beserta jajarannya". Ujar Yudo.


Bila sudah tertangkap, akun-akun media sosial yang menyebar informasi palsu tersebut dikatakan Yudo, akan dikenakan Pasal 29 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Polda Jabar pun menghimbau Masyarakat agar lebih cermat dalam memilah informasi yang diterimanya di Media Sosial, karena bila membantu menyebarkan akan terkena jeratan pidana Cyber juga , berdasarkan Pasal 27, 28 dan 45 UU ITE dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.


"Jadi, jika menerima informasi tapi belum yakin kebenarannya, jangan menyebarkan atau meneruskan ke grup medsos lain, lebih baik segera mencroscek kabar tersebut terutama kepada kami baik polsek, polres atau polda via media sosial, telpon atau media lainnya." Himbau Yudo.




Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

BERITA TERKAIT


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
 

BERITA PILIHAN


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

BERITA LAINNYA

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Demiz: Masyarakat Harus Siap Menerima Kehadiran BIJB
Jumat 25 Mei 2018


Ini Hal yang Diwaspadai Gomez Dari Bali United
Jumat 25 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Inggris Mencari Peruntungan di Rusia
Jumat 25 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Pemkot Bandung Komitmen Tangani Kemiskinan
Jumat 25 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Lupakan Kemenangan Atas PSM, Persib Fokus Hadapi Bali United
Jumat 25 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Lembaga Survei Ilma Sebut Peta Persaingan Pilgub Jabar Masih Bersifat Dinamis
Jumat 25 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Mendaki Gunung Saat Puasa, Kenapa Tidak?
Kamis 24 Mei 2018 Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

 

BERITA TERKAIT

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Kamis 08 Februari 2018, 18:11 WIB

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar
Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Sumber Foto : Istimewa/dok


BANDUNG, (PRFM) - Polda Jawa Barat melalui Ditreskrimum, Ditintelkam dan seluruh polres, tengah memburu akun-akun media sosial penyebar kabar palsu atau hoax yang menye‎butkan ada penganiayaan tokoh agama di sejumlah tempat di Jabar.


"Kami tindak akun-akun tersebut, karena secara sengaja memblow up kabar Hoax ini sehingga menimbulkan resah dan teror kepada masyarakat sehingga Jabar seolah-olah tidak aman." ujar Wadir Reskrimum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kepada PRFM Kamis (8/2/2018).


Seperti diketahui, kabar adanya penganiayaan kepada Tokoh agama menyebar cepat lewat media sosial sejak dua pekan terakhir pasca kasus di Cicalengka  dan Bandung Kulon. Menurut Trunoyudo, Ada tiga kabar Hoax tersebut yang sedang diburu penyebarnya.  


Pertama, penculikan pemuka agama di Kota Cimahi belakangan diklarifikasi adalah kabar palsu atau hoax.


Kedua, di Salah satu Ponpes di Garut, santri dianiaya orang tak dikenal, padahal itu hanya settingan dan sengaja disebar untuk mencari perhatian.


Ketiga, informasi menyebutkan Ustaz Sulaiman di Kabupaten Bogor dianiaya orang gila disebar di media sosial Facebook belakangan juga diketahui ternyata yang dianiaya seorang petani oleh sesama petani, tidak melibatkan ustaz atau ulama dan orang gila. 



"Itulah Fakta-fakta yang ada dari para Kapolres di daerah tersebut yang langsung turun ke lapangan beserta jajarannya". Ujar Yudo.


Bila sudah tertangkap, akun-akun media sosial yang menyebar informasi palsu tersebut dikatakan Yudo, akan dikenakan Pasal 29 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Polda Jabar pun menghimbau Masyarakat agar lebih cermat dalam memilah informasi yang diterimanya di Media Sosial, karena bila membantu menyebarkan akan terkena jeratan pidana Cyber juga , berdasarkan Pasal 27, 28 dan 45 UU ITE dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar.


"Jadi, jika menerima informasi tapi belum yakin kebenarannya, jangan menyebarkan atau meneruskan ke grup medsos lain, lebih baik segera mencroscek kabar tersebut terutama kepada kami baik polsek, polres atau polda via media sosial, telpon atau media lainnya." Himbau Yudo.




 

BERITA LAINNYA



Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Demiz: Masyarakat Harus Siap Menerima Kehadiran BIJB
Jumat 25 Mei 2018
Pilgub Jabar 2018


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Inggris Mencari Peruntungan di Rusia
Jumat 25 Mei 2018
Piala Dunia 2018


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Pemkot Bandung Komitmen Tangani Kemiskinan
Jumat 25 Mei 2018
Kota Bandung


Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar

 

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Polisi Buru Penyebar Info Hoax Penganiayaan Ulama di Jabar