Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan  




Minggu 16 Desember 2018

04:11 WIB

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
@prfmnews

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
PRFMNewsChannel

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
Rabu 09 Mei 2018, 22:15 WIB

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan




Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Foto Oleh : Pikiran Rakyat

DEPOK,(PRFM) - Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob menyebabkan lima orang anggota Polri meninggal dunia. Berdasarkan hasil autopsi, lima anggota Polri tersebut meninggal akibat luka benda tajam.


"Dari lima rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Luka akibat senjata tajam di leher dan itu sangat dalam. Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018) seperti dirilis merdeka dan dilansir galamedianews.


Selain itu, Iqbal mengungkapkan, ada satu anggota Polri yang tewas dengan luka tembakan di dada kanan. Namun mayoritas anggota Polri yang gugur karena luka pada sekujur tubuh.


"Apakah ini perbuatan manusiawi atau tidak? Tapi sekali lagi kami menghormati perlu proses negosiasi," jelasnya.


Iqbal mengungkap identitas lima anggota Polri yang gugur dalam insiden berdarah itu di Mako Brimob itu. Kelimanya juga mendapat Kenaikan pangkat luar biasa, mereka adalah:


1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto

2. Aipda Luar Biasa Anumerta Deni Setiadi

3. Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandi Setyo Nugroho

4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadli

5. Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.


"Empat di antaranya anggota Densus 88 Anti-Teror, dan satu yakni Aipda Luar Biasa Anumerta Deni Setiadi merupakan anggota Polda Metro Jaya," ujarnya.


Hingga saat ini sudah 24 jam lebih, masih ada satu orang polisi yang disandera para napi teroris. Korban penyanderaan adalah Bripka Iwan Sarjana, anggota Densus 88 Antiteror.  Polri tak menampik opsi penegakkan hukum yang keras kepada narapidana teroris yang melakukan penyanderaan. Namun, Korps Bhayangkara belum memberikan batas waktu pelepasan sandera kepada para narapidana tersebut.


Iqbal meminta doa dari masyarakat agar penyanderaan ini segera berakhir dan korban selamat. Proses negosiasi masih berlangsung. Polri mengedepankan upaya persuasif agar korban bisa diselamatkan. Dia juga menyatakan Polri berduka atas gugurnya 5 orang anggota Polri tersebut.


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan tuntutan narapidana penyandera polisi di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok tak jelas. Meski demikian, polisi tak menampik adanya tuntutan penyandera terkait Aman Abdurahman, terdakwa terorisme yang dikenal sebagai pemimpin ISIS Indonesia.

"Tuntutan (penyanderaan di Mako Brimob Depok -red) sebenarnya tidak jelas, semula asal usulnya masalah makanan. Dari masalah makanan tiba-tiba ada yang memprovokasi dan membobol ruangan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kota Depok, Rabu 9 Mei 2018. Namun, dia tak menampik adanya tuntutan para narapidana terkait Aman Abdurahman, terdakwa terorisme yang dikenal sebagai pemimpin ISIS Indonesia.

"Kalau dibilang ada hubungan (dengan Aman -red) kemarin mereka menuntut itu," ucapnya. Namun, Setyo tak menjelaskan lagi apa bentuk tuntutan tersebut.  Terkait adanya kesulitan tim polisi dalam negosiasi dengan penyandera, Setyo juga enggan menjelaskan.

"Masalah tuntutan itu tidak bisa dibuka di forum ini karena tim negosiasi masih berjalan," ujarnya seperti dilaporkan Pikiran Rakyat. 

Terkait jumlah penyandera dan jenis senjata yang dirampas, Setyo mengaku melakukan pengecekan. "‎Kemudian senjata yang ada di dalam diperkirakan adalah yang diambil dari rekan-rekan kami yang gugur dirampas oleh mereka, jumlahnya kami masih akan melakukan pendalaman," kata Setyo.

Mengenai kaitan kerusuhan Rutan Mako Brimob Depok dengan penangkapan terduga teroris di Bogor, Setyo juga mengaku masih mendalaminya. "Mereka sedang dalam pemeriksaan," ujarnya.


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

 

BERITA TERKAIT


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
 

BERITA PILIHAN


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

 

BERITA LAINNYA

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

DPRD Dukung Seluruh Wilayah Jabar Terkoneksi Tol
Sabtu 15 Desember 2018


Uu Harap Pemuda Peduli Bencana Jadi Perekat Bangsa
Sabtu 15 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Herman Suherman Jadi Plt Bupati Cianjur, Supendi Plt Bupati Indramayu
Sabtu 15 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Bandung Tiru Kota Semarang Soal Pencegahan HIV/AIDS
Sabtu 15 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Soal Putusan MK, Menag: Adil dan Tidak Perlu Beda Batas Usia Nikah
Jumat 14 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Pangdam III/Siliwangi Sebut Program Citarum Harum Harus Terus Dilanjutkan
Jumat 14 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Kemendagri Cabut Aturan Soal Penggunaan Pakaian Dinas
Jumat 14 Desember 2018 Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

 

 

BERITA TERKAIT

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
Rabu 09 Mei 2018, 22:15 WIB

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan
Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Redaksi Oleh : Denis Febrian
Sumber Foto : Pikiran Rakyat


DEPOK,(PRFM) - Kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob menyebabkan lima orang anggota Polri meninggal dunia. Berdasarkan hasil autopsi, lima anggota Polri tersebut meninggal akibat luka benda tajam.


"Dari lima rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Luka akibat senjata tajam di leher dan itu sangat dalam. Ada juga satu orang luka di kepala akibat tembakan," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018) seperti dirilis merdeka dan dilansir galamedianews.


Selain itu, Iqbal mengungkapkan, ada satu anggota Polri yang tewas dengan luka tembakan di dada kanan. Namun mayoritas anggota Polri yang gugur karena luka pada sekujur tubuh.


"Apakah ini perbuatan manusiawi atau tidak? Tapi sekali lagi kami menghormati perlu proses negosiasi," jelasnya.


Iqbal mengungkap identitas lima anggota Polri yang gugur dalam insiden berdarah itu di Mako Brimob itu. Kelimanya juga mendapat Kenaikan pangkat luar biasa, mereka adalah:


1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto

2. Aipda Luar Biasa Anumerta Deni Setiadi

3. Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandi Setyo Nugroho

4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadli

5. Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.


"Empat di antaranya anggota Densus 88 Anti-Teror, dan satu yakni Aipda Luar Biasa Anumerta Deni Setiadi merupakan anggota Polda Metro Jaya," ujarnya.


Hingga saat ini sudah 24 jam lebih, masih ada satu orang polisi yang disandera para napi teroris. Korban penyanderaan adalah Bripka Iwan Sarjana, anggota Densus 88 Antiteror.  Polri tak menampik opsi penegakkan hukum yang keras kepada narapidana teroris yang melakukan penyanderaan. Namun, Korps Bhayangkara belum memberikan batas waktu pelepasan sandera kepada para narapidana tersebut.


Iqbal meminta doa dari masyarakat agar penyanderaan ini segera berakhir dan korban selamat. Proses negosiasi masih berlangsung. Polri mengedepankan upaya persuasif agar korban bisa diselamatkan. Dia juga menyatakan Polri berduka atas gugurnya 5 orang anggota Polri tersebut.


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Kepolisian Republik Indonesia menyatakan tuntutan narapidana penyandera polisi di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok tak jelas. Meski demikian, polisi tak menampik adanya tuntutan penyandera terkait Aman Abdurahman, terdakwa terorisme yang dikenal sebagai pemimpin ISIS Indonesia.

"Tuntutan (penyanderaan di Mako Brimob Depok -red) sebenarnya tidak jelas, semula asal usulnya masalah makanan. Dari masalah makanan tiba-tiba ada yang memprovokasi dan membobol ruangan," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Korps Sabhara Baharkam Polri Direktorat Polisi Satwa, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kota Depok, Rabu 9 Mei 2018. Namun, dia tak menampik adanya tuntutan para narapidana terkait Aman Abdurahman, terdakwa terorisme yang dikenal sebagai pemimpin ISIS Indonesia.

"Kalau dibilang ada hubungan (dengan Aman -red) kemarin mereka menuntut itu," ucapnya. Namun, Setyo tak menjelaskan lagi apa bentuk tuntutan tersebut.  Terkait adanya kesulitan tim polisi dalam negosiasi dengan penyandera, Setyo juga enggan menjelaskan.

"Masalah tuntutan itu tidak bisa dibuka di forum ini karena tim negosiasi masih berjalan," ujarnya seperti dilaporkan Pikiran Rakyat. 

Terkait jumlah penyandera dan jenis senjata yang dirampas, Setyo mengaku melakukan pengecekan. "‎Kemudian senjata yang ada di dalam diperkirakan adalah yang diambil dari rekan-rekan kami yang gugur dirampas oleh mereka, jumlahnya kami masih akan melakukan pendalaman," kata Setyo.

Mengenai kaitan kerusuhan Rutan Mako Brimob Depok dengan penangkapan terduga teroris di Bogor, Setyo juga mengaku masih mendalaminya. "Mereka sedang dalam pemeriksaan," ujarnya.


 

BERITA LAINNYA



Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

DPRD Dukung Seluruh Wilayah Jabar Terkoneksi Tol
Sabtu 15 Desember 2018
Jawa Barat


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Uu Harap Pemuda Peduli Bencana Jadi Perekat Bangsa
Sabtu 15 Desember 2018
Jawa Barat


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Bandung Tiru Kota Semarang Soal Pencegahan HIV/AIDS
Sabtu 15 Desember 2018
Kota Bandung


Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan

 

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Polisi yang Gugur di Mako Brimob Mayoritas Alami Luka Sayatan