Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan  




Rabu 12 Desember 2018

06:17 WIB

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
@prfmnews

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
PRFMNewsChannel

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
Rabu 10 Oktober 2018, 20:19 WIB
Kota Bandung

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan




Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Foto Oleh : Istimewa

BANDUNG, (PRFM) - Gelaran Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) Jawa Barat ke-13 yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor, memunculkan dugaan praktek jual beli atlet. Bahkan aroma tersebut sudah muncul dan menjadi bayangan bagi setiap kontingen Kabupaten/Kota yang menjadi pesertanya.

Ketua DPRD kota Bandung, Isa Subagja, saat dimintai komentarnya mengenai hal tersebut mengatakan, dugaan praktek jual beli atlet dalam even olahraga memang sudah lama dimunculkan. Isa yang juga mantan Pengurus Daerah (PENGDA) Ikatan Sepedah Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Barat mengatakan, jika praktek jual beli atlet tersebut terbukti, maka akan mematikan upaya pembinaan yang dilakukan daerah.

“Tujuan pelaksanaan Porda itu pada prinsipnya untuk mengetahui sampai sejauh mana daerah melakukan pembinaan terhadap atlet atau calon atlet supaya berprestasi. Jadi kalau ada praktek jual beli atlit pada saat PORDA seperti itu, ya sudah saja tidak perlu ada anggaran pembinaan yang di alokasikan di setiap APBD setiap tahunnya,” jelas Isa saat ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Rabu (10/10/2018)

Isa mengatakan, jika praktek jual beli atlet dibiarkan, maka akan ada pemikiran dari setiap daerah untuk menyiapkan dana guna membeli atlet tersebut. Dampaknya, pembinaan atlet termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya yang menunjang prestasi atlet akan jalan ditempat. 

“Kan itu sudah keluar atau menyimpang dari tujuan awal kalau terjadi seperti itu. Kalau ada praktek jual beli di even olahraga, kemudian daerah yang melakukan praktek itu kemudian juara, maka daerah lainnya yang menurut saya sudah melakukan pembinaan atlet, maka dikatakan kalah oleh non pembinaan. Substansi masalahnya kan adalah pembinaan yang dilakukan daerah terhadap atlit akan di uji di ajang seperti PORDA atau PON,” tandas Isa.

Dampaknya, kata Isa, daerah yang sejak awal serius melakukan pembinaan terhadap atlet akan kecewa. Dirinya khawatir, pada akhirnya semangat membangun dan membina serta mencetak atlet berprestasi yang dilakukan daerah akan melemah.

“Pada akhirnya daerah yang sejak awal melakukan pembinaan murni akan kecewa dengan daerah yang membeli atlet instan yang tidak di bina sejakawal oleh daerah itu namun di beli menjelang pelaksanaan even olah raga. Nanti ujung-ujungnya praktek seperti itu akan melemahkan semangat pembinaan olahraga di daerah,” katanya. 

Isa berharap, ada upaya dari KONI pusat untuk membuat semacam regulasi yang mengatur tentang atlet yang akan bertanding di even olahraga Daerah atau Nasional. Demikian pula, Pemerintah Daerah harus lebih serius, terutama menyangkut masa depan atlet-atlet hasil binaan mereka.

“Untuk menyikapi fenomena ini sebaiknya KONI pusat membuat semacam regulasi yang mengatur tentang atlet yang akan bertanding di even olahraga. Selain aturan tegas dari Pusat, daerah juga harus lebih menghargai dan memperhatikan nasib dan kehidupan atlit, sehingga tidak akan ada keinginan untuk pindah,” pungkas Isa.



Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

 

BERITA TERKAIT


Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
 

BERITA PILIHAN


Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

 

BERITA LAINNYA

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

DPRD Nilai Perlu Ada Regulasi Pasti Untuk Tangani Banjir di Kota Bandung
Selasa 11 Desember 2018


Pendidikan Antikorupsi Akan Diterapkan di Semua Jenjang Pendidikan
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan Elf Tabrak Sedan di Leles Tewaskan Seorang Penumpang Elf
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan Persib Tunggu Kepastian Jadwal Babak 32 Besar Piala Indonesia
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan Tidak Ada Tambahan Data Penduduk Pada DPT Pemilu 2019
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan DPU Kota Bandung Selidiki Penyebab Banjir di Karasak
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan KPI Larang Iklan Shopee Blackpink Diputar di 11 Stasiun Televisi
Selasa 11 Desember 2018 Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

 

 

BERITA TERKAIT

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
Rabu 10 Oktober 2018, 20:19 WIB
Kota Bandung

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan
Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan


Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Redaksi Oleh : Tommy Riyadi
Sumber Foto : Istimewa


BANDUNG, (PRFM) - Gelaran Pekan Olah Raga Daerah (PORDA) Jawa Barat ke-13 yang dilaksanakan di Kabupaten Bogor, memunculkan dugaan praktek jual beli atlet. Bahkan aroma tersebut sudah muncul dan menjadi bayangan bagi setiap kontingen Kabupaten/Kota yang menjadi pesertanya.

Ketua DPRD kota Bandung, Isa Subagja, saat dimintai komentarnya mengenai hal tersebut mengatakan, dugaan praktek jual beli atlet dalam even olahraga memang sudah lama dimunculkan. Isa yang juga mantan Pengurus Daerah (PENGDA) Ikatan Sepedah Seluruh Indonesia (ISSI) Jawa Barat mengatakan, jika praktek jual beli atlet tersebut terbukti, maka akan mematikan upaya pembinaan yang dilakukan daerah.

“Tujuan pelaksanaan Porda itu pada prinsipnya untuk mengetahui sampai sejauh mana daerah melakukan pembinaan terhadap atlet atau calon atlet supaya berprestasi. Jadi kalau ada praktek jual beli atlit pada saat PORDA seperti itu, ya sudah saja tidak perlu ada anggaran pembinaan yang di alokasikan di setiap APBD setiap tahunnya,” jelas Isa saat ditemui di Gedung DPRD kota Bandung, Rabu (10/10/2018)

Isa mengatakan, jika praktek jual beli atlet dibiarkan, maka akan ada pemikiran dari setiap daerah untuk menyiapkan dana guna membeli atlet tersebut. Dampaknya, pembinaan atlet termasuk diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya yang menunjang prestasi atlet akan jalan ditempat. 

“Kan itu sudah keluar atau menyimpang dari tujuan awal kalau terjadi seperti itu. Kalau ada praktek jual beli di even olahraga, kemudian daerah yang melakukan praktek itu kemudian juara, maka daerah lainnya yang menurut saya sudah melakukan pembinaan atlet, maka dikatakan kalah oleh non pembinaan. Substansi masalahnya kan adalah pembinaan yang dilakukan daerah terhadap atlit akan di uji di ajang seperti PORDA atau PON,” tandas Isa.

Dampaknya, kata Isa, daerah yang sejak awal serius melakukan pembinaan terhadap atlet akan kecewa. Dirinya khawatir, pada akhirnya semangat membangun dan membina serta mencetak atlet berprestasi yang dilakukan daerah akan melemah.

“Pada akhirnya daerah yang sejak awal melakukan pembinaan murni akan kecewa dengan daerah yang membeli atlet instan yang tidak di bina sejakawal oleh daerah itu namun di beli menjelang pelaksanaan even olah raga. Nanti ujung-ujungnya praktek seperti itu akan melemahkan semangat pembinaan olahraga di daerah,” katanya. 

Isa berharap, ada upaya dari KONI pusat untuk membuat semacam regulasi yang mengatur tentang atlet yang akan bertanding di even olahraga Daerah atau Nasional. Demikian pula, Pemerintah Daerah harus lebih serius, terutama menyangkut masa depan atlet-atlet hasil binaan mereka.

“Untuk menyikapi fenomena ini sebaiknya KONI pusat membuat semacam regulasi yang mengatur tentang atlet yang akan bertanding di even olahraga. Selain aturan tegas dari Pusat, daerah juga harus lebih menghargai dan memperhatikan nasib dan kehidupan atlit, sehingga tidak akan ada keinginan untuk pindah,” pungkas Isa.



 

BERITA LAINNYA



Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan

 

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan  TWITER @prfmnews





 

BERITA PILIHAN

 

Praktek Jual Beli Atlet, Mematikan Upaya Pembinaan